Laporan Bencana Gerakan Tanah Di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Laporan hasil pemeriksaan Tanggap Darurat bencana gerakan tanah di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, sebagai berikut :

 1.    Lokasi Gerakan Tanah :

Gerakan tanah terjadi di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, yaitu :

  1. Kampung Sinagar RT 14/ RW 5, Desa Gunungendut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, yang secara geografis terletak pada koordinat 060 48’ 53,8776” LS dan 1060 41’ 6,0432” BT. Gerakan tanah terjadi pada tanggal 11 Oktober 2019 masih berlangsung sampai saat pemeriksaan ini.
  2. Kampung Cipurut  RT 021/ RW 07, Desa Gunungendut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, yang secara geografis terletak pada koordinat 060 49” 07,6” LS dan 1070 41” 15,1” BT.

Gerakan tanah terjadi pada akhir tahun 2018 masih berlangsung sampai pada saat pemeriksaan ini.

 

2.    Jenis Gerakan Tanah :

Jenis gerakan tanah yang terjadi di Desa Gununggendut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi adalah berupa nendatan dan rayapan.

 

 

3. Dampak Gerakan Tanah :

a. Kampung Sinagar RT 14/ RW 5, Desa Gunungendut :
  • 6 (enam) rumah retak-retak, 
b. Kampung Cipurut  RT 021/ RW 07, Desa Gunungendut :
  • Saluran irigasi retak-retak sepanjang 100 meter.

 

4.    Kondisi Umum Daerah Bencana :

  • Morfologi, Desa Gununggendut, Kecamatan Kalapanunggal secara umum morfologi adalah daerah perbukitan dengan kemiringan lereng 45° sampai 55° dengan ketinggian 520 – 662 mdpl
  • Geologi, Berdasarkan pengamatan dilapangan, batuan penyusun di daerah bencana berupa tufa lapuk berwarna coklat muda – coklat tua, berukuran halus –kasar, agak rapuh dan sarang. Beberapa tempat dijumpai andesit berupa bolder/bedrock?. Tanah pelapukan di wilayah ini dengan ketebalan 3 – 5 meter. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Bogor, Jawa (A.C.Effendi, 1998), daerah bencana tersusun oleh Breksi gunungapi yang terdiri dari breksi bersusunan andesit, basal, setempat aglomerat lapuk (Qvb), lahar, breksi tufaan, dan lapili, berususunan andesit basal umunya sangat lapuk sekali (Qvsb), Lava Gunungapi Endut Prabakti yang terdiri oleh andesit, hornblenda, mengandung oligoklas, andesit dan hornblenda (Qvcp).
  • Tataguna Lahan Kampung Sinagar RT 14/ RW 5, Desa Gunungendut, Tataguna lahan pada daerah bencana adalah pemukiman, jalan, pemakaman dan kebun campuran. Pada bagian lembah mengalir Sungai Sinagar Panagogan. Kampung Cipurut  RT 021/ RW 07, Desa Gunungendut : Tataguna lahan Kp. Cipurut berupa pemukiman, jalan, dan kebun campuran.
  • Keairan Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah dalam kondisi baik dan melimpah pada musim hujan. Air permukaan berupa air hujan dan pembuangan dari permukiman mengalir bebas di permukaan dan sebagian meresap ke dalam tanah melalui celah/retakan. Berdasarkan keterangan penduduk, pada musim kemarau, daerah bencana berada pada kondisi keairan yang cukup. Kebutuhan air penduduk didapatkan berasal dari air tanah dengan kedalaman 14 – 18 m. Pada bagian lembah mengalir Sungai Sinagar Panagogan.
  • Kerentanan Gerakan Tanah Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah dan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Oktober 2019, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Kalapanunggal terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5.    Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah

Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di lokasi ini antara lain :

  • Kemiringan lereng yang terjal sampai curam 45° - 55°.
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi
  • Pemotongan lereng yang terlalu terjal untuk pemukiman menyebabkan tanah mudah bergerak.
  • Pemukiman pada sepadan sungai.
  • Sifat tanah pelapukan yang gembur dan sarang dengan kemampuan meloloskan air yang tinggi dan berada di atas batuan dasar yang lebih kedap. Kontak keduanya menjadi bidang lemah dan berfungsi sebagai bidang gelincir.

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah 

Gerakan tanah yang terjadi pada lokasi yang disusun oleh tanah pelapukan dari breksi yang bersifat sarang dan berada di atas batuan dasar (tufa) yang bersifat lebih kedap. Pada bagian bawah terdapat Sungai Panagogan, dan kemiringan lereng yang sangat terjal mengakibatkan tanah mudah bergerak akibat dari erosi sungai, sehingga terjadi retakan atau nendatan.

Retakan tanah semakin berkembang karena adanya penjenuhan oleh peresapan air dari saluran air dari pemukiman, serta jarak antara rumah dengan sungai terlalu dekat mengakibatkan rayapan tanah pada awalnya lambat dan semakin berkembang dengan percepatan yang tinggi.

 

7.  Rekomendasi

Gerakan tanah jenis rayapan yang diikuti oleh retakan dan nendatan masih berlangsung dan akan tetap berlangsung jika terjadi hujan lebat berlangsung lama serta air masuk ke bawah permukaan melalui rekahan.

  • Pemukiman yang berada Kampung Sinagar RT 14/ RW 5, Desa Gunungendut yang mengalami retakan masih layak huni, tetapi masyarakat harus selalu waspada terutama pada saat dan setelah hujan lebat berlangsung lama.
  • Masyarakat diharapkan terus selalu memantau perkembangan retakan yang ada dan jika terjadi perkembangan yang cepat, segera menjauh dari lokasi gerakan tanah dan melaporkannya kepada instansi yang berwenang.
  • Retakan yang ada dan jika muncul retakan baru agar segera ditutup menggunakan tanah lempung/liat dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam area retakan.
  • Untuk memperlambat/menghindari peresapan/penjenuhan air ke tanah dan mengantisipasi terjadinya perkembangan gerakan tanah agar dilakukan penataan drainase (air hujan, buangan air limbah rumah tangga, mata air) pada perumahan warga maupun parit/selokan dengan saluran yang kedap air, dengan ditembok atau pemipaan. Aliran air diarahkan langsung dialirkan ke arah lembah/kaki lereng/sungai.
  • Dibuat tembok penahan tebing yang berada dibawah retakan (retaining wall) yang dilengkapi dengan pipa atau lubang-lubang drainase pada dinding sungai. Pondasi dinding penahan mencapai batuan dasar/keras.
  • Gerakan tanah akan berhenti pada saat musim kemarau, namun dapat aktif kembali jika masuk musim penghujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama.
  • Jenis bangunan yang cocok untuk wilayah ini yaitu bangunan yang mempunyai konstruksi ringan dengan pondasi mencapai batuan dasar/keras.
  • Memelihara vegetasi/tanaman keras berakar kuat dan dalam di daerah berlereng terjal untuk menjaga kestabilan lereng dan mengurangi laju erosi dari limpasan air hujan.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.

 

LAMPIRAN

Sukabumi 1 (151119)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Gununggendut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

 

Sukabumi 2 (151119)

Gambar 2. Peta Prakiraan Gerakan Tanah pada Bulan Oktober 2019 Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

 

POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT

 PADA BULAN OKTOBER 2019

Sukabumi 3 (151119)

Keterangan :

Sukabumi 4 (151119)

 

Sukabumi 5 (151119)

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

 

Sukabumi 6 (151119)

Gambar 4. Peta Geologi Desa Gununggendut, Kecamatan Kalapanunggal,  Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

 

Sukabumi 7 (151119)

Gambar 5. Peta Situasi Gerakan Tanah di Kp. Cipurut, Desa Gunungendut, Kec. Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

 

Sukabumi 8 (151119)

Gambar 6. Sketsa Penampang Gerakan Tanah di Kp. Cipurut, Desa Gunungendut, Kec. Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

 

Sukabumi 9 (151119)

Gambar 7. Peta Situasi Gerakan Tanah di Kp. Sinagar, Desa Gunungendut, Kec. Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

 

Sukabumi 10 (151119)

Gambar 8. Peta Situasi Gerakan Tanah di Kp. Sinagar, Desa Gunungendut, Kec. Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

 

FOTO-FOTO LAPANGAN

Sukabumi 11 (151119)

Foto 1. Retakan yang terjadi di Kp. Sinagar RT 14, RW 5, Desa Gunugendut, Kec. Kalapanunggal dengan kedalaman retakan 1,5 – 2 meter, lebar 10 – 30 cm, dana rah longsoran N 250° E. Retakan ini mengakibatkan saluran air, 6 rumah retak-retak

 

Sukabumi 12 (151119)

Foto 2. Kondisi dinding rumah serta lantai rumah di Kampung Sinagar RT 14, RW 5, Desa Gunungendut, yang mengalami retakan.

 

Sukabumi 13 (151119)

Foto 3. Retakan dengan lebar 5 – 20 cm pada saluran air yang berada di Kp. Cipurut RT 021/ RW 7 Desa Gunungendut.

 

Sukabumi 14 (151119)

Foto 4. Kiri adalah retakan yang terjadi pada jalan Desa yang berada di Kampung Cipurut RT 021/ RW 7. Retakan ini sudah terjadi pada awal tahun 2019. Foto kanan adalah tim yang melakukan pemeriksaan didampingi oleh pihak aparatur Desa dan BPBD Kab. Sukabumi.