
I. SUMMARY
Hari ini, Rabu 3 Juli 2019, Bencana Geologi yang terjadi sbb:
1. Gunungapi
Gunungapi Sinabung - Sumatera Utara
Tingkat aktivitas sejak 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB diturunkan menjadi Level III (Siaga). Gunung Sinabung (2.460 m dpl) mengalami erupsi sejak tahun 2013. Erupsi terakhir terjadi 9 Juni 2019.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah utama berwarna putih tipis hingga tebal tinggi 200 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara.
Melalui rekaman seismograf pada 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 10 Juni 2019 pukul 14:21 WIB, terkait emisi gas dengan ketinggian kolom asap 2960 meter di atas permukaan laut atau sekitar 500 m dari puncak. Kolom asap bergerak ke arah timur-tenggara.
Gunungapi Agung - Bali
Gunungapi Agung di Bali kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini, setelah beristirahat lebih dari 53 tahun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga).
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Angin lemah ke arah barat. Asap kawah utama tidak teramati
Melalui rekaman seismograf pada 2 Juli 2019 tercatat:
Tanggal 3 Juli 2019 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:Nihil
Rekomendasi:
VONA: VONA terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 Juni 2019 pukul 01:48 WITA, terkait erupsi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA. Kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan lama gempa kl. 3 menit 53 detik.
Gunungapi Soputan - Sulawesi Utara
Tingkat aktivitas Level III (SIAGA). Gunungapi Soputan (1784 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 100 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan. Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi: Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 6,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman guguran lava dan awan panas guguran
VONA: VONA terkirim kode warna RED, terbit tanggal 16 Desember 2018 pukul 05:54 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu maksimum 8809 meter di atas permukaan laut atau sekitar 7000 meter di atas puncak.
Gunungapi Karangetang - Sulawesi Utara
Tingkat aktivitas Level III (SIAGA). G. Karangetang (2460 m dpl) kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih tebal tinggi 150 meter. Angin bertiup lemah ke arah tenggara.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 25 November 2018 pukul 13:32 WITA, terkait emisi abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 2284 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak, angin bertiup ke arah Timur.
Gunungapi Anak Krakatau - Lampung
Tingkat aktivitas Level II (Waspada), sejak 25 Maret 2019. G. Anak Krakatau (157 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019. Pada Juni 2019 erupsi masih terjadi tetapi dengan intensitas yang semakin menurun.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan barat daya. Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi: Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 1 Juli 2019 pukul 22:38 WIB, terkait erupsi yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 42 mm dan lama gempa 195 detik.
Gunungapi Merapi - Jawa Tengah - Yogyakarta
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Merapi (2968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas. Angin bertiup lemah hingga ke arah timur laut dan barat. Asap kawah utama berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 50 meter dari puncak.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna GREEN, terbit tanggal 3 Juni 2018 pukul 20:39 WIB, terkait dengan adanya aktivitas hembusan asap berwarna putih dengan ketinggian kolom asap setinggi 3768 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak.
Gunungapi Dukono – Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual puncak gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu tebal tinggi 600 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat daya.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 2 Juli 2019 pukul 09:47 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1.829 m di atas permukaan laut atau sekitar 600 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara.
Gunungapi Ibu - Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Dari kemarin hingga pagi ini visual puncak gunungapi tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA: VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 14 Mei 2019 pukul 18:46 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 2.125 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara.
Gunungapi Gamalama - Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Gamalama (1715 m dpl) mengalami erupsi minor pada tanggal 4 Oktober 2018 pukul 11:52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 250 meter diatas puncak atau 1965 m diatas permukaan laut.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih tipis tinggi 25 meter diatas puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G.Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G.GamalamaPada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G.Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Oktober 2018 pukul 19:26 WIT, terkait hembusan asap kawah menerus sekitar 1725 m di atas permukaan laut atau sekitar 10 m diatas puncak.
Gunungapi Kerinci - Jambi
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Kerinci (3.805 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi:
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 7 Juni 2019 pukul 06:42 WIB, terkait pengamatan emisi abu vulkanik berwarna kelabu pada pukul 06:04 WIB. Dengan ketinggian kolom abu sekitar 4.605 m di atas permukaan air laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu begerak ke arah timur.
Gunungapi Bromo - Jawa Timur
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Bromo (2.329 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama berwarna putih tipis tinggi 300 meter dari puncak. Angin bertiup lemah ke arah selatan dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:- Tremor menerus dengan amplitudo 0.5 - 1 mm, dominan 1 mm
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1 km dari kawah puncak.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 6 April 2019 pukul 07:18 WIB, terkait hembusan asap kawah menerus dengan tinggi sekitar 3.829 m di atas permukaan laut atau sekitar 900 m di atas puncak. Kolom asap bergerak ke arah tenggara.
Untuk Gunungapi Status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.
2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan Juli 2019 dibandingkan Juni 2019, potensinya relatif sama dan potensinya rendah disebagian besar wilyah indonesia
Gerakan tanah terakhir terjadi :
1.Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara
Penyebab gerakan tanah di daerah tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama. Tebing terjal, tanah pelapukan yang tebal.
Dampak : akses jalan terganggu di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara
Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.
3. Gempa Bumi
Gempa bumi di timurlaut Maluku Barat Daya, Maluku
Informasi Gempa Bumi: Terjadi gempa bumi pada hari Selasa, 2 Juli 2019 pukul 03:39:50 WIB. Menurut BMKG, pusat gempa bumi berada pada koordinat 7,56°LS dan 128,49°BT dengan magnitudo 5,4 pada kedalaman 185 km, berjarak 101 km timurlaut Maluku Baratdaya, Maluku. GFZ mencatat gempa tersebut pada 7,56°LS dan 128,42°BT, bermagnitudo M 5,1 pada kedalaman 148 km. Sedangkan USGS mencatat gempa tersebut pada 7,404°LS dan 128,468°BT, magnitudo M 5,0 pada kedalaman 138,6 km.
Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi: Pusat gempa bumi berada di laut. Lokasi terdekat dari pusat gempa bumi merupakan Kepulauan Babar yang dominan tersusun oleh batuan bancuh berumur Pratersier yang sudah lapuk dan batuan telah tersesarkan kuat. Batuan yang bersifat lepas dan lapuk umumnya akan memperkuat efek guncangan gempa sehingga guncangan gempa akan lebih terasa.
Penyebab gempa bumi: Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan aktifitas subduksi Lempeng Australia ke bawah lempeng Eurasia di Laut Banda.
Dampak gempa bumi: Belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.
Rekomendasi:
II. DETAIL
1. Gunungapi
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini:
Gunungapi Sinabung - Sumatera Utara
Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini. Tingkat aktivitas sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB diturunkan menjadi Level III (Siaga). G. Sinabung (2.460 m dpl) mengalami erupsi sejak tahun 2013 . Erupsi terakhir tanggal 9 Juni 2019.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah utama berwarna putih tipis hingga tebal tinggi 200 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara.
Melalui rekaman seismograf pada 2 Juli 2019 tercatat:
Rekomendasi:
Gunungapi Agung - Bali
Gunungapi Agung di Bali kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini, setelah beristirahat lebih dari 53 tahun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga). Erupsi Gunung Agung mencapai puncaknya pada periode 25-29 November 2017. Erupsi Gunung Agung selain bersifat eksplosif juga disertai efusi lava yang sangat cepat ke dalam kawah sehingga volume lava di dalam kawah mencapai 23 juta m3 pada bulan Desember 2017. Pada tahun 2018-2019 erupsi G. Agung masih terus terjadi namun dengan jangkauan lontaran material erupsi dan frekuensi kejadian erupsi mengalami penurunan. Erupsi terakhir terjadi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA. Kolom letusan tidak dapat teramati karena tertutup kabut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan lama gempa kl. 3 menit 53 detik.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Angin lemah ke arah barat. Asap kawah utama tidak teramati
Melalui rekaman seismograf pada 2 Juli 2019 tercatat:
Tanggal 3 Juli 2019 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:Nihil
Gunungapi Soputan - Sulawesi Utara
Gunungapi Soputan merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Sulawesi Utara yang berada di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga).Data pemantauan G. Soputan dari periode Agustus hingga awal Oktober 2018 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada tanggal 3 Oktober 2018 pukul 01:00 WITA tingkat aktivitas G. Soputan dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) dan pada 16 Desember pukul 01:02 dan 03:09 WITA terjadi erupsi, teramati sinar api dari puncak G. Soputan, ketinggian kolom abu teramati berkisar 3.000-5.000 m di atas puncak.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 100 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan. Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Gunungapi Karangetang - Sulawesi Utara
Gunungapi Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara adalah salah satu gunungapi di Indonesia yang paling sering erupsi. Erupsi terakhirnya terjadi pada tahun 2016. Setelah 2 tahun istirahat. Gunungapi Karangetang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak akhir bulan November 2018 sehingga tingkat aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 20 Desember 2018 pukul 18:00 WITA. Pada awal Februari 2019 terjadi aliran lava keluar selama beberapa hari dari kawah utara, mengalir ke arah utara-baratlaut yang mencapai jarak > 3.000 m. Pemantauan terkini menunjukkan juga bahwa aktivitas di Kawah Utama (kawah Selatan) mengalami peningkatan dimana Awan Panas guguran teramati satu kali meluncur dari Kawah Utama sejauh 2.000 m ke arah Kali Kahetang dan Kali Batuawang pada 15 April 2019 sekitar pukul 12:00 WITA.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih tebal tinggi 150 meter. Angin bertiup lemah ke arah tenggara.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Gunungapi Anak Krakatau - Lampung
Gunung Anak Krakatau (157 m dpl) secara administratif termasuk kedalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sejak 18 Juni 2018 peningkatan aktivitas vulkanik diikuti rangkaian erupsi pada September 2018 - 9 Januari 2019, dengan intensitas erupsi tertinggi pada bulan Oktober 2018. Pada akhir Desember 2018, intensitas erupsi cukup tinggi, berupa letusan menerus tipe strombolian, diselingi letusan tipe Surtseyan pada 27 Desember 2018 sehingga tingkat aktivitas dinaikan menjadi Level III (Siaga)
Pada periode Februari-April 2019 erupsi masih terjadi tetapi intensitas erupsi cenderung menurun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level II (Waspada) sejak 25 Maret 2019 pukul 12:00 WIB.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan barat daya. Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Gunungapi Merapi - Jawa Tengah - Yogyakarta
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Merapi (2.968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB tingkat aktivitas G. Merapi dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada).
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas. Angin bertiup lemah hingga ke arah timur laut dan barat. Asap kawah utama berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 50 meter dari puncak.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Gunungapi Dukono - Maluku Utara
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya terjadi relatif menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya berada di sekitar kawah puncak dan ancaman bahaya lebih luas dimungkinkan melalui sebaran abu vulkanik di udara yang dapat mengganggu penerbangan.
Dari kemarin hingga pagi ini visual puncak gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu tebal tinggi 600 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat daya.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Gunungapi Ibu - Maluku Utara
Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2008 menerus hingga saat ini. Tingkat aktivitas sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer utamanya berada di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan Kawah Utara, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di sekitar puncak G. Ibu, serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan.
Dari kemarin hingga pagi ini visual puncak gunungapi tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Gunungapi Gamalama - Maluku Utara
Gunungapi Gamalama yang memiliki ketinggian 1.715 m dpl, secara administratif terletak di Kota Ternate (Pulau Ternate), Provinsi Maluku Utara. Letusan G. Gamalama pada umumnya berlangsung di Kawah Utama dan hampir selalu magmatik. Kecuali letusan yang terjadi dalam tahun 1907 yang mengambil tempat di lereng timur (letusan samping) dan menghasilkan leleran lava (Batu Angus) hingga ke pantai. Letusan 1980 juga menghasilkan Kawah Baru, lokasinya sekitar 175 m ke arah timur dari Kawah Utama.Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya terjadi relatif sering hingga saat ini. Tingkat aktivitas sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya berada di sekitar kawah puncak dan ancaman bahaya lebih luas dimungkinkan melalui sebaran abu vulkanik di udara yang dapat mengganggu penerbangan. G. Gamalama mengalami erupsi minor pada tanggal 4 Oktober 2018 pukul 11:52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 250 meter di atas puncak atau 1965 m di atas permukaan laut.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih tipis tinggi 25 meter diatas puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Gunungapi Kerinci - Jambi
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Kerinci (3.805 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:
Gunungapi Bromo – Jawa Timur
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Bromo (2.329 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama berwarna putih tipis tinggi 300 meter dari puncak. Angin bertiup lemah ke arah selatan dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 2 Juli 2019 tercatat:- Tremor menerus dengan amplitudo 0.5 - 1 mm, dominan 1 mm
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos-Pos Pengamatan Gunungapi di atas tersebut terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD setempat disekitar masing-masing gunung, tentang penanggulangan bencana erupsi gunungapi. Informasi mengenai abu vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia ((https://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:
VONA terakhir yang terkirim:
Kegiatan gunungapi lain yg di atas Normal sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.
2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan Juli 2019 dibandingkan Juni 2019 , potensinya relatif sama dan rendah disebagian besar wilayah Indonesia.Namun wilayah Indonesia yang secara umum tetap perlu diwaspadai utamanya di jalur jalan dan pemukiman di perbukitan, pegunungan, dan sepanjang aliran sungai antara lain diseluruh wilayah Indonesia
Kejadian gerakan tanah / tanah longsor dalam 1 minggu terjadi di:
Gerakan tanah seminggu terakhir terjadi terakhir di :
1.Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara
Jalan Trans Sulawesi yang terletak di Kelurahan Rauwa, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami retak dan amblas, Selasa (2/7/2019). Badan jalan yang menghubungan tiga kabupaten di Sultra yakni Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Kolaka dan Kota Kendari itu, mengalami retak dan mulai amblas hingga ke sudut dinding jalan membentuk lubang besar dengan kedalaman sekitar 10 meter serta panjang 20 meter.Kondisi jalan yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan, saat ini terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Sumber: https://www.msn.com/id-id/berita/nasional/jalan-trans-sulawesi-amblas-dan-terancam-putus-kendaraan-roda-4-dilarang-melintas/ar-AADJEds
Penyebab gerakan tanah di daerah tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama. Tebing terjal, tanah pelapukan yang tebal. Tipe gerakan tanah merupakan longsoran bahan rombakan
Rekomendasi