TANGGAPAN GEMPA BOLAANG MONGONDOW SELATAN, SULAWESI UTARA 5.4 SR - 24 April 2015
Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempabumi di Laut Maluku, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), United States Geological Survey (USGS), dan Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Potsdam, Jerman, sebagai berikut:
1. Gempabumi terjadi pada tanggal 24 April 2015, pukul 12:28:06 WIB, dengan informasi sebagai berikut: • BMKG: pusat gempabumi berada pada koordinat 0.15°LS dan 124.34°BT dengan magnitudo 5.4 SR pada kedalaman 10 km berjarak 80 km tenggara Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. • USGS: pusat gempabumi berada pada koordinat 0.194°LS dan 124.278°BT dengan magnitudo 5.0 Mw pada kedalaman 77.3 km • GFZ: menginformasikan bahwa pusat gempabumi berada pada koordinat 0.11°LS dan °BT dengan magnitudo 5.1 mb pada kedalaman 70 km.
2. Kondisi geologi daerah terkena gempabumi: Sumber gempabumi terletak di laut. Daerah di sekitar pusat gempabumi tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen, batuan gunungapi, batuan beku dan batuan malihan. Goncangan gempabumi akan terasa pada batuan endapan kuarter dan batuan tersier terlapukkan yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempabumi.
3. Dampak gempabumi: Sampai tanggapan ini dibuat, BMKG belum memberitakan tentang laporan, baik tentang dirasakannya gempa ini, maupun tentang kerusakan atau pun korban jiwa.
4. Penyebab gempabumi: Berdasarkan posisi dan kedalamannya, gempabumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktifitas zona penunjaman Talaud.
5. Rekomendasi: • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami. • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil. • Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempabumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami.