Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 29 Juli-04 Agustus 2019

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi.

  1. Aktivitas G. Sinabung: Selama minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Secara visual umumnya gunung tampak cerah, tertutup kabut, dan berawan. Asap kawah teramati berwarna putih tipis sampai tebal tekanan lemah mencapai ketinggian 700 m di atas puncak. Seismograf merekam 14 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Tornillo, dan 21 kali Gempa Tektonik Jauh .
  2. Gunungapi Agung: Pada minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Pengamatan visual selama seminggu gunungapi terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 50-150 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 3 kali Gempa hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 26 kali Gempa Tektonik Jauh (2 kali terasa). 
  3. Aktivitas G. Anak Krakatau: Pada minggu ini terjadi erupsi tipe letusan sebanyak 10 kali, yaitu letusan kecil tanpa diikuti oleh hembusan asap/abu serta tidak diikuti oleh dentuman. Pengamatan visual selama seminggu gunungapi  tertutup kabut. Seismograf merekam 10 kali Gempa Letusan, 6 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Low Frequency, 3 kali Tremor Harmonik, tremor menerus dengan amplitudo 1-38 mm,  5 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 9 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh, 
  4. Aktivitas G. Tangkubanparahu: Pada minggu ini terjadi 8 kali erupsi tipe letusan freatik, yaitu pada Tanggal 01 Agustus 2019 pada malam hari, amplitudo maksimum gempa letusan 50 mm selama 11 menit 23 detik dan pada Tanggal 02 Agustus 2019 pagi hari, amplitudo maksimum gempa letusan 50 mm selama 3 menit 6 detik  sampai 2 jam 25. Letusan disertai suara gemuruh dan kepulan kolom abu tebal kehitaman (dominan abu dan pasir) mencapai ketinggian 50-180 m dan kolom abu ringan bercampur uap air berwarna putih mencapai ketinggian 200 m dari dasar kawah. Dampak letusan berupa jatuhan abu dan pasir tebal yang jatuh di sekitar Kawah Ratu. Setelah erupsi di atas kemudian disusul oleh hembusan abu menerus dari Tanggal 02-04 Agustus 2019. Seismograf merekam 8 kali Gempa Letusan, 570 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa LF, tremor menerus hembusan pasca letusan amplituda dominan 50 mm, 5 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh (terasa).
  5. Aktivitas G. Merapi:Pada minggu ini tidak tercatat erupsi letusan tetapi erupsi efusif  dalam laju rendah berupa intrusi lava menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava minggu ini hampir sama dengan hasil pengukuran Tanggal 04 Juli 2019 sebesar 475.000 m3. Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava dan awan panas guguran (APG). Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar dan APG meluncur ke hulu Kali Gendol. APG pada minggu ini terjadi 4 kali yaitu pada Tanggal 31 Juli 2019 dan 04 Agustus 2019 dengan jarak luncur maksimum 1000 m. Secara visual cuaca didominasi mendung dan berawan, kadang-kadang pagi dan malam teramati cerah. Tidak ada hujan dan tidak terjadi lahar. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 50 m di atas puncak kawah, teramati pada Tanggal 30 Juli 2019 dan 02 Agustus 2019. Seismogram merekam 112 kali Gempa Guguran, 11 kali Gempa MP, 3 kali Gempa LF, 4 kali Gempa APG, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan 21 kali Gempa Tektonik. Dari data guguran dan APG (jumlah dan jarak luncur), kegempaan, deformasi, kimia, dan serta visual, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas Gunungapi Merapi minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu. Belum ada perubahan rekomendasi karena masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana.

  1. Mengirim tiga Tim Tanggap Darurat Gunungapi seperti Sinabung Sumatera Utara, Gunungapi Agung Bali, dan Gunungapi Karangetang Sulawesi Utara.
  2. Mengirim Tim Tanggap Darurat. Gempa Bumi ke Banten Tanggal 04-09 Agustus 2019.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan.

  1. Mengirim Tim Survey Pemetaan Gerakan Tanah ke Cianjur-Bogor.

4. Kegiatan Lain.

  1. Tanggal 01 Agustus 2019 mengikuti rapat penyusunan SOP Krisis Letusan Gunungapi, dihadiri oleh SesBG dan KaPVG, bertempat di ruang rapat Meratus Lt. 2 Gedung Sekretariat Badan Geologi, Jl. Diponegoro No. 57, Bandunng.
  2. Selasa, Tanggal 30 juli 2019 menerima kunjungan dari Pemerintahan Kagoshima Jepang ke BPPTKG.
  3. Selasa, Tanggal 30 Juli 2019 menerima kunjungn kerja Komisi VII DPR RI ke Pos Pengamatan Gunungapi Merapi di Kaliurang Sleman Yogyakarta.
  4. Kamis, Tanggal 1 Agustus 2019 menghadiri FGD sinkronisasi program pemanfaatan ruang serta pemanfaatan dan evaluasi implementasi RTR KSN Taman Nasional Gunung Merapi di Hotel Grand Mercure Yogyakarta diwakili oleh BPPTKG.
  5. Tanggal 29 Juli 2109 menghadiri Rakor Grand Design mitigasi Bencana untuk Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), di BNPB, Jakarta. 
  6. Tanggal 29 Juli 2019 menghadiri rakor finalisasi Peta KSP Bidang Kemaritiman, di Kemenko Kemaritiman, Jakarta.
  7. Tanggal30 Juli 2019 menjadi narasumber penyusunan rencana kontinjensi penanggulangan bencana gempa dan tsunami di BPBD Kabupaten Blitar. 
  8. Tanggal 30 Juli 2019 menghadiri diskusi lanjutan dengan UNDP mengenai rehab dan rekon pasca bencana gempa bumi Palu dan Lombok, di Hotel Sari Pasific, Jakarta.
  9. Tanggal 31 Juli 2019 menghadiri diskusi pasca bencana gempa bumi Sulawesi Tengah, di Bappenas, Jakarta.  (10). Tanggal 1 Agustus 2019 menghadiri rakor pembahasan peta multihazard daerah terdampak bencana Sulawesi Tengah, di Kementerian ATR, Jakarta.
  10. Tanggal 02 Agustus 2019 menghadiri rakor mengenai likuifaksi yang terjadi di Palu, di Balitbang PUPR, Bandung.
  11. Menghadiri Rapat RPP urusan pemerintahan konkuren.
  12. Menerima Tamu dari ATR.
  13. Menghadiri FGD di Bappenas di JCC Meeting Jakarta terkait pembangunan kembali wilayah terdampak bencana Palu.
  14. Mengadakan Rapat Lakip di Garut dan menghadiri rapat hasil temuan Itjen 2017-2018.