G. Tangkuban Parahu

G. TANGKUBANPARAHU, JAWA BARAT pdf_icon_transparent
TANGKUBANPARAHU


KETERANGAN UMUM

  
NAMA KAWAH :

Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian dan Pangguyangan Badak

LOKASI GEOGRAFI

:  6 46' LS dan 107 36'BT
LOKASI ADMINISTRASI :  Kab. Subang dan Kab. Bandung, Propinsi Jawa Barat.
KETINGGIAN :
 2087 m dpl, 1300 m di atas dataran tinggi Bandung
KOTA TERDEKAT :  Parongpong, Lembang
TIPE GUNUNGAPI :  Strato

 

PENDAHULUAN

Cara Mencapai Puncak  

Puncak G. Tangkubanparahu dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda 4 dari kota Bandung dan Lembang di sebelah selatan dan kota Subang dan Jalan Cagak di sebelah utara timurlaut.

Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi

Erupsi G.Tangkubanparahu telah menghasilkan banyak batuan yang bernilai ekonomis. Hasil erupsi tersebut terdiri atas batuan keras (lava), pasir/ tras, lapisan abu halus warna hitam yang biasa disebut tanah Lembang. Disamping itu juga terdapat travertin dan mata air panas yang merupakan hasil tidak langsung dari kegiatan gunungapi.

Wisata 

Nama TangkubanPerahu sangat lekat dengan sebuah legenda tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Tujuan wisata G. Tangkuban Perahu terletak di beberapa kawahnya. Tangkubanparahu terakhir meletus pada tahun 1910, memiliki 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang. Banyaknya erupsi yang terjadi dalam 1,5 abad terakhirlah yang menyebabkan banyaknya kawah - kawah pada gunung Tangkuban Perahu. Kawah-kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.