G. Merapi

G. MERAPI, JAWA TENGAH pdf_icon_transparent
Merapi

Gunungapi Merapi



KETERANGAN UMUM   
NAMA GUNUNGAPI :

G. MERAPI, JAWA TENGAH

NAMA LAIN :

 

NAMA KAWAH :

 

LOKASI
:  
KETINGGIAN :
 
TIPE GUNUNGAPI :  
Kota Terdekat :  
POS PENGAMATAN :
 

PENDAHULUAN

G. Merapi (2986 m dpl) terletak di perbatasan empat kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Propinsi DIY dan Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten di Propinsi Jawa Tengah. Propinsi Jawa Tengah. Posisi geografinya terletak pada 7° 32'30" LS dan 110° 26'30" BT. Berdasarkan tatanan tektoniknya, gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia menunjam di bawah Lempeng Eurasia yang mengontrol vulkanisme di Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Gunung Merapi muncul di bagian selatan dari kelurusan dari jajaran gunungapi di Jawa Tengah mulai dari utara ke selatan yaitu Ungaran-Telomoyo-Merbabu-Merapi dengan arah N165 E. Kelurusan ini merupakan sebuah patahan yang berhubungan dengan retakan akibat aktivitas tektonik yang mendahului vulkanisme di Jawa Tengah. Aktivitas vulkanisme ini bergeser dari arah utara ke selatan, dimana G. Merapi muncul paling muda.

1

Gambar Peta lokasi G. Merapi yang terletak di Jawa Tengah

Secara garis besar sejarah geologi G. Merapi terbagi dalam empat periode yaitu Pra Merapi, Merapi Tua, Merapi Muda dan Merapi Baru. Periode pertama adalah Pra Merapi dimulai sejak sekitar 700.000 tahun lalu dimana saat ini menyisakan jejak G. Bibi (2025 m dpl) di lereng timurlaut G. Merapi. Gunung Bibi memiliki lava yang bersifat basaltic andesit. Periode kedua, periode Merapi Tua menyisakan bukit Turgo dan Plawangan yang telah berumur antara 60.000 sampai 8.000 tahun. Saat ini kedua bukit tersebut mendominasi morfologi lereng selatan G. Merapi. Pada periode ketiga yaitu Merapi Muda beraktivitas antara 8000 sampai 2000 tahun lalu. Di masa itu terjadi beberapa lelehan lava andesitik yang menyusun bukit Batulawang dan Gajahmungkur yang sekarang tampak di lereng utara Gunung Merapi serta menyisakan kawah Pasar Bubar. Periode keempat aktivitas Merapi yang sekarang ini disebut Merapi Baru, dimana terbentuk kerucut puncak Merapi yang sekarang ini disebut sebagai Gunung Anyar di bekas kawah Pasar Bubar dimulai sekitar 2000 tahun yang lalu.

Studi stratigrafi dan geokimia G. Merapi (Supriyati D.A,1999) menunjukkan bahwa 2 letusan besar telah terjadi selama Middle Merapi dan Recent Merapi. Letusan besar tersebut akan dapat berulang di masa yang akan datang menurut Newhall dan Bronto (1995). Supriyati, D. A (1999) membagi sejarah letusan G. Merapi menjadi 2 perioda yaitu perioda Pre-1800 A.D (lebih tua 2900 tahun BP - 1800 A.D) dan perioda Post-1800 A.D (1800 - 1996 A.D) berdasarkan perubahan tipe letusan dalam sekuen stratigrafi endapan. Perioda Pre-1800 AD sebagai produk dari kondisi vent yang tertutup dan meghasilkan letusan eksplosif tipe sub plinian, plinian dan vulkanian, sedang perioda Post-1800 A.D sebagai produk dari kondisi vent yang terbuka dan menghasilkan letusan eksplosif tipe vulkanian (kecil - sedang) akibat dari longsornya kubah .

Frekuensi terjadinya letusan G. Merapi sangat signifikan, pada periode 3000 - 250 tahun yang lalu tercatat kurang lebih 33 letusan dengan skala letusan kecil sampai besar. Letusan dengan skala besar (VEI 4) terjadi antara 150 - 500 tahun, letusan dengan skala VEI 3 terjadi setiap 30 tahun dan letusan kecil terjadi antara 2 - 7 tahun. Letusan yang di trigger oleh longsornya kubah lava merupakan karakteristik dari aktivitas Merapi pada Post-1800 A.D, mempunyai VEI 1-3 (Newhall dan Voight,1997). Letusan VEI 3 dijumpai pada letusan 1930 dan 1961.