G. Iliboleng

G. ILIBOLENG, Nusa Tenggara Timur pdf_icon_transparent
1

G. ILIBOLENG, Nusa Tenggara Timur




KETERANGAN UMUM   
NAMA LAIN : Bolin, Wakka, Lamatelang (L.D. Reksowirogo)

NAMA KAWAH

:   K2, K3, K4, K5 (Kawah Utama), Kawah Riawale ,Nama Kawah Lain :Kawah Ili Balile
a. LOKASI ADMINISTRASI :  Adonara Timur dan Adonara Barat, Kab. Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
b. LOKASI GEOGRAFI :  8°40" Lintang Selatan dan 122°27' Bujur Timur
KETINGGIAN :
 1659 m dpl
1639 m di atas dataran kota Wai Werang
KOTA TERDEKAT :  Wai Werang
TIPE GUNUNGAPI :   Tipe A berbentuk strato
POS PENGAMATAN :
 Desa Arubala, Kecamatan Ili Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur)

 

PENDAHULUAN

Cara Mencapai Puncak

Pendakian menuju puncak G. Iliboleng dapat ditempuh dari beberapa arah, yaitu :

  1. Dari arah selatan G. Iliboleng, yaitu dari Kp. Lamahelan Bawah (elevasi 100 m dpl) menuju Kp. Lamahelan Atas (elevasi 300 m dpl) dengan berjalan kaki sekitar 1 jam. Dilanjutkan menuju puncak bagian selatan selama 6 jam perjalanan. Lintasan ini walaupun relatif pendek tetapi kemiringan lerengnya cukup tajam (sekitar 45o - 60o ). 
  2. Dari arah utara-timurlaut, yaitu dari Kp. Dua/Nisakarang. Lintasan ini tidak terlalu berat, kemiringan lerengnya sekitar 40o - 45o, kecuali pada daerah hampir mencapai puncak kemiringan lereng berkisar 50o - 55o dengan kondisi lereng sangat licin (karena ditutup endapan jatuhan piroklastik muda yang tidak padu). Lama perjalanan dari Kp. Dua menuju puncak sekitar 5 jam. 
  3. Dari arah timur, yaitu dari Kp. Lamabayung. Lintasan melalui Kp. Lamabayung ini dapat dicapai dengan lama perjalanan sekitar 6 jam.

 

2

Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi  

Cadangan batuan beku cukup berlimpah, berupa lava berkomposisi andesit dan andesit-basaltik, serta pasir dan batu (sirtu) dari endapan lahar yang termasuk bahan galian golongan C telah banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat menjadi batu belah dan batu lempengan serta pasir untuk keperluan pembangunan rumah-rumah penduduk serta pengerasan jalan dan pembuatan jembatan. Daerah-daerah yang telah banyak dieksploitasi adalah di sekitar Kampung Lewopao, Kampung Hingaloli dan sekitar Hinga.

Wisata

Daerah G. Iliboleng berpotensi untuk industri pariwisata, karena selain alam pegunungannnya yang indah dengan lekukan-lekukan punggungan lava yang hijau juga kaki gunung sebelah timur dan selatannya langsung berbatasan dengan pantai Laut Sawu. Keterdapatan kawah di puncak G. Iliboleng dapat dijadikan sebagai geowisata. Lokasi wisata yang sudah berkembang adalah pesisir pantai yang terdapat di kaki G. Iliboleng sebelah timur yaitu di daerah Riangderi. Wisata pendakian gunung (hiking) dapat dilakukan dari Kampung Lamahelan Bawah melalui Kampung Lamabayung, atau melalui Kampung Dua.