Kegiatan Gunungapi Sinabung Pasca Letusan 2-3 Agustus 2017

Erupsi Tanggal 2-3 Agustus 2017 menghancurkan kubah lava di puncak lebih dari 2,3 juta meter kubik. Kubah lava ini dibangun sejak April 2017 oleh Sinabung dalam tingkat kegiatan AWAS atau Level IV. Erupsi tipe letusan menghasilkan kolom abu pekat mencapai ketinggian 4200 m dan awan panas guguran yang meluncur ke arah tenggara dan timur sejauh 2500-4500 m mencapai Sungai Laborus. Dampak erupsi berupa endapan awan panas masih di dalam daerah larangan beraktivitas dalam radius 6 km sektor tenggara dan timur. Sedangkan sebaran abu ke arah timur dan timurlaut mencapai daerah wisata dan perkebunan Berastagi. Tidak ada korban jiwa selama erupsi berlangsung. Kerugian dialami oleh petani sayur-sayuran karena tanaman mati diguyur abu.

PascaLetusan 2 dan 3 Agustus 2017 volume kubah lava yang diukur kembali pada 6 Agustus 2017 tersisa sedikit 23.700 meter kubik. Kegiatan vulkanik masih tetap tinggi pada tingkat kegiatan AWAS atau Level IV. Sampai saat ini kegiatan permukaan masih berlangsung yaitu berupa hembusan gas vulkanik (asap putih), erupsi letusan kecil diikuti oleh guguran lava dan awan panas guguran yang meluncur ke lereng selatan, tenggara, dan timur. Sedangkan kegiatan bawah permukaan juga masih berlangsung berupa aliran magma ke permukaan yang ditandai oleh munculnya gempa vulkanik low frequency dan hybrid. Keberadaan gempa bawah permukaan (low frequency dan hybrid) serta gempa permukaan (hembusan, letusan, guguran, dan awan panas) merupakan petunjuk adanya pertumbuhan kubah lava. Pertumbuhan kubah lava masih terjadi secara perlahan, walaupun sampai saat ini secara visual belum dapat diamati karena puncak tertutup kabut sehingga volume kubah lava yang terakhir belum dapat diukur. Kubah lava merupakan potensi bencana erupsi gunungapi yang sangat mematikan.

Dampak awan panas guguran yang terjadi bertubi-tubi dari tahun 2016-2017 ke lereng timur menyebabkan aliran Sungai Laborus terbendung di dekat DesaSukanalu dan Desa Kutanonggal. Hasil pengukuran Bulan April 2017 luas Bendungan Laborus 123.000 meter persegi atau sepersepuluh luas Danau Laukawar sekitar 1.093.000 meter persegi. Pasca letusan 2-3 Agustus 2017 diperkirakan endapan awan panas di Sungai Laborus semakin tinggi dan menaikkan muka air bendungan sehingga luasnya bertambah. Pengukuran luas bendungan menggunakan foto dari drone akan segera dilakukan. Keberadaan bendungan buatan alam ini sangat mengkawatirkan karena sewaktu-waktu dapat jebol terutama pada saat datangnya curah hujan ekstrim sehingga dapat menyebabkan lahar dan mengancam pemukiman di pingir sungai di hilirnya.

Potensi bencana Gunungapi Sinabung dalam tahap AWAS sekarang masih cukup tinggi. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung mempunyai peranan melakukan penanganan mitigasi bencana letusan gunungapi dengan cara mengirim tim tanggap darurat secara menerus untuk melakukan pemantauan Gunungapi Sinabung secara lebih intensif.

Sinabung 1 (220817)

Gambar 1. Kubah lava sebelum erupsi Tanggal 2-3 Agustus 2017 volumenya 2,3 juta meter kubik (kiri) dan sesudah erupsi tersisa 23.700 meter kubik dan siap tumbuh kembali (kanan).

 

Sinabung 2 (220817)

Gambar 2. Letusan sinabung pasca 2-3 Agustus 2017. Tinggi kolom abu 2000 m.

 

Sinabung 3 (220817)

Gambar 3. Bendungan Laborus sebelum erupsi 2-3 Agustus 2017 luasnya 123.000 meter persegi dan pasca erupsi luasnya diperkirakan semakin bertambah.