Evaluasi Status Kegiatan Awas (level Iv) G. Sinabung Tanggal 10 – 17 Januari 2014 - Lampiran

Lampiran 1. Kegempaan G. Sinabung 1 Juli 2013 hingga 16 Januari 2014

Gempa Letusan dan Guguran meningkat sejak tanggal 30 Desember 2013, namun kegempaan masih didominasi oleh gempa Hybrid. Amplituda tremor cenderung membesar, namun berfluktuasi

snb17012014_1

 

Lampiran 2.

Gambar di bawah adalah RSAM (Real-Time Seismic Amplitude Measurement) G. Sinabung 15 November 2013 – 9 Januari 2014.

RSAM menurun sejak 16 Desember 2013, tetapi masih pada level yang cukup tinggi yang berkaitan dengan pertumbuhan kubah lava. Sejak 30 Desember 2013, mulai terjadi awanpanas dan letusan hingga saat ini, dan diindikasikan meningkatnya RSAM

snb17012014_2

Gambar di bawah adalah 1/RSAM dihubungkan dengan Durasi Gempa Letusan dan Jarak Luncur Guguran. Jarak luncur semakin panjang berbanding terbalik dengan durasi Letusan.

snb17012014_3

Lampiran 3. Pengukuran Tiltmeter stasiun Lau Kawar, tanggal 17 November 2013 – 10 Januari 2014. Dalam periode 10-17 Januari 2014  memperlihatkan komponen sumbu X (tangensial) relatif datar, sedangkan sumbu Y (radial) hingga 14 Januari secara umum cenderung inflasi namun berfluktuasi sebesar 50-100 mikroradian dan sejak tanggal 14 Januari 2014 menunjukkan deflasi, deformasi ini mencerminkan bergeraknya magma dari tempat yang dalam menuju tempat yang lebih dangkal. Sejak 14 Januari hingga saat ini sumbu Y cenderung datar yang mengindikasikan tempat magma dalam terisi fluida/magma.

snb17012014_4

 

Lampiran 4. Hasil pengukuran baseline GPS Kontinyu tanggal 1 Desember 2013 – 17 Januari 2014 menunjukkan fluktuasi. Pengolahan data tiap titik menunjukkan arah resultan ketiga titik menunjukkan pola deflasi (radial ke arah luar dari puncak) dan relatif memendek, menunjukkan penurunan tekanan dan/atau berkaitan dengan pembebanan oleh tubuh kubah lava dan pengosongan sebagian volume magma dalam bentuk guguran dan aliran awan panas.

 

snb17012014_5

 

Lampiran 5. Pengukuran Fluks SO2, suhu mata air panas di daerah Payung, CO2 dan H2S dihubungkan dengan kejadian letusan G. Sinabung 

snb17012014_6