G. Colo - Page 2

 

SEJARAH ERUPSI

Pulau Una-Una mengambil tempat di tengah Lengan Sulawesi, Teluk Tomini dan disanalah G. Colo tumbuh sebagai gunungapi soliter karena agak menyimpang dari rangkaian Jalur Gunungapi Indonesia.

Pada pra-sejarah, pernah terjadi kegiatan vulkanik yang diikuti oleh pembentukan kaldera bergaris tengah 2000 m dan membentuk danau. Dalam tahun 1898 atau awal 1900 terjadi erupsi normal dan meninggalkan sumbatlava yang kemudian dikenal dengan Gunung Colo.

Setelah istirahat selama 83 tahun, pada 23 Juli 1983 terjadi erupsi dahsyat yang menghancurkan sumbat lava serta membumihanguskan 2/3 Pulau Una-Una.

Berikut ini sekilas tentang Erupsi G. Colo 1983. Pada tahun 1975 ditemukan tembusan solfatara/fumarola baru di suatu bukit di lereng timurlaut, 1.500 m dari puncak. Bukit tersebut berada di luar sistem Kawah Colo dan dikenal dengan Bukit Ambo.

Pada 20 Agustus 1982 Pulau Una-Una digoncang gempabumi, sampai dengan akhir Agustus sebanyak 41 kali gempa yang dirasakan penduduk. Badan Meteorologi dan Geofisika stasiun Winangun, Manado mengatakan bahwa, gempa terkuat terjadi pada 24 Agustus, pukul 00.46.43 WITA, berkekuatan 4,6 SR pada kedalaman 30 km.

Gempabumi tektonik kembali mengoncang Pulau Una-Una pada awal Juli 1983 yang berkekuataan III pada slaka MMI. Gempa tersebut semakin hari kian bertambah jumlah dan intensitasnya. Secara lengkap disajikan jumlah gempabumi tersebut sejak awal kegiatan sebagai berikut:

Tabel Jumlah gempabumi yang terekam selama Juli 1983, menjelang, saat dan pasca Erupsi (utama) G.

Waktu

Jumlah gempa

Keterangan

3-13

14

15

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

rata-rata 10

33

57

63

77

81

101

108

86

75

85

88

62

97

108

106

72

58

51

Awal gempa

Erupsi freatik pertama

Gempa Utama, 4,6 SR

Erupsi Utama, pukul 16.23Wita

Pada 18 Juli jumlah gempa makin meningkat dan menyebabkan erupsi freatik pertama. Sejak saat itu penduduk mulai diungsikan ke Pulau Togian dan Ampana (daratan Sulawesi), jumlah seluruhnya 7000 jiwa. Saat perahu pengungsi terakhir baru saja merapat di Lengan Sulawesi, tiba-tiba dari kejauhan mereka melihat awan cendawan berukuran raksasa memayungi Pulau Una-Una pertanda G. Colo, gunungapi yang sudah istirahat 83 tahun meletus, tepatnya tanggal 23 Juli 1983, pukul 16.23 WITA.

Asap erupsi membumbung sangat cepat dan dalam waktu sekejap sudah mencapai tinggi 15 km. Awanpanas (pyroclastic flow) tipe soufriere memusnahkan 2/3 pulau dalam waktu singkat. Di pantai sekitar Pulau Una-Una ditemukan banyak ikan yang mati, diduga keracunan atau terebus air laut yang mendidih. Selang 4 jam kemudian abu menghujani Kota Palu, 180 km baratdaya Colo setebal 1 cm kemudian menyebar hingga ke selatan sejauh 300 km di Sulawesi Selatan. Abu erupsi juga sampai ke Kalimantan bagian timur. Erupsi mulai mereda pada Oktober 1983 dan berhenti dengan sempurna atau dinyatakan kegiatan G. Colo sudah normal setelah aktif selama 6 (enam) bulan.

Pada kejadian tersebut tidak dilaporkan korban jiwa akibat erupsi karena seluruh penduduk sudah diungsikan sebelumnya. Kerusakan rumah dan luas lahan perkebunan yang musnah tidak diketahui dengan pasti. Lahar yang terjadi secara kontinyu selama hampir satu tahun pasca erupsi menyeret endapan hasil erupsi setebal antara 6 - 10 m dan menyempurnakan kerusakan di Pulau Una-Una. Tidak dapat dihitung besarnya kerugian materi dalam peristiwa tersebut.

Tabel Kronologi Erupsi G. Colo, Juli 1983 berdasarkan pengamatan visual

Tanggal

Jam kejadian

Keterangan

Juli 1983   
18 Erupsi freatik pertama, asap erupsi 500 m. Pengungsian mulai dilakukan
20 Erupsi asap, asap putih tebal, tinggi 500 m
21 09.25 Erupsi asap,berwarna kelabu, tinggi 1.500 m
23 16.23 Erupsi utama. Asap erupsi berwarna hitam tebal dan berbentuk cendawan raksasa setinggi 15.000 m Awan panas menggulung Pulau Una-Una sejauh 5.000 m dan menghancurkan 3/4 pulau terutama bagian barat.
25 23.25 Erupsi besar, asap setinggi 8.000 m dan awan panas
26 Erupsi, asap erupsi setinggi 1.5.000 m
27 15.30-17.45 Erupsi terus-menerus, asap erupsi 1.500 m
28 00.02-00.45 Erupsi dengan tinggi asap 3000 m
02.30-08.45 Erupsi besar terjadi secara menerus, tinggi asap 8.000 m disertai awanpanas
23.30-23.55 Erupsi kecil, asap mencapai tinggi 1.000 m
29 09.40-18.00 Erupsi menerus dengan tinggi asap antara 1.000-3.000 m

Tanggal

Jam kejadian

Keterangan

30 16.15 Erupsi besar disertai lontaran bom dan lapilli. Asap erupsi mencapai 6.000 m
31 18.21-20.00 Erupsi besar, kolom asap mencapai 7.000 m
Agustus
1 s.d 02.30 Erupsi besar, asap mencapai tinggi 7.000 m
2 03.14-06.00 Erupsi terus-menerus hampir tanpa henti.
08.00-09.00 Kolom asap erupsi mencapai 7.000 m. Erupsi hanya berhenti sejenak kemudian berlanjut kembali hingga keesokan harinya
3 19.00s.d 02.00 Erupsi masih berlangsung sejak hari sebelumnya
4 09.15-11.00 Erupsi beruntun dan menerus, kolom asap setinggi 6.000 m
6 15.20-16.00 idem, kolom asap setinggi 5.000 m
7 11.25-12.00 Erupsi kecil, asap 1.000 m
11 11.15-12.00 Erupsi besar, kolom asap setinggi 12.000 m
12 10.45 Erupsi besar, asap 8.000 m
17 09.32 Erupsi besar disertai awanpanas
18 10.13-23.05 Erupsi beruntun dan menerus disertai awanpanas. Kolom asap tertinggi 12.000 m
22 11.48 Erupsi besar, asap setinggi 8.000 m
13.56 Terilhat kolom asap disertai awanpanas
26 10.25 Erupsi besar, asap setinggi 10.000 m
30 11.34 Erupsi besar, asap setinggi 6.000 m
September
3 15.13-17.30 Erupsi berukuran sedang, asap setinggi 2.000 m
4-30 Erupsi-erupsi kecil hingga sedang masih sering terjadi, tetapi sudah mulai berkurang. Tinggi asap erupsi berkisar antara 1.000 - 2.000 m

Catatan:

Jam kejadian adalah Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA).
Sampai dengan tanggal 22 Juli pengamatan visual langsung dari Pulau Una-Una, setelah terjadi erupsi pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan (sementara) di Wakai, Pulau Togian, lk. 40 km dari Pulau Una-Una.

3

Sebaran kolom asap erupsi G. Colo antara Juli hingga awal Agustus 1983, direkam oleh Satelit Meteorologi Jepang (Image, Dr. Sawada)

Setahun kemudian dilakukan penyelidikan terpadu, yaitu penyelidikan seismik dan pemetaan bahan erupsi. Dari seismisitas diketahui bahwa antara Februari hingga Maret 1984 masih terjadi erupsi-erupsi asap secara sporadis dari dalam kawah. Dalam penyelidikan terpadu tersebut pula diketahui, bahwa sumbat lava sudah habis dilontarkan dan menyisakan 3 (tiga) kawah dengan ukuran yang berbeda-beda.

Dari pemetaan bahan erupsi diketahui bahwa, ketebalan endapan hasil Erupsi 1983 bervariasi sejak dari pantai hingga ke puncak, sebagai berikut;
- sektor timur antara 5 cm - 120 cm
- sektor utara antara 35 cm - 140 cm
- sektor selatan antara 10 cm - 205 cm
- sektor barat antara 50 cm - 600 cm.