Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim untuk menindaklanjuti surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur  nomor 362/107/BPBD/2018 tanggal 13 Maret 2018 perihal Permohonan Penelitian/Kajian Cepat Bencana Gerakan Tanah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, sebagai berikut:

1 Lokasi Bencana Dan Waktu Kejadian

Gerakan tanah terjadi di Kampung Kebonkawung, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada koordinat 107° 9' 9,5508" BT  dan  7° 3' 7,1748" LS  dengan ketinggian 1123 mdpl.  Gerakan tanah mulai terjadi pada 11 Maret 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

 

2. Kondisi Daerah Bencana

  • Morfologi, Secara umum morfologi lokasi bencana di Kampung Kebonkawung, Desa Campakawarna dan sekitarnya, merupakan perbukitan bergelombang agak curam hingga sangat curam. Lereng bagian atas dengan kemiringan  40-50o, sementara gerakan tanah terjadi pada pada lereng bagian tengah dengan kemiringan lereng berkisar 3-5° dan lereng bagian bawah 45°, kemudian terdapat dataran berkemiringan 5-10° yang dibatasi dari jalan berbeton oleh lereng berkemiringan 30-40°
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sindangbarang, Jawa (M. Koesmono, dkk., 1996), daerah bencana termasuk kedalam Formasi Beser (Tmbe) batuannya breksi andesit, breksi tuf, tuf kristal dan batulempung. Berdasarkan pengamatan lapangan pada bagian atas berupa tanah pelapukan terdiri dari lempung pasiran berwarna coklat sampai coklat kemerahan dengan ketebalan 3-5 meter, kontak langsung dengan breksi dari kompak hingga lapuk di bawahnya sebagai bidang gelincir.
  • Keairan, Daerah bencana termasuk daerah yang melimpah air yang bersumber dari 4 mata air, air yang berasal dari bukit di atasnya serta air hujan. Sebagian air dipakai untuk pengairan sawah. Penduduk memanfaatkan air sumur untuk kebutuhan sehari hari. Kedalaman sumur berkisar antara 7-9 meter tergantung lokasi.
  • Tata Guna Lahan, Bukit serta lereng  bagian atas berupa kebun campuran (pinus, enau, bambu). Lereng bagian tengah berupa sawah, dan lereng bagian bawah disamping pesawahan terdapat pula kebun campuran (bambu, cabai dan sedikit pohon enau).
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur bulan Maret 2018 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah tinggi artinya Daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

3.  Kondisi Gerakan Tanah dan Dampak Bencana

Gerakan tanah berupa retakan, nendatan, rayapan dan longsoran kecil. Lebar daerah gerakan tanah berkisar 164 meter, dengan arah gerakan tanah relatif ke timur. Gerakan tanah ini mengancam 12 (dua belas) unit rumah yang terancam serta 1,52 Ha lahan perkebunan.

 

4.  Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah 

Secara umum gerakan tanah disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  • Daerah gerakan tanah berbentuk tapal kuda yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air
  • Daerah gerakan tanah kaya akan air sebagian besar berupa pesawahan
  • Kemiringan lereng yang agak curam hingga sangat curam mengakibatkan tanah mudah retak, nendat dan merayap.
  • Tanah pelapukan yang tebal dan bersifat poros dan jenuh air.
  • Bidang lemah berupa kontak antara tanah pelapukan dengan batuan breksi yang bersifat lebih kedap dan berfungsi sebagai bidang gelincir.
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik sehingga seluruh air baik air hujan maupun air yang bersumber dari bukit diatasnya terakumulasi dan terkonsentrasi ke lokasi bencana
  • Curah hujan yang tinggi dan berdurasi lama yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah.

 

6. Kesimpulan dan Rekomendasi

  • Kesimpulan: Daerah ini masih berpotensi untuk bergerak baik longsoran tipe cepat (longsoran aliran bahan rombakan) maupun longsoran tipe lambat berupa rayapan, nendatan, retakan, dan amblasan terutama pada waktu terjadi hujan lebat dalam waktu lama.\
  • Rekomendasi: Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan masih adanya potensi gerakan tanah di lokasi tersebut, untuk menghindari terjadinya korban disarankan:
    • Melakukan penghijauan pada kawasan perbukitan terjal dan mengganti areal pesawahan dengan tanaman tahunan berakar kuat untuk meningkatkan daya dukung tanah di daerah tersebut. Selalu meningkatkan kesiapsiagaan bagi penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar lokasi gerakan tanah terutama pada saat dan setelah turun hujan. Apabila terjadi hujan dengan durasi yang lama, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
    • Masyarakat agar tidak bermukim dekat daerah retakan, nendatan dan rayapan yang berpotensi bergerak, untuk menghindari longsoran, Retakan lama dan jika muncul retakan baru agar segera ditutup menggunakan tanah lempung/liat dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam area retakan. sehingga mencegah terjadinya longsoran tipe cepat.
    • Membuat dan mengarahkan air menjauhi retakan, langsung dialirkan ke lereng bawah/ lembah/arah sungai dengan saluran kedap air.
    • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan  memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah.
    • Penataan saluran drainase/selokan dan langsung dialirkan ke lereng bawah/ lembah/arah sungai dengan saluran kedap air.
    • Selalu memantau perkembangan retakan yang ada dan jika terjadi perkembangan yang cepat terutama pada tebing yang bergerak, segera menjauh dari lokasi gerakan tanah dan melaporkannya kepada instansi yang berwenang untuk menyampaikan peringatan kepada pengguna jalan/penduduk yang beraktivitas di sekitar bencana.
    • Guna meningkatkan kewaspadaan, aparat setempat hendaknya memasang rambu peringatan rawan longsor pada jalur jalan.
    • Merelokasi rumah rumah yang terancam gerakan tanah

 

LAMPIRAN

 

Cianjur 1 (160418)

Gambar 1. Peta Lokasi Bencana Gerakan Tanah, di Kampung Kebon Kawung, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

Cianjur 2 (160418)

Gambar 2. Peta Geologi Desa Campakawarna dan sekitarnya, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

Cianjur 3 (160418)

Gambar 3. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan Maret 2018,

Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

 

 

POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN CIANJUR

PROVINSI JAWA BARAT

 BULAN MARET 2018

Cianjur 4 (160418)

Keterangan :

Cianjur 5 (160418)

 

Cianjur 6 (160418)

Gambar 4.  Peta Situasi gerakan tanah Kampung Kebon Kawung, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

 

Cianjur 7 (160418)

Gambar 5. Sketsa Penampang gerakan tanah di Kampung Kebon Kawung, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat

 

Cianjur 8 (160418)

Foto 1.  Breksi sebagai batuan dasar dan di atasnya terdapat tanah pelapukan berupa lempung pasiran yang rapuh dan gembur.

 

Cianjur 9 (160418)

Foto 2.  Amblesan terjadi di areal pesawahan (a) dan mengakibatkan longsoran kecil (b).

 

Cianjur 10 (160418)

Foto 3. Tinggi amblesan mencapai 2,2 meter (a) dan banyak muncul retakan – retakan baru disekitar amblesan (b).

 

Cianjur 11 (160418)

Foto 4.  Pemukiman dan kebun yang terancam gerakan tanah.