Simulasi Penanganan Kebencanaan Geologi Letusan Gunungapi Kerinci Di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat 31 - 6 Agustus 2017

Simulasi Penangan Kebencanaan Geologi merupakan salah satu kegiatan dari Penyebarluasan informasi bencana geologi (gunungapi, gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor) ke masyarakat. Tujuan penyebarluasan informasi ini untuk mitigasi (pengurangan dampak) dan pengurangan risiko bencana di Indonesia. Banyak bentuk kegiatan penyebarluasan informasi (information dissemination) ke masyarakat seperti:

  1. Sosialisasi pengetahuan dan pendidikan kebencanaan,
  2. Wawancara/talk show melalui media radio/televisi,
  3. Penyusunan rencana kontingensi,
  4. Table Top Exercise (TTX),
  5. Gladi/simulasi ruang,
  6. Gladi/simulasi lapang
  7. Pelatihan/drill.

 

Dalam manajemen penanggulangan bencana ada tiga tahap penanganan bencana yaitu:

  1. Pra Bencana atau Tahap Kesiapsiagaan,
  2. Saat Bencana atau Tahap Tanggap Darurat,
  3. Pasca Bencana atau Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi. 

Bentuk kegiatan penyebarluasan informasi bencana geologi di Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat, dititikberatkan pada kegiatan gladi atau simulasi ruang dengan skenario bencana letusan Gunungapi Kerinci. Kegiatan ini termasuk kegiatan Prabencana atau Tahap Kesiapsiagaan. Sasaran simulasi ruang ini adalah personil dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah)/SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan perwakilan dari TNI/Polri di Kabupaten Solok Selatan. Tujuan kegiatan memberikan pembekalan, peningkatan pengetahuan bencana letusan gunungapi, dan memberikan pengalaman cara penanganan dampak letusan gunungapi yang disebabkan oleh berbagai jenis produk erupsi gunungapi seperti awan panas, lahar, dan jatuhan bahan lepas dari ukuran bom vulkanik sampai abu. 

Pelaksanaan kegiatan Gladi Ruang atau TTX penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Kerinci dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 2-3 Agustus 2017. Kata sambutan dan pembukaan, pemaparan materi, dan simulasi koordinasi pos komando dilaksanakan Tanggal 2 Agustus 2017. Kata Sambutan disampaikan oleh Kepala PVMBG dalam hal ini diwakili oleh Kabid Mitigasi Gunungapi (Kabid MGA), Gede Suantika. Sedangkan acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Ir. Yulian Efi, MM. 

Pengenalan lapangan kawasan rawan bencana gunungapi dan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunungapi (Pos PGA) Kerinci dilaksanakan pada Tanggal 3 Agustus 2017. Penutupan acara dilaksanakan di Pos PGA Kerinci dan ditutup oleh Kepala PVMBG dalam hal ini diwakili oleh Kabid Mitigasi Gunungapi. Semua narasumber berasal dari PVMBG terdiri dari Gede Suantika (Kabid MGA) dan beberapa Pejabat Fungsional Madya Penyelidik Bumi: Mamay Surmayadi, Sofyan Primulyana, dan Yudi Wahyudi. Tim dibantu oleh tenaga administrasi Dewi Subektingsih dan Erna. 

Dari kesan dan pesan yang disampaikan oleh para peserta pada penutupan acara terungkap bahwa kebanyakan para peserta dari OPD (kecuali staf BPBD) baru pertama kali mendapatkan simulasi dan mereka mengungkapkan betapa pentingnya simulasi koordinasi seperti ini dalam penanggulangan bencana bila kelak mereka harus menghadapi bencana sesungguhnya atau setidaknya dari kegiatan ini mereka sudah mempunyai bekal dalam melakukan penanganan bencana di kemudian hari. Masih terdapat beberapa kelemahan dalam simulasi ini diantaranya belum tersedianya Dokumen Rencana Kontingensi (Dokumen Renkon) untuk penanganan erupsi Gunungapi Kerinci sebagai pegangan atau acuan dalam melakukan simulasi. Meskipun demikian tim narasumber sudah menyarankan agar segera membuat Dokumen Renkon Gunungapi Kerinci dan pihak BPBD Kabupaten Solok Selatan berjanji akan menganggarkan tahun depan. Dokumen Renkon yang sudah selesai dibuat nantinya dapat dikirim ke PVMBG untuk diverifikasi.

 

 

Kerinci 1 (070817)

Gambar 1. Kata Sambutan disampaikan oleh Kepala PVMBG yang diwakili oleh Kabid MGA Dr. Ir. Gede Suantika, M.Si.

 

Kerinci 2 (070817)

Gambar  2. Pembukaan acara dilakukan oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Ir. Yulian Efi, MM.

 

Kerinci 3 (070817)

Gambar 3. Perkenalan peserta dipandu oleh  Yudi Wahyudi.

 

Kerinci 4 (070817)

Gambar  4. Pemaparan materi perencanaan penanggulangan bencana dibawakan oleh Gede Suantika.

 

Kerinci 5 (070817)

Gambar 5. Pemaparan materi bahaya erupsi Gunungapi Kerinci dibawakan oleh Sofyan Primulyana.

 

Kerinci 6 (070817)

Gambar  6. Pemaparan materi persiapan simulasi dan TTX dibawakan oleh Mamay Surmayadi.

 

Kerinci 7 (070817)

Gambar 7. Simulasi pernyataan keadaan darurat diumumkan oleh bupati dan diikuti penunjukkan incident commander/IC (ketua tanggap darurat), pengaktifpan rencana kontingensi menjadi rencana operasi, pengaktifan pusat pengendalian operasi menjadi posko tanggap darurat.

 

Kerinci 8 (070817)

Gambar  8. Simulasi pelaporan Sektor Sarana Prasarana dan Sektor Logistik kepada ketua tanggap darurat.

 

Kerinci 9 (070817)

Gambar 9. Pelaporan Sektor SAR dan Sektor Kesehatan kepada ketua tanggap darurat.

 

Kerinci 10 (070817)

Gambar 10. Pelaporan Sektor transportasi dan Sektor Informasi Komunikasi kepada kepala tanggap darurat

 

Kerinci 11 (070817)

Gambar 11. Persiapan lapangan peserta kegiatan simulasi mengenal kawasan rawan bencana Gunungapi Kerinci.

 

Kerinci 12 (070817)

Gambar 12. Peserta diperkenalkan daerah terdampak endapan awan panas, lahar, dan aliran lava dipandu oleh narasumber.

 

Kerinci 13 (070817)

Gambar 13. Peserta diperkenalkan daerah terdampak endapan jatuhan abu dipandu oleh narasumber.

 

Kerinci 14 (070817)

Gambar  14. Peserta diperkenalkan pada aspek pemantauan 24 jam kegiatan Gunungapi Kerinci untuk penyiapan bahan peringatan dini dan rekomendasi penanganan bencana ke Pos Pengamatan Gunungapi Kerinci dipandu oleh narasumber.