G. Sinabung - Mitigasi Bencana

MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI

 

Kegiatan G. Sinabung dipantau secara menerus baik secara visual dan kegempaan dari Pos Pengamatan G. Sinabung

Visual

Berdasarkan pengamatan visual di lapangan G. Sinabung seringkali tertutup kabut, namun pada saat gunung tampak jelas terlihat hembusan asap tipis hingga tebal berwarna putih bertekanan lemah hingga sedang dengan ketinggian lk. 50 - 200 m di atas kawah.

Seismik

9

Gambar Jaringan Seismik dan Deformasi G. Sinabung

KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNGAPI

Berdasarkan sifat erupsi dan keadaan G.Sinabung saat ini, maka potensi bahaya erupsi yang mungkin terjadi, adalah berupa: aliran piroklastik (awan panas), jatuhan piroklastik (lontaran batu pijar dan hujan abu), aliran lava serta lahar. Berdasarkan potensi bahaya yang mungkin terjadi, kawasan rawan bencana G. Sinabung dapat dibagi menjadi tiga tingkat kerawanan dari rendah ke tinggi, yiatu: Kawasan Rawan Bencana I, Kawasan Rawan Bencana II dan Kawasan Rawan Bencana III.

KAWASAN RAWAN BENCANA III (KRB-III)

Kawasan rawan bencana III (KRB III), adalah kawasan yang sangat berpotensi terlanda awan panas, aliran dan guguran lava, lontaran batu (pijar), hujan abu lebat dan gas beracun. Kawasan rawan bencana III (KRB III) G.Sinabung terdiri atas dua bagian, yaitu:
  1. Kawasan rawan bencana terhadap aliran massa (awan panas, aliran dan guguran lava), dan gas beracun. 
  2. Kawasan rawan bencana terhadap material lontaran batu (pijar) dan jatuhan hujan abu lebat.

 

KAWASAN RAWAN BENCANA II (KRB-II)

Kawasan rawan bencana II (KRB II), adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat. Kawasan ini dibedakan menjadi dua bagian:

  1. Kawasan rawan bencana terhadap aliran massa (awan panas, aliran dan guguran lava).
  2. Kawasan rawan bencana terhadap material lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.

KAWASAN RAWAN BENCANA I (KRB-I)

Kawasan rawan bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar dan tertimpa hujan abu. Apabila letusannya membesar, maka kawasan ini kemungkinan berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) berdiameter lebih kecil dari 2 cm. Kawasan rawan bencana I (KRB I) ini dibedakan menjadi dua bagian, yakni:

  1. Kawasan rawan bencana terhadap aliran massa (lahar).
  2. Kawasan rawan bencana terhadap material jatuhan (hujan abu dan lontaran batu (pijar).

 

krb_sinabung_web