Press Release Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu

presscon tangkuban parahu

Gunungapi Tangkuban Parahu merupakan gunungapi aktif yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Erupsi G. Tangkuban Parahu pada umumnya berupa letusan freatik dari Kawah Ratu. Rangkaian erupsi pada tahun 2019 diawali dengan erupsi freatik pada 26 Juli 2019, menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu – hitam dengan tinggi kolom erupsi 200 - 300 m dari dasar kawah, diikuti dengan rangkaian erupsi menerus selama Bulan Agustus 2019, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih – kelabu tebal dengan tinggi kolom erupsi 120 – 200 m dari dasar kawah. Erupsi terakhir terjadi pada 7 September 2019. Berikut ini disampaikan evaluasi aktivitas G. Tangkuban Parahu terkini:

Data Pemantauan:

  1. Erupsi freatik berupa letusan abu dan lumpur sudah tidak teramati dalam 1 (satu) bulan terakhir. Aktivitas saat ini berupa hembusan gas/uap air dari dasar kawah aktif saat ini (Kawah Ratu) berwarna putih tipis – tebal dengan ketinggian rata – rata 50 m dari dasar kawah.
  2. Kegempaan G. Tangkuban Parahu sejak 1 Oktober 2019 didominasi oleh gempa Hembusan. Gempa-gempa vulkanik (Low Frequency, Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal, Tremor) masih terekam dengan kecenderungan energi gempa terus menurun.
  3. Pengamatan deformasi melalui pengukuran jarak miring dengan EDM menunjukan pola deflasi (pengempisan) pada tubuh G. Tangkuban Parahu, mengindikasikan saat ini tidak ada pergerakan magma ke permukaan.
  4. Pengukuran konsentrasi gas vulkanik SO2 dan H2S menunjukkan nilai di bawah ambang batas yang membahayakan. Pengukuran rasio gas H2S/SO2 menunjukan bahwa saat ini aktivitas lebih dominan berasal dari hidrothermal pada kedalaman dangkal.

Analisis:

Pengamatan visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik G. Tangkuban Parahu berada pada pola penurunan.

Potensi bahaya:

Erupsi freatik sudah tidak teramati, tetapi perlu diwaspadai ancaman peningkatan konsentrasi gas-gas yang dapat membahayakan keselamatan jiwa yang masih mungkin terjadi di sekitar lubang kawah aktif saat ini.

Kesimpulan:

Mengacu pada potensi ancaman bahaya G. Tangkuban Parahu terkini, maka tingkat aktivitas G. Tangkuban Parahu diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) terhitung sejak 21 Oktober 2019 pkl. 09.00 WIB. Evaluasi menerus tetap dilakukan untuk mengantisipasi tingkat aktivitas dan potensi ancaman erupsi.

Rekomendasi:

  1. Dalam Level I (Normal) ini masyarakat di sekitar G. Tangkuban Parahu dan pengunjung/wisatawan/pendaki direkomendasikan agar tidak turun ke dasar Kawah Ratu dan turun/mendekat ke kawah-kawah aktif lain G. Tangkuban Parahu.
  2. BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat dan BPBD Kabupaten Subang agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Tangkuban Parahu di Desa Cikole, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.