G. Batur - Sejarah Letusan

 

SEJARAH LETUSAN

Kegiatan letusan G. Batur yang tercatat dalam sejarah dimulai tahun 1804 dan terakhir tahun 2000, secara singkat kegiatan letusannya seperti tabel berikut.

Tabel Tahun erupsi G. Batur yang tercatat dalam sejarah kegiatannya.

Tahun

Keterangan

1804

Terjadi erupsi dari kawah utamanya.

1821

Terjadi erupsi dari kawah utamanya.

1849

Letusan dengan aliran lava ke jurusan selatan sampai danau.

1888

Terjadi letusan celah pada lereng tenggara, lava mengalir ke jurusan tenggara sampai danau.

1897

Terjadi lerupsi dari kawah utamanya

1904

Erupsi parasit di sebelah barat, yaitu sekitar G. Anti dan G. Pandang, lavanya tersebar di sekitarnya.

1905

Erupsi dari Kawah Batur I, Batur II dan Batur III. Lavanya mengalir ke jurusan selatan, baratdaya dan selatan.

1921

Erupsi dimulai 29 januari dan berakhir 17 April, aliran lavanya ke arah baratdaya dan selatan.

1922

30 Agustus terjadi Erupsi dari kawah utamanya.

1923

Peningkatan kegiatan selama 2 hari.

1924

Letusan abu terjadi pada bulan Maret.

1925

Awal Januari terjadi letusan abu, diikuti leleran lava pijar selama 1 hari.

1926

Erupsi dimulai 2 Agustus dan berakhir 21 September.

1963

Erupsi dimulai 5 September dan berakhir 10 Mei 1964, letusan disertai leleran lava.

1965

Pada 18 Agustus terjadi letusan abu.

1966

Pada 28 April terjadi letusan abu.

1968

Erupsi dimulai 23 Januari dan berakhir 15 Februari, leleran lava ke arah selatan.

1970

Akhir januari terjadi letusan abu sangat tipis sampai di Kintamani.

1971

Mulai 11 Maret tejadi letusan abu, letusan berlangsung sampai Mei.

1974

Erupsi terjadi pada 12 maret, leleran lava terjadi pada 17 Maret ke arah barat sekitar Yehmampeh.

1994

Erupsi  dimulai tgl. 7 Agustus 1994, kegiatan letusan 1994 bersifat eksplosif yang pada awal letusan berupa letusan abu (Foto 3), kemudian letusan-letusan berikutnya disertai lontaran material pijar (Foto 4), mengahsilkan kawah baru (Kawah 1994). Produk letusan lapili dan bom vulkanik hanya mengendap sekitar kawah dengan radius lebih kurang 300 m dari pusat letusan, sedangkan abu letusan mengendap ke arah barat sampai di Kintamani. Tinggi asap letusan berkisar antara 25 - 300 m di atas bibir kawah.

1995

Erupsi 26 Mei 1995, pusat letusan dari Kawah 1994, kegiatannya berupa letusan-letusan eksplosif disertai lontaran metrial pijar. Sifat erupsinya sama dengan kegiatan erupsi 1994.

1997

Erupsi terjadi mulai 8 November 1997, pusat erupsi dari Kawah Batur III. Kegiatan erupsi berupa pelepasan gas kering yang teramati kebiru-biruan yang dikeluarkan dari Kawah Batur III.

1998

Erupsi dimulai 2 Juni 1998, menghasilkan kawah baru (Kawah 1998), yang lokasinya terletak di antara Kawah Batur III dengan Kawah 1994. Letusa-letusan selama Juni 1998 dicirikan oleh letusan-letusan gas kering yang teramati kebiru-biruan, yang pada malam hari termati sebagai semburan /sinar  api  (Foto 5).

1999

Erupsi dimulai 1 Pebruari 1999, menghasilkan kawah baru (Kawah 1999), kegiatan vulkanik dari kawah ini berupa letusan/hembusan asap (Foto 6). Pada tgl. 15 Maret 1999 pematang yang memisahkan Kawah 1998 dengan Kawah 1999 amblas, sehingga kedua kawah tersebut menjadi satu.

2000

Pada tgl. 7 Juli 2000, pkl 12:16 Wita, kembali terjadi letusan sebanyak 3 kejadian, pusat letusan dari Kawah 1999. Tinggi asap letusan mencapai maksimum 300 m di atas bibir kawah, condong ke arah baratlaut. Asap letusan berwarna abu-abu kehitaman. Letusan disertai lontaran piroklastik seperti pasir, lapili dan bongkah, mengendap dengan radius lk. 100 m dari pusat letusan. Kejadian letusan kali ini telah mengakibatkan korban 1 orang langsung meninggal dan 1 orang luka-luka, korban tersebut adalah wistawan asing yang mendaki tanpa pemandu wisata. Pada saat letusan 7 Juli 2000, kondisi G. Batur masih dalam status Waspada, dengan saran wisatwan dilarang mendekati pusat letusan dengan radius 500 m dari pusat kegiatan (Kawah 1994).

Karakter Letusan

Junghun 1850, mencatat letusan dan aliran lava tahun 1849 yang mengalir ke arah selatan sampai Danau Batur. Beberapa letusan seperti pada tahun 1888, 1904 dan 1905. Pada tahun 1926 letusan G. Batur mengeluarkan leleran lava yang menimbun Desa Batur namun tidak menimbulkan korban jiwa. Erupsi berupa leleran lava terjadi kembali pada tahun 1963 dan 1964 ke arah barat, selatan dan baratdaya.

Gambar Letusan G. Batur, 29 Agustus 1994.
4

Tahun 1968 G. Batur meletus berupa lontaran bahan vulkanik pijar setelah sebelumnya didahului leleran lava. Dalam tahun 1969 dilaporkan bau belerang di permukaan Danau Batur, warna airnya berubah dari hijau menjadi putih. Kejadian ini berlangsung selama dua hari. Berbeda dengan aktivitas sebelumnya erupsi Mei 1971 berupa letusan abu yang menyebar di dalam kaldera dan hujan abu tipis di Kintamani, kemudian disusul oleh erupsi 1974 berupa letusan yang mengeluarkan leleran lava ke arah barat, sekitar Yehmampeh.

Letusan periode tahun 1994 - 1995 didominasi oleh letusan strombolian, kemudian periode 1997 - 1999 letusan-letusannya dominan bersifat letusan gas/asap, sedangkan letusan 7 juli 2000 berupa letusan strombolian.

Periode Letusan

Periode letusan G. Batur umumya berlangsung lama (bulanan) dengan intesitas relatif kecil/lemah. Sedangkan tenggang waktu antar kejadian letusan dalam sutu periode berlangsung beberapa menit/detik hingga beberapa jam. Waktu istirahat antar pereode letusan 1 s/d 39 tahun.