Evaluasi Status Siaga( Level 3) G.sinabung 16-23 November 2013

Bersama ini dengan hormat disampaikan tentang perkembangan kegiatan  G. Sinabung di Kabupaten Karo,  Provinsi Sumatera Utara.

 I. PENDAHULUAN 

Gunungapi Sinabung berbentuk strato, secara administratif terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dan secara geografis terletak pada posisi 3º 10’ LU, 98º 23,5’ BT dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut.

Pasca penurunan aktivitas vulkanik G. Sinabung dari Siaga menjadi Waspada pada tanggal 29 September 2013, aktivitas vulkanik cenderung menurun namun dengan fluktuasi. Tanggal 1-2 November  2013 aktivitas G. Sinabung terus meningkat sehingga status G. Sinabung dinaikkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada tanggal 3 November 2013 pukul 03:00 WIB.

II. PENGAMATAN

2.1. Visual 

  • Tanggal 16 November 2013. Secara umum cuaca cerah-mendung, hujan gerimis-sedang, angin tenang, gunung jelas-tertutup kabut. Suhu udara 17-23 °C. Teramati asap putih tipis-tebal 150 m di atas puncak. 
  • Tanggal 17 November 2013. Terajadi 3 (tiga) kali erupsi yang diikuti awanpanas ke arah Tenggara, secara umum cuaca cerah-mendung, angin tenang, hujan gerimis-sedang, angin bertiup ke arah Timur (pada dini hari – sore hari) dan ke arah Baratdaya (malam hari), suhu udara 18-22 °C. Teramati asap putih dengan tinggi 50-150 meter. 

-       Pukul 20:24 WIB, erupsi abu vulkanik, kelabu tebal, tinggi kolom erupsi 2000 meter,arah angin ke barat daya dengan amplituda maksimum 30 mm, lama erupsi 4401 detik (73 menit). Terjadi luncuran awan panas  ke lereng tenggara dengan jarak luncur 500 meter.

-       Pukul 21:52 WIB, erupsi abu vulkanik, kelabu tebal, tinggi kolom erupsi 500 meter,arah angin ke barat daya dengan amplituda maksimum 12 mm, lama erupsi 1604 detik (26.7 menit). Teramati dari Pos PGA lontaran material pijar dengan jarak 50 meter

-       Pukul 22:52 WIB, erupsi abu vulkanik, kelabu tebal, tinggi kolom erupsi 1000 meter,arah angin ke barat daya dengan amplituda maksimum 4 mm, lama erupsi 2176 detik (736menit).

  • Tanggal 18 November 2013. Terjadi 1 (satu) kali erupsi abu yang diikuti awanpanas ke arah Tenggara, secara umum cuaca cerah-mendung, angin tenang, angin tenang ke arah Timur (dini hari) dan ke arah Baratdaya (pagi hari), gunung teramati jelas-terututp kabut, suhu udara 15-24 °C. Teramati asap kawah utama putih tipis dengan tinggi 500 meter.

-        Pukul 07:04 WIB,terjadi erupsi abu vulkanik, warna abu-abu tebal, tinggi   kolom abu 8.000 meter, tertiup angin ke barat daya,  amplituda maksimum 120 mm, lama gempa 1.935 detik (32,25 menit). Terdengar suara gemuruh dari Pos PGA  Sinabung selama 10 dan  teramati adanya luncuran awan panas ke arah tenggara dengan jarak 800 meter.

  • Tanggal 19 November 2013. Terjadi erupsi 1 (satu) kali, secara umum cuaca cerah-mendung, angin perlahan ke arah Barat (pagi hari) dan berubah ke arah Timur (sore dan malam hari), gunung jelas-kabut. Teramati asap putih tekanan kuat kecoklatan – abu-abu tebal setinggi 50-70 meter, dengan suhu 16-22 °C.  

-        Pukul 21:55 WIB,terjadi erupsi abu vulkanik, warna abu-abu tebal, tinggi kolom abu 10.000 meter, arah abu vulkanik ke barat daya, amplituda maksimum 120 mm (over scale), dipuncak terlihat kilatan petir, lama gempai 43 menit. Terjadi luncuran awan panas kearah tenggara dengan jarak 500 meter, terdengar suara gemuruh ± 3 menit dan terdengar dentuman hingga jarak 15 km.

  • Tanggal 20 November 2013 (hingga pukul 06:00 WIB). Terjadi 3 (tiga) kali erupsi, secara umum cuaca berawan-mendung, angin tenang, perlahan kearah timur, suhu udara 15 °C. Gunung tampak jelas – tertutup kabut.   

-        Pukul 02:40 WIB,terjadi erupsi abu vulkanik, warna abu-abu tebal, tinggi kolom abu 2.000 meter, tertiup angin ke barat daya,  amplituda maksimum 120 mm (over scale) selama 31 detik, lama gempa 611 detik (10 menit).

-        Pukul 04:05 WIB,terjadi erupsi abu vulkanik, warna abu-abu tebal, tinggi kolom abu 1.000 meter, tertiup angin ke barat daya, amplituda maksimum 120 mm (over scale) selama 16 detik, lama gempa 508 detik (8,5 menit).

-        Pukul 05:29 WIB,terjadi erupsi abu vulkanik, warna abu-abu tebal, tinggi kolom abu 3.500 meter, arah abu vulkanik ke timur – tenggara,  amplituda maksimum 120 mm (over scale) selama 31,8 detik, lama gempa 474 detik (7,9 menit).

-        Pukul 06:19:49 WIB,terjadi erupsi abu vulkanik, warna abu-abu tebal, tinggi kolom abu 2.500 meter, arah abu vulkanik ke timur laut, timur - tenggara dengan amplituda maksimum 120 mm (over scale) selama 25 detik, lama gempa 511.09 detik (8,5 menit)

-        Pukul 06:41:52 WIB, terjadi erupsi abu vulkanik, warna abu-abu tebal, tinggi kolom abu 2.000 meter, arah abu vulkanik ke timur – tenggara, amplituda maksimum 120 mm (over scale) selama 1,2 detik, lama gempa 504 detik (8,4 menit).

-        Pukul 17:16:11 WIB, terjadi erupsi, amplituda maksimum 60 mm dan lama gempa 264 detik (4,4 menit). Asap abu vulkanik tidak terlihat karena gunung tertutup kabut

  • Tanggal 21 November 2013. Cuaca cerah-mendung, angin perlahan kearah Timur - Baratdaya, suhu udara 16-24 °C. Gunung tampak jelas-tertutup kabut, asap putih tipis tinggi 100 meter. Teramati dari titik erupsi baru (Lau Kawar) asap putih tipis tinggi 50 meter. 
  • Tanggal 22 November 2013. Cuaca mendung-berawan, angin tenang-perlahan pada pagi hari (ke Timur), suhu udara 17-23 °C. Gunung tertutup kabut 0I – 0III.   
  • Tanggal 23 November 2013 (hingga pukul 06:00 WIB). Cuaca cerah, angin perlahan kea rah Timur, suhu udara 17 °C. Teramati asap putih tebal setinggi 70 meter 

2.2. Kegempaan

Kegempaan vulkanik sejak 7 hari terakhir hingga hari ini (Gambar 1, 2 dan3) :

  • Tanggal 16 November 2013, 80 kali Gempa Hembusan, 2 (dua) kali Gempa Low Frekuensi (LF),  35 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 4 (empat) kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dan Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-3 mm. 
  • Tanggal 17 November 2013, 3 kali Gempa Letusan, 55 kali Gempa Hembusan,  5  kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 23 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 4 (empat) kali Gempa Tektonik Jauh, 4 kali Gempa Tektonik Lokal, 3 (tiga) kali Gempa Letusan dan Gempa Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5 – 5 mm.
  • Tanggal 18 November 2013, 1 (satu) kali Gempa Letusan, 9 kali Gempa Hembusan, 3 (tiga) kali Gempa Low Frequency (LF), 1 (satu)  kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 29 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 5 kali Gempa Hybrid, 2 (dua) kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dan Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-7 mm. 
  • Tanggal 19 November 2013, 1 (satu) kali Gempa Letusan, 64 kali Gempa Hembusan (Hb),  2 (dua) kali Gempa Low Frequency (LF),  9 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB),  42 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 32 kali gempa Hybrid. 2 (dua) kali Gempa Tektonik Jauh. Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-7 mm.
  • Tanggal 20 November 2013 (hingga pukul 18:00 WIB), 6 kali Gempa Letusan, 5 kali Gempa Hembusan (Hb), 56 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kali gempa Hybrid. 2 (dua) kali Gempa Tektonik Jauh. Tremor menerus, amplituda maksimum 0,5-5 mm.
  • Tanggal 21 November 2013, 4 kali Gempa Hembusan (Hb) dengan amplituda 9 mm, dan lama gempa 15 detik. 1 (satu) kali Gempa Low Frequency (LF),  29 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA).Terjadi Gempa Tremor menerus pukul 00:00-06:00 WIB dengan amplituda 0.5-3 mm.
  • Tanggal 22 November 2013, 1 (satu) kali Gempa Low Frequensi (LF). 30 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA). 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal Terasa (TL). 4 kali Gempa Tektonik Jauh. Terjadi Gempa Tremor menerus pukul 00:00-06:00 WIB dengan amplituda 0.5-2 mm.
  • Tanggal 23 November 2013 (hingga pukul 06:00 WIB), 1 (satu) kali Gempa Hembusan (Hb). 6 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA). 2 (dua) kali Gempa Tektonik Jauh. Terjadi Gempa Tremor menerus pukul 00:00-06:00 WIB dengan amplituda 0.5-3 mm.
  • Pengamatan data seismisitas masih menunjukkan terekamnya gempa-gempa vulkanik dan gempa tremor menerus.

 

2.3 DEFORMASI

Pengamatan deformasi dilakukan dengan metoda tiltmeter dan Electronic Distance Measurement (EDM).

2.3.1 Tiltmeter

Lokasi pengamatan deformasi dengan tiltmeter dilakukan di dua lokasi, yaitu : stasion Sukanalu (elevasi 1468 m, lereng Timur gunung), stasion Lau Kawar (elevasi 1468 m, lereng Utara gunung).

2.3.1.1 Stasion Sukanalu

Hasil pengamatan deformasi dengan tiltmeter kontinyu di stasiun Sukanalu pada sumbu Tangensial dalam periode 16 – 20 November 2013 diawali inflasi (lk 10 mikroradian) selama beberapa jam dan diikuti deflasi sebesar lk 20 mikroradian, sedangkan komponen sumbu Radial secara umum inflasi lk 30 mikroradian (Gambar 4). Dalam periode 20 - 23 November kedua komponen sama-sama cenderung menunjukkan deflasi lk 10-15 mikroradian.

2.3.1.2 Stasion Lau Kawar

Hasil pengamatan deformasi dengan tiltmeter kontinyu di stasiun Lau Kawar (dipasang tanggal 17 November) dalam periode 17 – 23 November 2013 masih menunjukkan variasi pada sumbu Tangensial dan Radial yang disebabkan stabilisasi alat (Gambar 5).

2.3.2 EDM

Pengamatan deformasi dengan EDM (Electronic Distance Measurement)  dilakukan dari Desa Sukanalu (SNB 1) terhadap dua reflector, yaitu SNB 2 (elevasi 1436 m), SNB 3 (elevasi 1626 m) yang ada di lereng Timur G. Sinabung dan dari Lau Kawar (SNB 8) terhadap satu reflektor yang ada di dekat rekahan baru lereng utara G. Sinabung (SNB 9, elevasi 2097 m) (Gambar 6).

Hasil pengukuran EDM periode 16 – 22 November 2013 yaitu SNB 1 ke SNB 2 menunjukkan jarak miring memanjang (< 2 mm) pada 16-17 November, berfluktuasi (< 2 mm) pada 17-19 November. Tanggal 20-21 November tidak ada pengukuran karena cuaca hujan dan kabut dan baru dapat dilakukan lagi tanggal 22 November.

Hasil pengukuran EDM periode 16 – 22 November 2013 yaitu SNB 1 ke SNB 3 menunjukkan jarak miring memanjang (lk 5 mm) pada 16-20 November, memendek (< 5 mm) dan memanjang lagi < 2 mm hingga tanggal 22 November.

Hasil pengukuran EDM periode 16 – 20 November 2013 yaitu SNB 8 ke SNB 9 menunjukkan jarak miring memanjang (lk 5 mm) pada 16-17 November, memendek (lk 5 mm) dan memanjang lagi lk. 2 mm hingga tanggal 19 November (pagi). Sejak tanggal 20 November pengukuran EDM hingga saat ini belum bisa dilakukan lagi karena cuaca kabut.

2.4. SUHU AIRPANAS, FLUKS GAS SO2 dan ANALISIS KIMIA ABU LETUSAN

Pengukuran suhu mata airpanas secara kontinyu pada awal Oktober 2013 sampai 21 November di daerah Payung (kaki gunung ke arah Selatan dari puncak G. Sinabung) yang berkisar pada 53,89-54,04 oC (Gambar 7).

Hasil pengukuran fluks SO2 menggunakan Mini DOAS pada periode 16 - 18 November 2013 cenderung meningkat yaitu berkisar  150 ton/hari – 800 ton/hari (Gambar 7). Fluks SO2 mencapai nilai tertinggi (~ 800 ton/hari) diukur 1 jam setelah letusan tanggal 18 November. Sejak tanggal 19 November hingga saat ini belum bisa dilakukan pengukuran karena cuaca kabut dan hujan gerimis.

Hasil analisis Ash Leachate dari abu letusan G. Sinabung menunjukkan bahwa rasio Cl/SO4  meningkat dari 0,05 sampai 0,42  sejak letusan pertama tanggal 15 September 2013 hingga letusan tanggal 29 Oktober 2013, hal ini mengindikasikan adanya peningkatan suplai gas magmatik. Setelah terjadi letusan 29 Oktober 2013, nilai rasio Cl/SO4 sempat menurun menjadi 0,07. Sejak tanggal 30 Oktober 2013 hingga pengukuran abu letusan terakhir tanggal 14 November 2013, nilai rasio Cl/SO4 masih berfluktuasi sekitar 0,1 yang mengindikasikan masih adanya gas magmatik (Gambar 8).

III. POTENSI BAHAYA

  • Erupsi masih berpotensi terjadi, dan abu letusannya dapat mengganggu kesehatan dan merusak tanaman di area terdampak.
  • Awanpanas kecil mulai teramati sejak tanggal 5 November 2013 mengikuti lereng Tenggara dengan jarak luncur ± 1 km  dan sejak  10 November 2013 awanpanas mulai membesar dengan jarak luncur mencapai 1,2 – 1,5 km yang berpotensi melanda pemukiman di Ds. Sukameriah, Ds. Guru Kinayan, Ds. Berastepu, Ds. Gamber, Dusun Sibintun, Ds. Bekerah dan Ds. Simacem serta dapat sedikit ke arah timur yaitu ke Ds. Sukanalu.
  • Potensi terjadinya lahar masih tinggi, dikarenakan adanya timbunan abu/material erupsi dan curah hujan tinggi. Potensi lahar kemungkinan terjadi di sektor antara Ds. Gurukinayan, Ds. Sukameriah dan Ds. Bekerah. Lahar yang melalui Ds Gurukinayan pada tanggal 21 November 2013 malam mencapai 4,2 km. Overflow (limpasan) umumnya terjadi pada tikungan sungai sehingga pada beberapa lokasi melimpas ke jalan.
  • Potensi longsor di lereng utara G. Sinabung (Lau Kawar) masih tinggi karena adanya lubang tembusan fumarola baru dan telah terjadi beberapa kali longsor di dua lokasi di lereng Utara G. Sinabung dan mengancam pemukiman di daerah Lau Kawar, Ds. Kuto Gugung dan Ds. Sigarang-garang.

 

IV. KESIMPULAN

  • Aktivitas vulkanik G. Sinabung berdasarkan pengamatan visual maupun instrumental masih tinggi.
  • Gempa tremor masih terekam. Jumlah  kegempaan vulkanik sejak 5 hari terakhir masih berfluktuasi.
  • Deformasi berdasarkan data tilmeter sejak 3 hari terakhir cenderung deflasi.
  • Deformasi berdasarkan data EDM dari 16 – 20 November masih berfluktuasi.
  • Berdasarkan hasil analisis pemantauan kegempaan dan visual, maka kegiatan G. Sinabung hingga tanggal 23 November 2013 pukul 06:00 WIB masih pada status Siaga (Level III).
  • Jika terjadi perubahan peningkatan/penurunan aktivitas vulkanik G. Sinabung secara lebih signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat dinaikan/diturunkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya.

V. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Sinabung dalam status SIAGA, maka kami rekomendasikan:

  1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas pada radius 3 km dari Kawah Sinabung. Masyarakat di 7 Desa dan 2 Dusun yaitu : Desa Guru Kinayan, Desa Sukameriah, Desa Berastepu (Tenggara puncak) dan Dusun Sibintun (5 km ke arah Selatan dari puncak), Desa Bekerah dan Desa Gamber (Tenggara puncak), Desa Simacem (Timur puncak), Desa Mardinding (Baratdaya puncak), dan Dusun Lau Kawar (Utara puncak) agar diungsikan.
  2. Sehubungan sudah memasuki musim hujan, maka masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.
  3. Masyarakat agar tetap tenang dan senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Karo / Muspida Karo yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G. Sinabung.
  4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Jl. Tiras Bangun, Gg Kayu Bakar, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo selalu berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten / Muspida Karo, BPBD Provinsi dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Sinabung.
  5. Badan Geologi akan selalu berkpoordinasi dengan BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Sinabung.

sinabung_231113

Download Laporan Lengkap disini