Tim Tanggap Badan Geologi Telah Hadir Di Lokasi Bencana Gempa Poso

Gempabumi yang terjadi di Poso pada hari Senin, 29 Mei 2017 pukul 21.35.22 WIB, menurut informasi BMKG mempunyai magnituda 6.6 SR dan lokasi episenter terletak di darat pada dengan koordinat 1,28 LS dan 120,48 BT, berjarak sekitar 40 km arah barat laut Kota Poso, Sulawesi Tengah dengan kedalaman 11 km. Sedangkan skala intensitas gempabumi yang dirasakan penduduk di sekitar pusat gempa berkisar antara V-VI MMI.

 

Gempabumi susulan sampai saat ini terekam sekitar 189 (data BMKG). Sebaran gempabumi susulan menunjukkan mekanisme sumber kejadian gempa ini diakibatkan oleh sesar normal berarah relatif barat-barat laut hingga timur-tenggara. Dengan magnitudo 6,6 SR dan kedalaman dangkal, kemungkinan kejadian gempa ini dapat diikuti oleh surface rupture (surface faulting, retakan tanah, likuifaksi dan longsoran). Tim Tanggap Darurat Badan Geologi pada saat ini sedang berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemetaan dampak kejadian gempabumi ini meliputi kerusakan bangunan dan pemetaan retakan tanah (surface rupture).

 

Tim Tanggap Darurat Gempabumi Poso yang yang diterjunkan ke lokasi bencana bertugas untuk melakukan koordinasi, kajian kerusankan geologi, serta sosialisasi langsung kepada masyarakat dan Pemda setempat. Tim TD terdiri dari Dr. Supartoyo sebagai kepala tim, dengan anggota Ir. Nia Kurnia Praja, Msi, Salman Palgunadi, M.Sc dan Gangsar Turjono telah berada di lokasi pagi hari pada tanggal 31 Mei 2017.

 

Kegiatan Tim Tanggap Darurat Gempabumi Poso sampai hari ini (1 Juni 2017) adalah sebagai berikut:

  1. Melapor dan melakukan koordinasi dengan BPBD Kab. Poso. Menurut informasi BPBD Kab. Poso,  daerah yang mengalami dampak akibat gempabumi meliputi kecamatan Lore Utara, Kota Poso, Pesisir, Poso Pesisir Utara, Lage. Wilayah terparah di daerah Napu kec. Lore Utara.
  2. Melakukan diskusi ttg gempabumi dengan Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Poso di daerah Napu.
  3. Melakukan diskusi dengan Sekretaris BPBD Kab. Poso terkait peta Kawasan Rawan Bencana Gempabumi dari Badan Geologi dan upaya mitigasi gempabumi.
  4. Melakukan pemeriksaan dampak gempa  di daerah Napu kec. Lore Utara.
  5. Melakukan pengukuran mikrotremor di Kota Poso dan Desa Wuasa Kecamatan Lore Utara untuk mengetahui karakteristik tanah.
  6. Melakukan identifikasi 12 titik gerakan tanah di jalur jalan perbukitan ke Lembah Napu.
  7. Mengidentifikasi adanya retakan tanah berarah barat timur di desa Alitupu.
  8. Ditemukan area likuifaksi yang mengakibatkan kerusakan rumah penduduk di Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara.
  9. Tanggal 1 Juni pada malam hari diminta melakukan sosialisasi oleh Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Poso di 3 lokasi yaitu Desa Alitupu, Desa Wuasa, Desa Sodea.
  10. Tim akan memberikan rekomendasi teknis kepada Pemda Poso setelah melakukan pemeriksaan lapangan, terkait upaya mitigasi gempabumi ke depan.

 

 

Foto-foto kegiatan Tim Tangap Darurat (TD) Gempabumi Poso

 

a(a)

 

b(b)

 

 

Foto Tim Tanggap Darurat (TD) Gempabumi Poso sedang melakukan koordinasi dengan BPBD Kab. Poso.

Â


 

c(c)

Foto kerusakan bangunan BNI di Kota Poso akibat gempabumi tanggal 29 Mei 2017

 

d(d)

Foto kegiatan pengukuran mikrotremordi Kota Poso