Penurunan Status G. Raung Dari Waspada Menjadi Normal, 17 Juni 2014

 

Hasil pengamatan G. Raung sebagai berikut :

 I. Pendahuluan

Gunungapi Raung secara geografis berada pada posisi 8º 07’ 30” LS dan 114º 02’ 30” BT     dengan tinggi puncaknya 3332 meter dari permukaan laut. Sedangkan secara administratif terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Bodowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur.

Kegiatan gunungapi Raung umumnya dicirikan oleh hembusan asap kawah berwarna putih tipis, tekanan lemah dengan ketinggian berkisar antara 50 hingga 75 meter dari puncak yang umumnya condong ke arah utara. Dalam periode Oktober 2012 – awal tahun 2013 aktivitas G. Raung sempat meningkat (tertinggi sempat mencapai level Siaga) namun pada April 2013 aktivitas sudah menurun lagi dan status kegiatan G. Raung kembali pada level Normal. Pada awal tahun 2014 aktivitas G. Raung sedikit meningkat sehingga pada 5 Januari 2014 status kegiatan G. Raung dinaikkan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II).

 II. Visual

-       Tanggal 01 – 31 Maret 2014, cuaca pada umumnya terang/cerah, angin tenang -sedang dari selatan atau barat. Suhu udara 18-31 °C. Hujan gerimis-deras. Gunung jelas-tertutup kabut. Saat jelas asap solfatara terlihat putih sedang, tekanan lemah, tinggi kurang lebih 75 meter di atas puncak, arah condong ke barat.

-       Tanggal 01 30 April 2014, cuaca pada umumnya mendung, angin tenang-sedang dari utara. Suhu udara 18-30 °C. Hujan gerimis-deras. Gunung jelas-tertutup kabut. Saat jelas asap solfatara terlihat putih ketebalan tipis sampai sedang, tekanan lemah, tinggi kurang lebih 75-300 meter di atas puncak, arah condong ke utara.

-       Tanggal 0131 Mei 2014 (hingga pukul 06:00 WIB), cuaca terang-mendung, angin tenang-sedang ke utara atau selatan. Suhu udara 18-29 °C. Hujan gerimis-deras. Gunung jelas-tertutup kabut 0III. Saat jelas asap solfatara terlihat putih sedang, tekanan lemah, tinggi kurang lebih 100 meter di atas puncak, arah condong ke selatan.

-       Tanggal 0117 Juni 2014 (hingga pukul 06:00 WIB), cuaca terang-mendung, angin tenang. Suhu udara 18-28 °C. Hujan gerimis-sedang. Gunung jelas-tertutup kabut 0III. Saat jelas tidak terlihat adanya hembusan asap solfatara. 

 

III. Kegempaan

Aktivitas kegempaan diindikasikan :

-          Tanggal 01 – 31 Maret 2014, tercatat, 11 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 7 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 234 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), dan 22 kali Tremor dengan amplituda 1-6 mm.

-          Tanggal 0130 April 2014, tercatat 14 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 80 (kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), dan 2218 kali Tremor dengan amplituda 1,5-32 mm.

-          Tanggal 0131 Mei 2014 (hingga pukul 06:00 WIB), tercatat 183 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), 3 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), dan 236 kali Gempa Tremor dengan amplituda 0.5-32 mm.

-          Tanggal 0117 Juni 2014 (hingga pukul 06:00 WIB), tercatat 110 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), 1 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 421 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), dan 2 kali Gempa Tremor dengan amplituda 1-2 mm.

Selama periode Maret-April 2014 jumlah harian kegempaan vulkanik didominasi gempa vulkanik tipe Tremor menunjukkan peningkatan jumlah kejadian Tremor maupun amplituda Tremor. Namun sejak awal Mei, baik jumlah maupun amplituda Tremor, cenderung menurun (Lampiran 1).

RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) menunjukkan energi getaran gempa-gempa, dalam periode Maret-April 2014 menunjukkan peningkatan energi namun sejak awal Mei energi getaran gempa cenderung menurun (Lampiran 2).

IV. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan secara instrumental, visual dan analisis data, maka status kegiatan G. Raung diturunkan dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I) terhitung tanggal 17 Juni 2014, pukul 13:00 WIB.

Status kegiatan G. Raung akan diturunkan/dinaikkan jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. 

V. Rekomendasi

Sehubungan dengan status Normal G. Raung, maka direkomendasikan :

  1. Masyarakat di sekitar G. Raung dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah dan turun ke kawah yang ada di puncak G. Raung.
  2. Masyarakat di sekitar G. Raung tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Raung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (BPBD), BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember tentang aktivitas G. Raung.
  3. Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Raung di Kp. Manggaran, Ds. Sumber Arum, Kecamatan Songon, Kabupaten Banyuwangi atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

raung_1

raung_2

raung_3