Penurunan Tingkat Aktiivitas G. Slamet Dari Siaga (level Iii) Menjadi Waspada (level Ii) - Lampiran

Lampiran 1:

Statistik Kegempaan G. Slamet

Selama periode  1 November 2014 – 30 November 2014 gempa yang teridentifikasi di seismograf Pos PGA Slamet, adalah gempa Hembusan dan getaran Tremor. Sedang mulai tanggal 1 Desember 2014 – 5 Januari 2015 (pukul 06.00 WIB) hanya teridentifikasi Gempa Hembusan.

 

slamet_1

Lampiran 2:

RSAM (Real-time Seismic Amplituda Measurement) 

Kenaikan nilai RSAM (Real-time Seismic Amplituda Measurement) pada Stasiun Cilik (CLK) G. Slamet yang signifikan mulai terlihat pada pertengahan Juli 2014, dan nilai RSAM tersebut masih terus meningkat hingga 13 September 2014 pukul 02:30 WIB, dan setelah itu terjadi penurunan secara signifikan. Pada tanggal 17 September 2014 mengalami peningkatan kembali, hal ini disebabkan oleh intensifnya kejadian gempa hembusan dan gempa Tremor. Pada periode Desember 2014 hingga 5 Januari 2015 pukul 06:00 WIB nilai RSAM cenderung  menurun walaupun berfluktuasi.

slamet2

Lampiran 3:

Deformasi EDM G. Slamet

Hasil pengukuran perubahan deformasi G. Slamet dengan menggunakan cara EDM, dalam periode 24 September 2014 – 5 Januari 2015, jarak miring baik POS-BCS, maupun POS-CLK cenderung datar walaupun berfluktuasi.

slamet3

Lampiran 4:

Deformasi Tiltmeter G. Slamet

Hasil pengamatan tiltmeter kontinyu di stasiun Cilik memperlihatkan grafik data tiltmeter kontinyu dari November 2014 – 5 Januari 2015, baik pada komponen sumbu Y (radial) dan komponen sumbu X (tangensial) menunjukkan kecenderungan relatif datar.

slamet4

Lampiran 5:

Pengukuran Suhu Mata Air Panas  Menggunakan Thermocouple

Suhu mata air panas yang diukur secara kontinyu sejak Januari 2014 hingga 5 Januari 2015 di Daerah Guci (Kaki Gunung Slamet sebelah barat laut)

Hasil pengukuran suhu di ketiga lokasi tersebut menunjukkan nilai yang berfluktuatif dan tidak terjadi perubahan yang signifikan.