
Hari ini, Minggu, 1 Desember 2019, Bencana/Bahaya Geologi yang terjadi sbb:
1. Gunungapi
Gunungapi Karangetang (Sulawesi Utara)
Tingkat aktivitas Level III (Siaga). G. Karangetang (1.784 m dpl) kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 29 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 100 m. Warna kolom abu teramati kelabu.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 75-150 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur, tenggara dan barat. Suhu udara sekitar 27-31°C. Sinar api, tinggi lk 10 - 25 m. Guguran lava dari puncak Kawah Utama ke arah Kali Nanitu, Kali Sense, Kali Pangi sejauh 1000-1500 m, ke Kali Beha barat , Kali Batang sejauh 800-1000 m. Asap Kawah II berwarna putih tipis - tebal dengan tinggi 25 - 75 m.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 25 November 2018 pukul 13:32 WITA, terkait emisi abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 2.284 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak, angin bertiup ke arah timur.
Gunungapi Sinabung (Sumatera Utara)
Tingkat aktivitas sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB diturunkan menjadi Level III (Siaga). G.Sinabung (2.460 m dpl) mengalami erupsi sejak tahun 2013. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 09 Juni 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 7000 m. Warna kolom abu teramati Hitam.
Gunung api tertutup Kabut. Asap kawah nihil. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 17-25°C.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 10 Juni 2019 pukul 14:21 WIB, terkait emisi gas dengan ketinggian kolom asap 2.960 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m dari puncak. Kolom asap bergerak ke arah timur-tenggara.
Gunungapi Agung (Bali)
Gunungapi Agung di Bali kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini,setelah beristirahat lebih dari 53 tahun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga). Letusan terakhir terjadi pada tanggal 13 Juni 2019 dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 22-29°C. Kelembaban 69-92%.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Melalui rekaman seismograf pada 1 Desember 2019 (Pukul. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 5 kali gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi:
VONA: VONA terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 Juni 2019 pukul 01:48 WITA, terkait erupsi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA. Kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan lama gempa 3 menit 53 detik.
Gunungapi Soputan (Sulawesi Utara)
G. Soputan (1.809 m dpl) mengalami penurunan aktivitas vulkanik sehingga tingkat aktivitasnya diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 8 Oktober 2019 pukul 16.00 WITA.
Gunung jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 10-20 m di atas puncak kawah. Cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat daya. Suhu udara 20-33 °C.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terkirim kode warna RED, terbit tanggal 16 Desember 2018 pukul 05:54 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu maksimum 8.809 m di atas permukaan laut atau sekitar 7.000 m di atas puncak.
Gunungapi Anak Krakatau (Lampung)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada), sejak 25 Maret 2019. G. Anak Krakatau (157 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 13 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 200 m. Warna kolom abu teramati Putih hingga Hitam.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Visual CCTV kawah teramati asap putih tipis tinggi lk 25 m dari dasar kawah. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara, timur laut dan timur. Suhu udara sekitar 23-31°C. Kelembaban 83-95%.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-3 mm (dominan 1 mm)
Rekomendasi: Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 November 2019 pukul 18:32 WIB. Berkaitan dengan erupsi yang teramati melalui CCTV menghasilkan kolom erupsi berwarna putih –hitam tebal setinggi 207 m di atas permukaan laut atau sekitar 50 m di atas puncak. Kolom erupsi bergerak ke arah utara.
Gunungapi Merapi (Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Merapi (2.968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 17 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 1000 m. Warna kolom abu teramati Kelabu.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 15-29°C. Kelembaban 21-95%. Tekanan udara 567-708 mmHg.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 17 November 2019 pukul 10:54 WIB, terkait dengan adanya erupsi abu dengan ketinggian kolom setinggi 3.968 meter di atas permukaan laut atau sekitar 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah barat.
Gunungapi Dukono (Maluku Utara)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Dukono (1.229 m dpl) mengalami erupsi menerus. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 24 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 500 m. Warna kolom abu teramati Putih hingga Kelabu.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah timur, selatan dan barat. Suhu udara sekitar 23.7-28.5°C.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 23 November 2019 pukul 06:01 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom erupsi sekitar 400 m dari atas puncak atau 1.629 meter di atas permukaan laut. Kolom erupsi bergerak ke baratdaya.
Gunungapi Ibu (Maluku Utara)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Ibu (1.340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Gunung api terlihat jelas sampai tertutup kabut. Teramati asap berwarna putih – kelabu, Intensitas tipis, sedang dan tebal, tekanan lemah – sedang dan tinggi 200 – 800 m dari atas puncak. Angin bertiup lemah-sedang ke arah utara dan timur.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA: VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 25 November 2019 pukul 18.21 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1585 m di atas permukaan laut atau sekitar 250 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara.
Gunungapi Gamalama (Maluku Utara)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Gamalama mengalami erupsi minor pada tanggal 4 Oktober 2018. Letusannya hampir selalu bersifat magmatik. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 04 Oktober 2018 menghasilkan tinggi kolom erupsi 250 m. Warna kolom abu teramati Putih hingga Kelabu.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 10-50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara. Suhu udara sekitar 26-30°C. Kelembaban 76-83%.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Oktober 2018 pukul 19:26 WIT, terkait hembusan asap kawah menerus sekitar 1.725 m di atas permukaan laut atau sekitar 10 m di atas puncak.
Gunungapi Kerinci (Jambi, Sumatera Barat)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Kerinci (3.805 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 30 Maret 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 600 m. Warna kolom abu teramati Kelabu.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 150-300 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 22-25°C. Kelembaban 60-70%.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 2 November 2019 pukul 06:12 WIB, terkait hembusan asap berwarna cokat ketinggian sekitar 4.305 meter di atas permukaan air laut atau sekitar 500 meter di atas puncak, begerak ke arah timur-tenggara.
Gunungapi Bromo (Jawa Timur)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Bromo (2.329 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 19 Juli 2019 dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 10-21°C.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 19 Juli 2019 pukul 18:52 WIB, terkait erupsi abu disertai suara gemuruh dan dentuman. Gempa letusan terekam di seismograf dengan amplituda maksimum 37mm dan durasi 7 menit 14 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati dengan jelas karena tertutup kabut.
Gunungapi Slamet (Jawa Tengah)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada) G. Slamet (3.432 m.dpl) pada 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB. Rekaman kegempaan dan deformasi terdeteksi mengalami kenaikkan pada Juni 2019.
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah timur, selatan dan barat. Suhu udara sekitar 23.7-28.5°C.
Melalui rekaman seismograf pada 30 November 2019 tercatat:
Rekomendasi: Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 2km dari kawah puncak G. Slamet.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Agustus 2019 pukul 14.02 WIB, terkait peningkatan aktivitas kegempaan.
2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan Desember 2019, potensinya terus meningkat disebagian wilayah indonesia . Kewaspadaan perlu dijaga di wilaya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sepanjang pantai Sumatera Bagian Barat dan sebagian Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Wilayah Kalimantan Barat bagian Selatan, Kalimantan Tengah bagian Utara, Kalimantan Utara bagian Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi tenggara bagian Utara, Bali, Sumbawa, Timor Barat, Maluku dan papua. Utamanya menjelang musim penghujan, wilayah di pegunungan, perbukitan, jalur jalan dan seputaran bantaran sungai.
Gerakan tanah terakhir terjadi :
1.Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Penyebab gerakan tanah diduga akibat kemiringan tebing yang terjal, kondisi tanah pelapukan yang labil, dan aktivitas pertambangan disekitar tebing
Dampak: seorang penambang tewas di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.
Rekomendasi: