Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Blater Dan Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  Bencana Gerakan Tanah Dusun Legok di Desa Blater, Dusun Prupuk dan Lubangcondong di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permohonan Kajian Gerakan Tanah Yang Bernomor 015/1/2018 tanggal 10 Januari 2018. Hasil pemeriksaan sebagai berikut :

1. Lokasi Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di beberapa lokasi di Desa Blater dan Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno sebagai berikut :

  1. Dusun Legok, Desa Blater, Kecamatan Poncowarno. Secara geografis terletak pada koordinat 7° 39' 55,24" LS dan  109° 45' 02,29" BT. Gerakan tanah pernah terjadi sebelumnya pada September 2017.
  2. Dusun Prupuk RT1 RW4, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno. Secara geografis terletak pada koordinat 7° 39' 36,63" LS dan  109° 44' 59,12" BT
  3. Dusun Lubangcondong RT3 RW2, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno. Secara geografis terletak pada koordinat 7° 39' 22,94" LS dan  109° 44' 59,12" BT
  4. Dusun Lubangcondong RT2 RW2, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno. Secara geografis terletak pada koordinat 7° 39' 11,01" LS dan  109° 44' 49,84" BT

 

 2,  Kondisi daerah bencana :

  • Morfologi, Secara umum daerah bencana merupakan lereng perbukitan bergelombang sedang-kuat dengan kemiringan lereng 15 - 40°. Ketinggian lokasi ini terletak antara 50 - 350 m dpl. Lokasi bencana di Dusun Legok, Desa Blater dan Dusun Prupuk, Desa Tirtomoyo berada di dekat aliran sungai yang rentan terjadi erosi.
  • Geologi, Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bencana batuan penyusun daerah bencana berupa napal berwarna abu-abu kehijauan. Kondisi batuan secara umum sebagian besar sudah mengalami pelapukan. Pada batuan tersebut secara umum sudah terkekarkan lanjut. Sehingga banyak dijumpai retakan-retakan batuan yang mengikuti arah dari kekar kekar tersebut. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Kebumen (Asikin dkk, 1992), batuan di daerah bencana termasuk ke dalam Formasi Halang (Tmph). Formasi Halang (Tmph) beranggotakan perselingan batupasir, batugamping, napal, dan tuf serta sisipan breksi.
  • Keairan, Kondisi keairan di daerah bencana untuk keperluan sehari-hari menggunakan air dari mata air. Ciri khas daerah ini jika musim hujan muka air tanah dangkal namun jika musim kemarau sangat muka air tanah menjadi sangat dalam. Hal ini terlihat pada sumur yang bergeser (foto 5). Pada musim hujan air pada sumur seringkali meluap.
  • Tata guna lahan, Sebagian umum tata guna lahan di daerah sekitar lokasi bencana berupa kebun campuran dan pemukiman.
  • Kerentanan gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Gerakan Tanah bulan Januari 2018 di Kabupaten Kebumen, lokasi bencana terletak pada potensi Gerakan Tanah menengah - tinggi. Potensi menengah-tinggi berarti Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan, serta gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

3. Kondisi Bencana dan Akibat yang Ditimbulkan :

  1. Dusun Legok, Blater, Gerakan tanah di Dusun Legok, Desa Blater merupakan gerakan tanah tipe rayapan. Gerakan tanah ini menyebabkan 7 rumah rusak, 1 jembatan rusak, dan jalan desa retak/rusak (gambar 4).
  2. Dusun Prupuk, Desa Tirtomoyo, Gerakan tanah di Dusun Prupuk merupakan gerakan tanah tipe rayapan. Gerakan tanah ini menyebabkan 1 rumah rusak.
  3. Dusun Lubangcondong RT3 RW2, Desa Tirtomoyo, Gerakan tanah di Dusun Lubangcondong RT3 RW2 merupakan gerakan tanah tipe rayapan. Gerakan tanah ini menyebabkan 4 rumah rusak. 1 rumah sudah direlokasi.
  4. Dusun Lubangcondong RT2 RW2, Desa Tirtomoyo, Gerakan tanah di lokasi ini merupakan gerakan tanah jenis longsoran. Longsor ini menyebabkan 5 rumah terancam, 2 rumah sebaiknya direlokasi.

 

3. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah:

  • Sifat batuan berupa napal warna abu-abu kehijauan yang banyak terkekarkan merupakan bidang gelincir gerakan tanah.
  • Longsor pada aliran sungai yang terjadi akibat erosi air sungai yang menggerus lereng dan napal. Longsor – longsor tersebut menyebabkan tarikan tarikan pada lereng di atasnya yang menyebabkan tanah bergerak.
  • Kemiringan lereng yang terjal.
  • Limpasan air hujan (run off) yang menyebabkan lapisan batuan/tanah pelapukan menjadi jenuh air dan mudah bergerak.
  • Sistem pengairan/drainase yang kurang baik yang menambah kejenuhan air pada tanah/batuan.
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama memicu terjadinya gerakan tanah.

 

4. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

Kondisi geologi berupa napal warna abu-abu kehijauan yang terkekarkan  pada kelerengan yang terjal ditambah dengan sistem pengairan yang kurang baik  turut mengontrol kejadian gerakan tanah di daerah ini. Curah hujan yang tinggi serta kondisi morfologi berupa lembahan menyebabkan air hujan mudah terakumulasi pada zona ini.  Akibatnya kondisi tanah dan batuan jenuh air menyebabkan bobot masanya bertambah dan kuat gesernya menurun, sehingga tanah tidak stabil (mudah bergerak). Erosi tinggi pada lereng sungai menyebabkan banyak terjadi longsor di sepanjang aliran sungai. Kondisi ini menyebabkan tarikan-tarikan yang membuat tanah cenderung bergerak sehingga beberapa rumah di sekitar longsoran sungai ikut rusak. Napal yang terkekarkan jika jenuh air dan tererosi menyebabkan lereng menjadi tidak stabil dan mudah bergerak. Karakteristik napal, serpih dan lapisan lempung tersebut menyebabkan gerakan tanah berkembang menjadi tipe rayapan (gerakan tanah tipe lambat).

 

5. Kesimpulan Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Gerakan tanah di lokasi bencana merupakan gerakan tanah tipe lambat/rayapan, sehingga gerakan tanah tipe lambat masih akan terus berlanjut dengan ditandai dengan rekahan pada tanah, retakan pada dinding/lantai rumah bila curah hujan tinggi dan erosi sungai yang intensif.
  • Masyarakat yang berada/tinggal di lokasi bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama.
  • Menata aliran air permukaan agar tidak masuk ke zona longsor ini, untuk mengurangi penjenuhan lereng.
  • Untuk mengurangi kecepatan gerakan tanah, maka perlu penguatan lereng atau bronjong pada aliran sungai di Dusun Legok, Desa Blater.
  • 2 rumah di RT2 RW2, Dusun Lubangcondong sebaiknya direlokasi ke tempat yang lebih aman atau jika tidak ada lahan relokasi sebaiknya dibangun penguatan lereng secara berjenjang (3 – 4 trap) (gambar 6) dan menata saluran air agar tidak menjenuhi area longsor.
  • Jika muncul retakan segera menutup retakan dengan tanah lempung yang dipadatkan agar air hujan tidak masuk/meresap dan menjenuhi tanah pada lereng. Jika retakan dan amblesan bertambah lebar segera mengungsi dan menghubungi BPBD Kebumen.

 

LAMPIRAN

Kebumen 1 (240118)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan tanah di Kecamatan Poncowarno, Kebumen

 

Kebumen 2 (240118)

Gambar 2. Peta Geologi Lokasi Gerakan tanah di Kecamatan Poncowarno, Kebumen

 

Kebumen 3 (240118)

Gambar 3. Peta Prakiraan terjadinya Gerakan tanah di Kabupaten Kebumen bulan Januari 2018

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI PROVINSI JAWA TENGAH

 BULAN JANUARI 2018

Kebumen 4 (240118)

Keterangan :

Kebumen 5 (240118)

 

Kebumen 6 (240118)

Gambar 4. Peta Situasi gerakan tanah di Dusun Legok, Desa Blater hasil dari pemetaan menggunakan drone.

 

Kebumen 7 (240118)

Gambar 5. Peta Situasi Gerakan Tanah di Desa Tirtomoto, Kecamatan Poncowarno, Kebumen

 

Kebumen 8 (240118)

Gambar 6. Penampang gerakan tanah di Dusun Lubangcondong, Tirtomoyo

 

Kebumen 9 (240118)

Gambar 7. Penampang gerakan tanah di Dusun Prupuk, Tirtomoyo

 

Kebumen 10 (240118)

Foto 1. Salah satu jalan rusak di Dusun Legok, Desa Blater

 

Kebumen 11 (240118)

Foto 2. Rumah warga di Dusun Legok yang terpaksa dibongkar oleh warga karena rusak akibat pergerakan tanah

 

Kebumen 12 (240118)

Foto 3. Kondisi batuan berupa batulanau lempungan yang sudah banyak terkekarkan, merupakan anggota dari Formasi Halang (Tmph)

 

Kebumen 13 (240118)

Foto 4. Salah satu longsoran yang terjadi dekat dengan aliran sungai di Dusun Legok

 

Kebumen 14 (240118)

Foto 5. Sumur warga yang ikut bergeser akibat pergerakan tanah

 

Kebumen 15 (240118)

Foto 6. Jembatan yang rusak akibat pergerakan tanah di Dusun Legok

 

Kebumen 16 (240118)

Foto 7. Rumah rusak di Dusun Prupuk, Desa Tirtomoyo

 

Kebumen 17 (240118)

Foto 8. Longsor di Dusun Prupuk yang menyebabkan tarikan pada tanah di sekitarnya yang membuat pergerakan tanah sehingga beberapa rumah terdampak rusak

 

Kebumen 18 (240118)

Foto 9. Longsor yang terjadi di Dusun Lubangcondong, Desa Tirtomoyo, Poncowarno. 2 rumah yang berada di bawah material longsor sebaiknya direlokasi