Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan gerakan tanah di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat,  Provinsi Jawa Barat, berdasarkan permintaan BPBD Kabupaten Bandung Barat, sebagai berikut:

 1. Lokasi Gerakan Tanah

Gerakan tanah terjadi di Kampung Babakan Salam, Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, yang secara geografis terletak pada koordinat 060 57” 07.49” LS dan 1070 23” 38,4” BT. Gerakan tanah sudah berlangsung sejak tahun 2014 dan terus berkembang.

 

2. Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah berupa nendatan, retakan dan rayapan pada wilayah perkampungan dengan ukuran panjang ± 70 meter, lebar ± 40 meter dan kedalaman nendatan ± 0,50 – 1,20 meter mempunyai arah N 3410 E. Gerakan tanah di daerah ini sudah berlangsung lama dan sudah di antisipasi oleh penduduk setempat dengan mengisi retakan tersebut dengan tanah dan lempung yang dipadatkan, diharapkan agar air tidak masuk ke dalam retakan dan menjenuhi tanah.

 

3. Dampak Gerakan Tanah

Gerakan tanah di daerah ini menyebabkan 5 rumah hancur 12 rumah retak-retak badan jalan kampung sepanjang 7 meter mengalami ambles (rusak).

 

4. Kondisi Umum Daerah Bencana

  • Morfologi, Morfologi daerah bencana merupakan kaki lereng dari perbukitan bergelombang lemah berketinggian antara + 665 m sampai + 680 m dpl (di atas permukaan laut), dengan kemiringan lereng 7 - 200, akibat nendatan setempat terdapat tekuk lereng dengan kemiringan > 600. Pada kaki lereng terdapat saluran air berupa galengan tanah untuk pengairan sawah dengan tebing berkemiringan 40 – 700 dengan tinggi tebing antara 0,7 – 1,5 m.
  • Geologi, Berdasarkan pengamatan dilapangan, batuan penyusun di daerah bencana berupa batu pasir tufa lapuk berwarna coklat muda – coklat tua, berukuran pasir halus – pasir kasar, agak rapuh, sarang, setempat bersisipan tufa dengan tanah pelapukan berupa lempung berwarna coklat, lunak, lengket berketebalan antara 2 - 3 meter. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur, Jawa (Sudjatmiko, 1972), daerah bencana tersusun oleh breksi tufaan, lava, batupasir, konglomerat (Pb) yang berumur Pliosen. Struktur geologi akibat deformasi seperti patahan (sesar), lipatan (fold) dan sebagainya tidak dijumpai di lokasi dan sekitarnya
  • Tataguna Lahan, Tataguna lahan pada daerah bencana pada bagian atas berupa pemukiman,  kebun campuran, sawah dan terdapat banyak kolam-kolam ikan dan penampungan air, sedangkan pada bagian bawah berupa sawah.
  • Keairan, Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah dalam kondisi baik dan melimpah pada musim hujan. Air permukaan (run off) mengalir bebas di permukaan dan sebagian meresap ke dalam tanah melalui celah/retakan. Konsumsi air penduduk berasal dari sumur gali dengan kedalaman lebih kurang 1 meter. Banyak dijumpai kolam-kolam ikan dan penampungan air di sekitar pemukiman warga. Tidak terdapat mata air pada daerah bencana ini.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana berada pada zona kerentanan gerakan tanah rendah, artinya daerah yang secara umum jarang terjadi gerakan tanah, kecuali jika mengalami gangguan pada lerengnya, terutama pada tebing sungai.

 

5.    Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah

Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di lokasi ini antara lain :

  • Sifat fisik tanah pelapukan yang tebal, lunak dan jenuh air sehingga mudah luruh dan tidak stabil (mudah longsor)
  • Pembebanan dan penjenuhan serta pelunakan tanah akibat akumulasi air dari lahan sawah dan  kolam-kolam penampungan air.
  • Adanya bidang lemah yang berupa breksi tufaan dan tufa yang bersifat kedap air sehingga dapat berfungsi sebagai bidang gelincir gerakan tanah.
  • Hujan deras yang turun dengan durasi lama semakin menjenuhkan tanah sehingga tanah mudah bergerak.

  

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah 

Adanya hujan deras yang cukup lama menyebabkan air permukaan bnyak meresap ke dalam tanah melalui retakan dan rekahan, hal tersebut diperburuk dengan adanya saluran yang berada di atasnya dan keberadaan kolam - kolam ikan yang kondisinya tidak ditembok (disemen) serta lahan sawah pada lereng bagian atas.

Adanya bangunan berat  pada lereng bagian atasnya sehingga memicu gaya dorong ke arah lereng bawah menjadi meningkat dan terjadilah nendatan dan retakan.  Adanya sisipan tufa lapuk yang terdapat pada lapisan batu pasir tufaan menyebabkan terjadinya zona lemah dan merupakan bidang gelincir yang memicu terjadinya gerakan tanah (rayapan dan retakan). Dengan adanya beberapa pemicu tersebut, maka masa tanah akan nendat dan bergerak turun secara perlahan ke arah kaki lereng serta menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah dan bangunan lainya.

 

7.    Rekomendasi

Daerah sekitar bencana gerakan tanah masih berpotensi untuk terjadi gerakan tanah pada setiap musim hujan, maka untuk itu di rekomendasikan sebagai berikut :

  • Selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan lebat, warga yang bertempat tinggal pada rumah terancam sebaiknya mengungsi ke tempat yang aman;
  • Kolam-kolam pada lereng bagian atas harus dikeringkan
  • Ganti lahan sawah pada lereng bagian atas dengan tanaman perkebunan (tanaman kering)
  • Saluran pada lereng bagian atas (perkampungan) perlu dibuat kedap air (disemen)
  • Tutup retakan dengan tanah lempung dan dipadatkan
  • Bangunan disarankan dengan rumah panggung (rumah kayu)
  • Tanami lereng dengan tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng
  • Aparatur desa dan masyarakat agar melakukan pemantauan retakan tanah pada daerah tersebut, jika terjadi peningkatan retakan yang cukup signifikan segera dilaporkan kepada BPBD Kabupaten Bandung Barat.

 

LAMPIRAN

Cipongkor 1 (221217)

Gambar 1 : Peta Lokasi  Gerakan Tanah Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor,  Kab. Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat

Cipongkor 2 (221217)

Gambar 2. Peta Geologi Desa Citalem, Kec. Cipongkor, Kab. Bandung Barat.

 

Cipongkor 3 (221217)

Gambar  3. Peta Situasi Gerakan Tanah Kp. Babakan Salam, Desa Citalem, Kec. Cipongkor, Kab. Bandung Barat.

 

Cipongkor 4 (221217)

Gambar 4. Peta penampang gerakan tanah Kp. Babakan Salam, Desa Citalem, Kec. Cipongkor, Kab. Bandung Barat.

 

Cipongkor 5 (221217)

Gambar 5. Peta zona kerentanan gerakan tanah Kab. Bandung Barat, Jawa Barat.

 

Cipongkor 6 (221217)

Gambar 6. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan Desember 2017 Kab. Bandung Barat, Jawa Barat.

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

BULAN DESEMBER 2017

Cipongkor 7 (221217)

Keterangan :

Cipongkor 8 (221217)

 

Cipongkor 9 (221217)

Foto 1. Rumah penduduk yang rusak akibat gerakan tanah pada kampung Babakan Salam.

 

Cipongkor 10 (221217)

Foto 2. Banyaknya sawah dan kolam penampungan air yang berdampingan dengan rumah penduduk kp. Babakan salam mengakibatkan terjadi pembebanan dan penjenuhan serta pelunakan tanah akibat akumulasi air.

 

Cipongkor 11 (221217)

Foto 3. Tataguna lahan pada lereng bagian bawah kp. Babakan salam merupakan sawah (pertanian lahan basah).

 

Cipongkor 12 (221217)

Foto 4. Batuan yang ditemukan pada daerah bencana berupa batu tufa dan batulempung.