G. Ili Lewotolok - Geologi

 

GEOLOGI

Stratigrafi
Menurut Hartmann (1935, p. 820-821), semua gunungapi giat dari Lomblen ditandai dengan adanya jalur patahan di puncak. Jalur gunungapinya berarah tenggara-baratdaya. G. Ili Lewotolok memiliki garis penampang yang indah dan teratur, tetapi di beberapa tempat muncul ketidakteraturan diakibatkan oleh aliran lava yang berakhir pada sayap gunung. Lereng G. Ili Lewotolok terdiri dari abu gunungapi, breksi, pasir gunungapi, bom gunungapi, dan aliran lava, kecuali di lereng baratdaya relatif jarang.

Neumann van Padang (1951, p. 201) menulis bahwa gunungapi ini terletak di bagian utara dari Semenanjung P. Lomblen. Ini adalah kerucut nyata, jika dilihat dari utara atau timur. Komposisinya terdiri dari dari abu gunungapi, breksi gunungapi, dan aliran lava, banyak di antaranya sampai ke pantai.

Hartmann (1935, p. 817-824) membagi tiga fasa dari pembentukannya :

  1. Gunungapi yang asli dengan diameter kawahnya 1300 m (K0). 
  2. Sebuah lubang yang terangkat 9 m dari komplek lubang dan kerucut baru yang orisinil dengan kawah K1, dalam kawah besar K0. 
  3. Topografi orisinil yang sekarang dan kawah K2, timur menenggara dari yang disebut dahulu. Pada saat ini kawah K1 berukuran 900 x 800 m, ketinggian antara 1275-1150 m dpl, kawah K2 berukuran 250 x 200 m berketinggian 1319-1225 m dpl dan dasarnya 130 x 100 m berketinggian 1214 m dpl. 

Reksowirogo (1972, p. 4) menulis bahwa G. Ili Lewotolok yang dibangun di atas batu gamping koral dan mempunyai titik ketinggian 1319 m dpl terletak di semenanjung utara P. Lomblen, Kabupaten Flores Timur. Di puncak G. Ili Lewotolok terdapat sebuah kawah besar dengan ukuran 800 x 900 m, di bagian baratdaya terdapat kerucut dengan titik ketinggian 1319 m dpl. Di dekat kerucut baru tersebut terdapat kawah dengan hembusan solfatara yang hampir mengelilingi kerucut baru tersebut, terbanyak di lerang bagian barat sedangkan di bagian timurnya sedikit.

Keadaan topografinya jika dibandingkan dengan apa yang tercantum dalam peta topografi puncak 1960 hampir tidak ada perubahan. Perubahan yang dapat dicatat hanya perluasan atau penyebaran solfatara di lereng timur dari titik tertinggi (kerucut baru). Pada amblasan dari aliran lava yaitu pada Kelompok II dan III demikian pula pada Kelompok IV. Tetapi penyebaran fumarola di pinggir atas sebelah baratdaya dan di kawah K1 berkurang (Kelompok IX).

Longsoran dari lereng dalam bagian barat, baratlaut maupun timur dari kawah besar banyak terjadi, sehingga banyak bongkah tertimbun di dasar kawah. Bahan baru berupa bom gunungapi tidak ditemukan. Solfatara berwarna kuning membara, hablur belerang hasil sublimasi banyak ditemukan di lerang timur, utara, dan selatan dari kerucut baru ini.

Petrologi
Lava lama adalah basalt olivin, andesit piroksin dan andesit piroksen amfibol hingga andesit trakit. Beberapa basalt olivin mengandung biotit. Lava muda adalah basalt olivin, basalt olivin hingga basalt trakit dan andesit piroksin hingga andesit trakit dengan sedikit amfibol (Brouwer, 1940).

Menurut Santosa dkk (1994) secara petrografis batuan G. Ili Lewotolo terbagi menjadi 3 jenis yaitu andesit, andesit basaltik dan basalt. Fenokris utama penyusunnya adalah plagioklas, piroksen, mineral opak ditambah dengan atau tanpa adanya olivin dan hornblenda yang tertanam dalam massa dasar berupa mikrolit-mokrolit plagioklas, gelas dan mikrogranular piroksen.