Laporan Singkat Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah Di Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah

Laporan singkat hasil pemeriksaan tanggap darurat bencana gerakan tanah di Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah, sebagai berikut :

A. LAPORAN SINGKAT GERAKAN TANAH DI KECAMATAN PURWOREJO

 

  1. DESA DONORATI
1. Lokasi dan Waktu Kejadian

Gerakan tanah terjadi di Dusun Panggulan Kidul, Desa Donorati, Kec Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah, terletak pada koordinat 070 41’ 29,4” LS dan 1100 03’ 25,6” BT. Gerakan tanah terjadi pada Rabu, 29 November 2017, malam hari setelah sebelumnya hujan terjadi deras;

 2. Kondisi Gerakan Tanah dan Dampaknya

  • Jenis gerakan tanah adalah Rayapan disertai dengan Retakan dan Longsoran tanah dengan panjang areal gerakan tanah 250 m, lebar 220 m, membentuk tapal kuda, dengan kemiringan lereng 10 – 220, dengan arah umum gerakan tanah N 1040 E.

Pada lereng bagian atas (crown), terjadi longsoran tanah, lebar 22 m, tinggi gawir/panjang 8 m, agak tegak dengan sudut 630. sudut

Pada lereng bagian bawah, terjadi Retakan, dengan lebar retakan 5-15 cm, panjang 8 m, dan dalam 18 cm.

  • Gerakan tanah dikhawatirkan mengancam 47 rumah

3. Kondisi Daerah Pemeriksaan

 a. Morfologi

Morfologi daerah bencana merupakan bagian lereng sebelah barat dari perbukitan Gn. Puntuklembu (481m), terletak pada ketinggian sekitar 194 m diatas muka laut, merupakan daerah perbukitan bergelombang rendah hingga sedang dengan kemiringan lereng bervariasi dari 10 – 220, pada lembah dan tebingnya kemiringan mencapai 450, dan mengalir S. Gintung lebar 3 – 5 m, selalu berair baik musim hujan maupun kemarau.

 b. Geologi

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa (Puslitbang Geologi, 1995) batuan penyusun daerah bencana adalah batuan breksi tufaan, produk dari batuan Formasi Kebobutak (Tmok), dimana batuan ini lapuk kuat berupa lempung pasiran, coklat tua, sarang, gembur dan mudah menyerap air, tebal lebih 1 - 3 m. Struktur geologi dijumpai berupa sesar diperkirakan berjarak sekitar 6 km ke selatan dari daerah lokasi bencana merupakan sesar normal kalikotak

c.  Tataguna lahan

Tata guna lahan umumnya pohon tahunan berakar cukup kuat, baik pada lereng bagian atas atau bawah, terdiri dari pohon kelapa, akasia, mangga, rambutan, cengkeh, ketela, bambu dan sayur-sayuran dan lainnya.

Pemukiman warga secara sporadis juga menempati lereng bagian atas dan bawah, sedangkan badan jalan raya yang menghubungkan ke kota Purworejo terletak pada lereng bagian bawah.

d.  Keairan

Air yang melimpas di areal bencana berasal dari sungai Gintung terletak pada ujung lereng bagian bawah yang digunakan untuk bercocok tanam. Terdapat juga mata air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari/MCK yang dialirkan melalui slang plastik sederhana ke rumah-rumah warga

e.   Kerentanan Gerakan Tanah

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Purworejo (PVMBG, Badan Geologi) dan Peta Prakiraan Potensi Terjadinya Gerakan Tanah Jawa Barat Bulan November 2017 daerah pemeriksaan termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali terutama akibat curah hujan yang tinggi.

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah

Penyebab gerakan tanah adalah :

  1. Tanah lapukan yang sarang dan tebal
  2. Adanya lapisan tuf yg kedap air sebagai bidang gelincir gerakan tanah
  3. Lereng cukup terjal
  4. Dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

5. Mekanisme terjadinya gerakan tanah

Gerakan tanah diawali dengan curah hujan yang tinggi yang langsung meresap ke dalam tanah lapukan yang tebal, sarang dan gembur hingga tanah menjadi jenuh air, karena lereng terjal maka masa tanah hilang kesetimbannya dan bergerak sangat pelan melalui bidang gelincir gerakan tanah yaitu pada batas tanah lapukan/batuan dengan lapisan tuf sehingga menimbulkan gerakan tanah longsoran bahan rombakan pada lereng bagian atas, dan  retakan pada lereng bagian bawah.

6. Rekomendasi

Rumah-rumah di dusun ini masih relatif aman, dengan syarat harus dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Hindari membangun rumah dengan melakukan pemotongan lereng
  • Retakan yang muncul segera ditutup dengan tanah liat setempat dan dipadatkan
  • Dibuat dinding penahan lereng pada bekas longsoran tanah
  • Perlu diperhatikan sistem drainase, gunakan drainase yang permanen/kedap air/ paralon untuk pembuangan limbah air keluarga dan disalurkan melalui drainase tersebut.
  • Daerah ini tetap dipertahankan dengan pohon berakar kuat dan dalam.
  • Masyarakat diharapkan waspada dan terus memantau intensitas perkembangan retakan yang ada terutama pada saat musim hujan, apabila retakan terus berkembang mendekati pemukiman, diharapkan segera mengungsi ketempat yang lebih aman.

II. DESA SIDOMULYO

 1. Lokasi dan Waktu Kejadian

Lokasi gerakan tanah terletak di Dukuh Lor, Desa Sidomulyo, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah, terletak pada koordinat 070 41’ 28,51” LS dan 1100 02’ 45,08” BT, berada pada ketinggian 152 m diatas muka laut. Gerakan tanah terjadi pada Rabu, 29 November 2017, malam hari setelah sebelumnya hujan terjadi deras.

2. Kondisi Gerakan Tanah dan Dampaknya

  • Gerakan tanah berupa Retakan tanah, terjadi pada area dengan panjang 120 m, lebar 68 m, kemiringan lereng 15 - 340, setempat setempat gawir lereng hampir tegak. Retakan, lebar 5 cm, kedalaman 5 – 12 cm, membentuk tapal kuda dengan arah umum gerakan tanah N 1400 E
  • Gerakan tanah ini mengakibatkan 1 rumah rusak dan 3 rumah lainnya terancam.
3. Kondisi Daerah Pemeriksaan

a. Morfologi

Morfologi daerah bencana mmerupakan perbukitan bergelombang sedang hingga kasar merupakan bagian barat daya perbukitan Gn. Suren (276m) dengan 15 - 340, setempat setempat gawir lereng hampir tegak, dengan ketinggian sekitar 156 m di atas muka laut. Terdapat sungai besar S. Bogowonto, lebar 40 - 60 m dan saluran irigasi sekunder lebar 3 – 5 m, pada lereng bagian bawahnya.

b. Geologi

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa (Puslitbang Geologi, 1995) batuan penyusun daerah bencana adalah batuan breksi tufaan, produk dari batuan Formasi Kebobutak (Tmok), dimana batuan ini lapuk kuat berupa lempung pasiran, coklat tua, sarang, gembur dan mudah menyerap air, tebal lebih 1 - 3 m. Struktur geologi dijumpai berupa sesar diperkirakan berjarak sekitar 4 km ke selatan dari daerah lokasi bencana merupakan sesar normal kalikotak.

c. Tataguna Lahan

Tata guna lahan pada umumnya berupa kebun campuran terdiri dari pohon buah-buahan, kelapa, akasia, bambu. Rumah-rumah umumnya menempati lereng yang terjal, sehingga beberapa diantaranya terkena gerakan tanah.

d. Keairan  

Air umumnya berasal dari mata air dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, dan air ini dialirkan melalui selang-selang dan pembuangan belum melalui drainase yang baik. Pada bagian bawah lereng terdapat S. Bogowonto yang selalu berair baik musim hujan atau kemarau dan saluran irigasi untuk aliri pesawahan

e. Kerentanan Gerakan Tanah

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Purworejo (PVMBG, Badan Geologi) dan Peta Prakiraan Potensi Terjadinya Gerakan Tanah Jawa Barat Bulan November 2017 daerah pemeriksaan termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali terutama akibat curah hujan yang tinggi.

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

  • Sifat fisik tanah lapukan yang sarang dan tebal,
  • Lereng agak terjal- terjal,
  • Drainase dan penataan air kurang baik termasuk pembuatan kolam-kolam ikan
  • Dipicu oleh curah hujan tinggi.
5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah

Mekanisme gerakan tanah terjadi setelah turun hujan lebat, air hujan meresap masuk kedalam tanah sehingga bobot tanah meningkat mengakibatkan masa tanah bergerak melalui bidang gelincir dalam hal ini lapisan tuf diantara batuan breksi tufan. Karena terdapat kemiringan lereng, maka masa tanah mulai terganggu kesetimbannya dan terjadilah retakan tanah diatas lapisan tuf.

6. Rekomendasi :
  • Retakan yang terjadi segera diisi dengan tanah lempung dan dipadatkan,
  • Perlu penataan drainase dengan konstruksi permanen
  • Pohon berakar kuat dan dalam perlu ditambah,
  • Masyarakat perlu waspada bila perlu mengungsi ke tempat yang aman jika terjadi hujan lebih dari 3 jam,
  • Bangunan sebaiknya memakai konstruksi ringan/kayu dengan fondasi panggung, karena masih berpotensi terjadi gerakan tanah.
  • Agar masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di sekitar daerah bencana lebih waspada, terutama saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor.
  • Selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan lebat serta memantau dengan intensif perkembangan retakan yang terjadi.
  • Tidak membangun pemukiman di atas, pada, dan di bawah lereng dengan kemiringan sedang hingga terjal.
  • Bangunan konstruksi ringan seperti rumah panggung cocok di daerah ini yang merupakan daerah rentan gerakan tanah jenis rayapan.
  • Jika daerah tersebut dibangun dengan konstruksi tembok/permanen dan lantai keramik, maka jika terjadi gerakan tanah jenis rayapan akan terjadi retakan pada dinding dan lantai, berisiko roboh.

 

purworejo desember 2017

Gambar 1. Peta Petunjuk Lokasi Gerakan Tanah di Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

purworejo desember 2017 2

Gambar 2 Peta Geologi Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

purworejo desember 2017 3

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah

 

purworejo desember 2017 4

Gambar 4. Peta Situasi Gerakan Tanah Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

purworejo desember 2017 5

Gambar 5. Penampang  Gerakan Tanah di Dusun Dukuh Lor, Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

 

purworejo desember 2017 6 

Gambar 6. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah di Desa Donorati, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

purworejo desember 2017 7

Gambar 7. Peta Situasi Gerakan Tanah di Desa Donorati, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

purworejo desember 2017 8

Gambar 8. Penampang Gerakan Tanah di Desa Donorati, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

purworejo desember 2017 9

 

purworejo desember 2017 10

 

purworejo desember 2017 11

 

purworejo desember 2017 12

purworejo desember 2017 13