Peningkatan Aktivitas Gunung Api Ili Lewotolok, Ntt Dari Level I (normal) Menjadi Level Ii (waspada)

chart_stack-grafik_Ili Lewotolok

I. Pendahuluan

Gunungapi Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian 1423 meter di atas permukaan laut. Sejarah erupsi G. Ili Lewotolok pernah terjadi pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1821, 1864, 1889, dan 1920.

Krisis kegempaan G. Ili Lewotolok terakhir terjadi pada bulan Januari 2012, dimana pada tanggal 2 Januari 2012 pukul 18:00 WITA tingkat aktivitas G. Ili Lewotolok dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada), dan pada pukul 23.30 WITA dinaikkan menjadi Level III (Siaga). Tingkat aktivitasnya diturunkan kembali menjadi Level II (Waspada) pada 25 Januari 2012 pukul 16.00 WITA dan menjadi Level I (Normal) pada 17 Oktober 2013 pukul 10:00 WITA.


II. Visual

Pemantauan secara visual aktivitas G. Ili Lewotolok dilakukan secara kontinyu dari Pos PGA di Desa Laranwutun. Hasil pemantauan visual selama 2 bulan terakhir adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 1-7 Agustus 2017, pada umumnya cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 20-44°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian 25 - 600 meter dari atas puncak, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
  • Tanggal 8-14 Agustus 2017, pada umumnya cuaca cerah hingga berawan, angin Lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 44°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
  • Tanggal 15 - 21 Agustus 2017, pada umumnya cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 47°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 50 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
  • Tanggal 22-31 Agustus 2017, pada umumnya cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 19 - 44°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
  • Tanggal 1 - 7 September 2017, pada umumnya cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 18 - 43°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian 5 - 300 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
  • Tanggal 8 - 14 September 2017, pada umumnya cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 20 - 43°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
  • Tanggal 15 - 21 September 2017, pada umumnya cuaca cerah, angin Lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 20 - 43°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
  • Tanggal 22 - 30 September 2017, pada umumnya cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 21 - 44°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 500 meter dari atas puncak, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal.
  • Tanggal 1 - 6 Oktober 2017, pada umumnya cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 22 - 44°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 50 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga sedang.

 

III. Kegempaan

Pemantauan aktivitas G. Ili Lewotolok dilakukan secara kontinyu dari Pos PGA di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape dengan menggunakan seismograf Kinemetriks PS-2, adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 1 - 7 Agustus 2017: Terekam 3775 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 42 mm dan lama gempa 3 - 150 detik. 7 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 6.5 - 33 mm dan lama gempa 47 - 108 detik. 2 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 2 - 31 mm dan lama gempa 26 - 72 detik. 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 1.5 mm dan lama gempa 107 detik. 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 28 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 104 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 32 - 35 mm, S-P 0.5 detik dan lama gempa 8 - 17 detik. 14 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 17 - 40 mm, S-P 4 - 7.5 detik dan lama gempa 24 - 50 detik. 1 kali gempa Terasa dengan amplitudo 42 mm dan lama gempa 45 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 27 mm, S-P 10 detik dan lama gempa 35 detik.
  • Tanggal 8 - 14 Agustus 2017: Terekam 1345 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 39 mm dan lama gempa 3 - 85 detik. 3 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3 - 4.5 mm dan lama gempa 68 - 150 detik. 1 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 8.5 mm dan lama gempa 4 detik. 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 7 mm dan lama gempa 2.5 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 7 - 8 mm, S-P 0.25 - 0.5 detik dan lama gempa 2.5 - 6 detik. 5 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 12 - 28 mm, S-P 3.5 - 7 detik dan lama gempa 23 - 40 detik. 2 kali gempa Terasa dengan amplitudo 40 - 44 mm dan lama gempa 93 - 107 detik. 5 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 - 14 mm, S-P 25 detik dan lama gempa 135 - 340 detik. 2 kali gempa Harmonik dengan amplitudo 0 - 2 mm dan lama gempa 65 - 121 detik.
  • Tanggal 15 - 21 Agustus 2017: Terekam 1023 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 13 mm dan lama gempa 3 - 97 detik. 2 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 1.5 - 3 mm dan lama gempa 50 - 99 detik. 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 1.5 mm dan lama gempa 201 detik. 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 8 - 26 mm, S-P 0.5 - 1 detik dan lama gempa 8 - 10 detik. 3 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 5.5 - 34 mm, S-P 3.5 - 59 detik dan lama gempa 9.5 - 28 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 - 9 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 110 - 300 detik. 3 kali gempa Harmonik dengan amplitudo 1.5 - 2 mm dan lama gempa 100 - 118 detik.
  • Tanggal 22 - 31 Agustus 2017: Terekam 990 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 22 mm dan lama gempa 3 - 100 detik. 21 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 1.5 - 12 mm dan lama gempa 63 - 209 detik. 1 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 2.5 mm dan lama gempa 37 detik. 18 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4 - 39 mm, S-P 0.25 - 1 detik dan lama gempa 4 - 15 detik. 4 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 37 - 43 mm, S-P 3 - 5 detik dan lama gempa 16 - 45 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.5 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 257 detik. 7 kali gempa Harmonik dengan amplitudo 2 - 3.5 mm dan lama gempa 77 - 143 detik.
  • Tanggal 1 - 7 September 2017: Terekam 906 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 22 mm dan lama gempa 3 - 100 detik. 27 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 1.5 - 25 mm dan lama gempa 65 - 363 detik. 3 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 2.5 - 10 mm dan lama gempa 15 - 28 detik. 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 122 detik. 12 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 6 - 25 mm, S-P 0.25 - 1 detik dan lama gempa 4 - 10 detik. 4 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 12 - 40 mm, S-P 5 - 8 detik dan lama gempa 25 - 28 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 16 - 22 mm, S-P 14 detik dan lama gempa 60 - 100 detik. 4 kali gempa Harmonik dengan amplitudo 2 - 4 mm dan lama gempa 66 - 114 detik.
  • Tanggal 8 - 14 September 2017: Terekam 1175 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 27 mm dan lama gempa 3 - 260 detik. 15 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2 - 23 mm dan lama gempa 65 - 305 detik. 1 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 5 mm dan lama gempa 11 detik. 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 975.5 detik. 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 30 mm dan lama gempa 10 detik. 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 10 - 37 mm, S-P 0.5 - 1 detik dan lama gempa 7 - 15 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 34 mm, S-P 4 detik dan lama gempa 30 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 11 - 27.5 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 90 - 100 detik.
  • Tanggal 15 - 21 September 2017: Terekam 2722 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 30 mm dan lama gempa 3 - 270 detik. 6 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2 - 7 mm dan lama gempa 125 - 1519 detik. 1 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 12 mm dan lama gempa 35 detik. 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 1 mm dan lama gempa 90 detik. 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 10 - 35 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 15 - 25 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 14 - 32 mm dan lama gempa 8 - 10 detik. 21 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 6 - 36 mm, S-P 0.25 - 1 detik dan lama gempa 5 - 19 detik. 14 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 38 - 42 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 15 - 42 detik. 1 kali gempa Terasa dengan amplitudo 42 mm dan lama gempa 50 detik. 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 15 - 19 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 80 - 185 detik.
  • Tanggal 22 - 30 September 2017: Terekam 3906 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 35 mm dan lama gempa 3 - 367 detik. 9 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3 - 29 mm dan lama gempa 80 - 350 detik. 9 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 7 - 37 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 7 - 63 detik. 16 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 - 42 mm dan lama gempa 2.5 - 20 detik. 157 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 5 - 42 mm, S-P 0.25 - 1 detik dan lama gempa 3 - 22 detik. 72 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 10 - 44 mm, S-P 3 - 9 detik dan lama gempa 12 - 80 detik. 11 kali gempa Terasa dengan amplitudo 42 - 45 mm dan lama gempa 22 - 60.5 detik.
  • Tanggal 1 - 6 Oktober 2017: Terekam 1390 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5 - 34 mm dan lama gempa 3 - 200 detik. 9 kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.5 - 24 mm dan lama gempa 65 - 320 detik. 3 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 7 - 39 mm, S-P tidak terbaca dan lama gempa 7 - 30 detik. 48 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3 - 43 mm dan lama gempa 2 - 20 detik. 198 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.5 - 43 mm, S-P 0.25 - 1.25 detik dan lama gempa 2 - 25 detik. 43 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 17 - 44 mm, S-P 2 - 6.5 detik dan lama gempa 11 - 45 detik. 19 kali gempa Terasa dengan amplitudo 42 - 45 mm dan lama gempa 25 - 100 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 27 mm, S-P 12 detik dan lama gempa 32 detik.

 

IV. Potensi Bahaya

Gunung api Ili Lewotolok memiliki potensi bahaya sebagai berikut:

  • Lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.
  • Longsoran/guguran material lapuk dari bagian puncak G. Ili Lewotolok yang merupakan bagian atas intrusi yang diperkirakan mempunyai volume sekitar 400.000 m3 mengarah ke tenggara.
  • Awan panas yang utamanya mengarah ke sektor Tenggara dan Timur.
  • Gas vulkanik yang berbahaya bagi kehidupan antara lain CO2, CO, dan SO2 di daerah puncak.

 

V. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data pengamatan visual dan kegempaan maka pada tanggal 7 Oktober 2017 pukul 20:00 WITA tingkat aktivitas G. Ili Lewotolok dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

 

VI. Rekomendasi

Sehubungan dengan tingkat aktivitas G. Ili Lewotolok pada Level II (Waspada), maka direkomendasikan :

  1. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/ wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah G. Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.
  2. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok diharap tetap tenang, dan seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
  3. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar mengikuti himbauan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, BPBD Provinsi/Kabupaten beserta aparatur terkait lainnya sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi sehingga jika diperlukan upaya-upaya mitigasi strategis yang cepat, dapat dilakukan dengan segera dan tanpa menunggu waktu yang lama.
  4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, BNPB, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan BPBD Kabupaten Lembata dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Ili Lewotolok.

Seluruh masyarakat maupun Pemerintah Daerah, BNPB, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, BPBD Kabupaten Lembata, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi G. Ili Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.vsi.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Partisipasi masyarakat juga sangat diharapkan dengan melaporkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan aktivitas G. Ili Lewotolok melalui fitur Lapor Bencana. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation.


Untuk mengunduh format laporan diatas, dapat klik disini