Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 14 - 20 Oktober 2019

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

1. Aktivitas Gunungapi.

(1). Aktivitas G. Sinabung:

Selama minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Secara visual umumnya gunung tampak cerah, tertutup kabut, berawan, dan hujan. Asap kawah teramati berwarna putih tipis sampai tebal tekanan lemah sampai sedang mencapai ketinggian 300 m di atas puncak. Seismograf merekam 16 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa Tornillo, 2 kali Gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 26 kali Gempa Tektonik Jauh.

(2). Aktivitas G. Anak Krakatau:

Pada minggu ini terjadi erupsi tipe letusan sebanyak 24 kali, yaitu letusan kecil secara visual kolom abu letusan tidak teramati dari Pos Pasauran, walaupun cuaca cerah dan tidak terdengar adanya dentuman. Pengamatan visual menggunakan CCTV yang dipasang di lereng Anak Krakatau teramati beberapa kali letusan disertai kolom letusan tebal kelabu kehitaman mencapai ketinggian 150-300 m dari dasar kawah. Selama seminggu teramati juga hembusan asap putih tipis sampai tebal tekanan lemah mencapai ketinggian 25-150 m dari dasar kawah. Seismograf merekam 24 kali Gempa Letusan, 29 kali Gempa Hembusan, 22 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Harmonik, tremor menerus dengan amplitudo 1-38 mm, 9 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 20 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 4 kali Gempa Tektonik Jauh.

(3). Aktivitas G. Tangkubanparahu:

Pada minggu ini tidak terjadi erupsi. Kegiatan vulkanik berupa hembusan uap putih tipis di Kawah Ratu mencapai ketinggian 40 m dari dasar kawah. Seismograf merekam 123 kali Gempa Hembusan, 4 kali Gempa Low Frequency, 5 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 6 kali Gempa Tektonik Jauh.

(4). Aktivitas G. Slamet:

Sampai minggu ini peningkatan kegempaan belum diikuti oleh erupsi. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Hembusan asap bertekanan lemah warna putih dan intensitas tipis sampai tebal dari kawah utama mencapai ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 1406 kali Gempa Hembusan, tremor menerus dengan amplitudo 0.5-4 mm, dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh.

(5). Aktivitas G. Merapi:

Pada minggu ini tercatat 1 kali erupsi eksplosif dan beberapa kali erupsi efusif. Erupsi letusan terjadi pada Tanggal 14 Oktober 2019 membentuk tinggi kolom letusan 3000 m dari puncak, Awan Panas Letusan meluncur ke hulu Kali Gendol sejauh 2 km, jatuhan abu tipis sejauh 25km ke arah baratdaya. Erupsi efusif berupa intrusi lava dalam laju rendah menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava minggu ini belum diukur setelah kubah lava mengalami perubahan dimensi pasca pembongkaran oleh letusan minggu ini. Dalam kubah terbentuk belahan dengan arah timurlaut- baratdaya dengan dimensi panjang 100 m, lebar 30 m, dan kedalaman 20 m. Tebing/dinding kawah tidak mengakami perubahan yg signifikan akibat letusan. Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava. Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar meluncur ke tenggara ke hulu Kali Gendol, jarak luncur guguran tidak teramati karena kabut. Pada minggu ini terjadi 2 kali APG meluncur ke tenggara hulu Kali Gendol sejauh 1000 m. Secara visual cuaca didominasi mendung dan berawan, kadang-kadang pagi dan malam teramati cerah. Terjadi hujan ringan tetapi tidak terjadi lahar. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 500 m di atas puncak kawah, teramati pada Tanggal 17 dan 18 Oktober 2019. Seismograf merekam 54 kali Gempa Guguran, 9 kali Gempa MP, 7 kali Gempa Hembusan, 8 kali Gempa LF, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 20 kali Gempa Tektonik. Dari data guguran, APG, kegempaan, deformasi, kimia, dan serta visual, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas Gunungapi Merapi minggu ini sedikit meningkat dibandingkan minggu lalu. Kemunculan gempa vulkanik dalam menunjukkan masih terjadi suplai magma. Belum ada perubahan rekomendasi karena masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

(6). Gunungapi Agung:

Pada minggu ini tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Pengamatan visual selama seminggu gunungapi terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 100 meter dari atas puncak. Seismograf merekam 5 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 11 kali Gempa Tektonik Jauh.

(7). Aktivitas G. Karangetang:

Pada minggu ini terjadi erupsi tipe efusif berupa pertumbuhan kubah lava di Kawah Utama dan Kawah Dua. Dari Kawah Utama teramati keluar guguran lava meluncur ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense sejauh 700-1750 m. Pada malam hari teramati sinar api dari kawah puncak yaitu dari Kawah Utama dan Kawah Dua. Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati kepulan asap warna putih tipis hingga tebal bertekanan sedang dari Kawah Utama dan Kawah Dua mencapai ketinggian 75-600 m di atas puncak. Seismograf merekam 654 kali Gempa Guguran, 64 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, tremor menerus dengan amplitudo 0.25-10 mm, 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 29 kali gempa Tektonik Jauh.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana.

(1). Mengirim tiga Tim Tanggap Darurat Gunungapi yaitu ke Gunungapi Karangetang di Sulawesi Utara, Gunungapi Tangkuban Parahu di Jawa Barat, dan Gunungapi Sinabung di Sumatera Utara.

(2). Mengirim Tim Penyelidikan Pasca Gempa Bumi ke Ambon, Provinsi Maluku Tanggal 16-25 Oktober 2019.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan.

(Pada mingggu ini tidak mengirim tim survei/pemetaan)

4. Kegiatan Lain.

(1). Tanggal 15 Oktober 2019 menghadapi Rapat Persiapan Karya Bhakti TNI dan Rencana Pemulangan Warga Korban Erupsi G. Sinabung ke lima desa asal, bertempat di BPBD Pemprov Sumatera Utara, Medan.

(2). Tanggal 15 Oktober 2019 menjadi Narasumber Sosialisasi Penanggulangan Abu Vulkanik untuk Keselamatan Penerbangan di Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Sumatera Utara.

(3). Tanggal 15–17 Oktober 2019 menghadiri penyusunan Rencana Kontijensi Bencana G. Sundoro, bertempat di Aula BPBD Kabupaten Temanggung, Jl. S. Kadar Maron No. 21, Temanggung, Jawa Tengah.

(4). Tanggal 17 Oktober 2019 menerima Kunjungan Kerja dan Peresmian Pos PGA Bromo oleh Wamen ESDM, bertempat di Pos PGA Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

(5). Selasa Tanggal 15 Oktober 2019 menjadi narasumber pada acara Gladi Posko dan Gladi Lapang Penanganan Darurat Bencana Kabupaten Magelang diwakili oleh BPPTKG Yogyakarta.

(6). Rabu Tanggal 16 Oktober 2019 menjadi narasumber pada kegiatan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Balai Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman (BPBD Kabupaten Sleman) diwakili oleh BPPTKG Yogyakarta.

(7). Kamis Tanggal 17 Oktober 2019 menerima kunjungan dari UIN Gunung Djati Bandung Jawa Barat ke BPPTKG Yogyakarta.

(8). Jumat Tanggal 18 Oktober 2019 menerima kunjungan Wakil Duta Besar Prancis dan Konsul Prancis ke BPPTKG Yogyakarta.

(9). Menghadiri Rapat Reformasi Birokrasi di Kementerian ESDM Jakarta.

(10). Menghadiri rapat koordinasi dengan BPPTKG terkait pemasangan LEWS.

(11). Menghadiri FGD Penyelidik Bumi di Badan Geologi.