Peningkatan Status G. Sangeangapi Dari Waspada Menjadi Siaga, 30 Mei 2014

Hasil evaluasi kegiatan G. Sangeangapi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai berikut:

I. Pendahuluan

Secara administratif G. Sangeangapi termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat dan secara geografis terletak pada posisi 8o12’ Lintang Selatan dan 119o4’ Bujur Timur. Puncak G. Sangeangapi berada pada ketinggian 1.909 m di atas permukaan laut. Gunungapi Sangeangapi itu sendiri terletak di Pulau Sangeang yang merupakan pulau gunungapi dan diamati dari Pos PGA yang terletak di Desa Sangeang, Pulau Sumbawa. Sejak tanggal 13 Juni 2013 pukul 12.00 WITA status G. Sangeangapi diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).

 

II. Hasil Pemantauan

2.1 Visual

Hasil pengamatan visual yang dilakukan dari Pos PGA Sangeangapi dari bulan Januari 2014 hingga tanggal 30 Mei 2014 adalah sebagai berikut:

  • Bulan Januari 2014, cuaca cerah – hujan, angin tenang hingga sedang dari arah timur, suhu udara 29 – 35˚ C, kelembaban 50 – 70%. Gunungapi tampak jelas, teramati asap putih tipis bertekanan lemah dengan tinggi 5 – 20 m di atas puncak.
  • Bulan Februari 2014, cuaca cerah – hujan, angin tenang hingga sedang dari arah timur, suhu udara 29 – 35˚ C, kelembaban 50 – 70%. Gunungapi tampak jelas, teramati asap putih tipis bertekanan lemah dengan tinggi 10 – 20 m di atas puncak.
  • Bulan Maret 2014, cuaca cerah – hujan, angin tenang hingga sedang dari arah timur, suhu udara 29 – 33˚ C, kelembaban 50 – 88%. Gunungapi tampak jelas, teramati asap putih tipis bertekanan lemah dengan tinggi 10 – 20 m di atas puncak.
  • Bulan April 2014, cuaca cerah – hujan, angin tenang hingga sedang dari arah timur, suhu udara 29 – 35˚ C, kelembaban 50 – 88%. Gunungapi tampak jelas, teramati asap putih tipis bertekanan lemah dengan tinggi 10 – 25 m di atas puncak.
  • Tanggal 1 – 29 Mei 2014, cuaca cerah – hujan, angin tenang hingga sedang dari arah timur, suhu udara 29 – 36˚ C, kelembaban 60 – 70%. Gunungapi tampak jelas, teramati asap putih tipis bertekanan lemah dengan tinggi 10 – 25 m di atas puncak.
  • Tanggal 30 Mei 2014, terjadi erupsi pada pukul 15:55 WITA dengan tinggi kolom erupsi 3000 m dari puncak.

 

2.2  Kegempaan

Hasil pengamatan kegempaan G. Sangeangapi dari bulan Januari 2014 hingga tanggal 30 Mei 2014 adalah sebagai berikut:

  • Bulan Januari 2014, terekam 366 kali Gempa Hembusan, 197 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 378 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 129 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 104 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Bulan Februari 2014: terekam 337 kali Gempa Hembusan, 350 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 537 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 148 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 89 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Bulan Maret 2014, terekam 557 kali Gempa Hembusan, 481 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 762 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 161 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 121 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Bulan April 2014, terekam 544 kali Gempa Hembusan, 483 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 635 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 139 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 113 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 1 – 29 Mei 2014, terekam 404 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Low Frequency, 337 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 460 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 102 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 73 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • Tanggal 30 Mei 2014, pukul 05:00 – 08:14 WITA terekam tremor menerus dengan amplituda maksimum 40 mm, pukul 08:14 – 13:48 WITA terekam tremor menerus dengan amplituda maksimum 20 mm, pukul 13:48 – 15:55 WITA terekam swarm gempa vulkanik dengan amplituda maksimum 20 mm.

 

III. Evaluasi

Pemantauan visual terhadap puncak G. Sangeangapi selama tahun 2014 hingga tanggal 29 Mei 2014 tidak menunjukan perubahan, aktivitas yang teramati hanya terbatas pada hembusan asap putih tipis bertekanan lemah dengan tinggi 5 – 25 m dari puncak. Pada tanggal 30 Mei 2014 terjadi erupsi pada pukul 15:55 WITA dengan tinggi kolom erupsi 3000 m dari puncak.

Selama tahun 2014 jumlah kegempaan G. Sangeangapi berfluktuasi dan mencapai nilai tertinggi pada tanggal 24 Maret 2014 dengan 58 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan 110 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA). Setelah itu kegempaan kembali berfluktuasi. Pada tanggal 30 Mei 2014 pukul 05:00 WITA mulai terekam tremor menerus yang kemudian disusul dengan munculnya gempa vulkanik menerus (swarm) pada pukul 13:48 WITA.

IV. Potensi Bencana

Menurut catatan sejarah aktivitas letusan G. Sangeangapi umumnya bersifat eksplosif dengan pusat kegiatan di puncak. Namun terkadang muncul aliran lava, awan panas dan pertumbuhan kubah lava. Pada saat ini G. Sangeangapi memiliki kubah lava yang menambah potensi bencana bila terjadi letusan yang menghancurkan kubah lava tersebut dan menimbulkan aliran awan panas dan jatuhan piroklastik.

 

V. Kesimpulan

  • Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya G. Sangeangapi maka status kegiatan G. Sangeangapi dinaikan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) terhitung sejak tanggal 30 Mei 2014 pukul 16:00 WITA.
  • Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Sangeangapi, serta pemahaman akan aktivitas G. Sangeangapi harus tetap dilakukan secara intensif melalui kegiatan sosialisasi tentang ancaman aktivitas erupsi G. Sangeangapi.
  • Jika terjadi perubahan peningkatan/penurunan aktivitas vulkanik G. Sangeangapi secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat dinaikkan/diturunkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya. 

VI. Rekomendasi

Sehubungan dengan status SIAGA G. Sangeangapi, maka diberikan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Masyarakat di sekitar G. Sangeangapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati dan beraktivitas di P. Sangeang.
  2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat untuk diam di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan memakai masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata.
  3. Masyarakat di sekitar G. Sangeangapi diharap tenang dan tetap waspada, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Sangeangapi.
  4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BPBD Kabupaten Bima dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Sangeangapi.
  5. Pemerintah Daerah Kabupaten Bima agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Sangeangapi  yang terletak di Desa Sangeang Darat, Kecamatan Wera atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.