Laporan Singkat Pemeriksaan Calon Lahan Relokasi Di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet Dan Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan calon lahan relokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet dan Kampung Sampora, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat berdasarkan surat permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut No 360//061/RR-2017 tertanggal 25 Agustus 2017, Perihal: Permohonan Kajian Lahan Relokasi Bagi Korban Bencana Tanah Longsor Kabupaten Garut, sebagai berikut :

1. Lokasi

a. Kampung Sindangsari, Desa Sindangsari,Kecamatan Cisompet

Calon lahan relokasi terletak pada koordinat 107o 48’ 21,34” BT dan 07o 31’ 58,9” LS. Luas hasil terukur sekitar 3.450 m2.

b. Kampung Sampora, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi

Calon lahan relokasi terletak pada koordinat 107o 56’ 38,8” BT dan 07o 09’ 10,2” LS. Luas hasil terukur sekitar 37.000 m2.

 

2. Kondisi Daerah Pemeriksaan :

a. Kampung Sindangsari, Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet

  • Morfologi: Calon lahan relokasi morfologi bagian atasnya berupa punggungan yang berkemiringan landai ke arah selatan; sementara di bagian sekelilingnya terutama bagian timur, barat dan selatan dikelilingi oleh morfologi dengan kelerengan terjal – sangat terjal dan tidak cocok untuk pemukiman atau bangunan apapun, karena kestabilan lerengnya dapat terganggu dan kemungkinan dapat terjadi gerakan tanah.
  • Kondisi Geologi: Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut Pameungpeuk (Alzwar.M, dkk., 1992, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung) : Calon lahan relokasi batuannya disusun oleh Satuan Breksi Tufaan yang terdiri dari breksi, tuf dan batupasir. Bagian permukaan dari satuan batuan ini sudah mengalami pelapukan  berupa tanah lempung pasiran sampai lempung lanauan berwarna coklat kemerahan, mengandung lapilli dan bongkah breksi, tebal 1 s/d > 5 m, sangat lepas, dan porous (mudah menyerap air).
  • Kondisi Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Garut (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) : Calon lahan relokasi termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah, artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat. Dari hasil pengamatan di lapangan dan wawancara dengan aparat desa setempat di lokasi tersebut belum pernah terjadi gerakan tanah.
  • Tataguna Lahan dan Keairan: Tata guna lahan calon lahan relokasi umumnya merupakan kebun campuran yang antara lain terdiri dari: pohon bambu, albasia, alang alang/rumput dan lain-lain. Pada lokasi ini sudah ada jalan desa yang berupa jalan beton tipis yang dapat dilalui oleh kendaraan roda 2. Sumber air berasal dari tempat lain yang disalurkan melalui pipa . 

b. Kampung Sampora, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi

  • Morfologi: Calon lahan relokasi berupa berupa kebun campuran berkemiringan landai. Beberapa perumahan sudah dibangun di dekat calon lahan. Setelah dilakukan pematangan lahan lokasi ini dapat digunakan untuk pemukiman dan bangunan bangunan lainnya. Daerah di sekelilingnya masih berupa kebun berkemiringan landai.
  • Kondisi Geologi: Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut Pameungpeuk (Alzwar.M, dkk., 1992, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung) : Calon lahan relokasi batuannya disusun oleh Satuan Aluvium yang terdiri dari lempung, lanau, pasir halus hingga kasar dan kerikil serta bongkah bongkah batuan beku dan sedimen. Bagian permukaan dari satuan batuan ini sudah mengalami pelapukan  berupa tanah lempung pasiran sampai lempung berwarna coklat, mengandung lapilli dan bongkah, tebal 1 s/d > 3 m, sangat lepas, dan porous (mudah menyerap air).
  • Kondisi Kerentanan Gerakan Tanah : Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Garut (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) : Calon lahan relokasi termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Sangat Rendah. Daerah yang mempunyai tingkat kerentanan sangat rendah untuk terkena gerakan tanah. Pada zona ini jarang atau hampir tidak pernah terjadi gerakan tanah, baik gerakan tanah lama maupun gerakan tanah baru, kecuali pada daerah tidak luas pada tebing sungai.
  • Tataguna Lahan dan Keairan: 

Tata guna lahan calon lahan relokasi umumnya merupakan kebun campuran yang antara lain terdiri dari: pohon bambu, albasia dan pisang. Berdekatan dengan lokasi ini sudah ada jalan desa yang berupa jalan aspal yang dapat dilalui oleh kendaraan roda 4. 

Kondisi keairan di lokasi calon lahan relokasi berupa air yang dapat disalurkan melalui pipa dari tempat lain karena di lokasi tersebut tidak ada mata air atau bersumber dari PDAM.

 

3. Kesimpulan dan Rekomendasi :

a. Kampung Sindangsari, Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet

Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dengan mempertimbangkan aspek morfologi, geologi dan kerentanan gerakan tanah di calon lahan relokasi dapat disimpulkan antara lain, bahwa: Calon lahan relokasi terukur seluas 3.450m2 (tiga ribu empat ratus lima puluh meter persegi) termasuk kedalam zona kerentanan gerakan tanah menengah namun mengingat lokasi lerengnya yang terjal dengan lahan yang relatif sempit sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk lahan relokasi pemukiman.

Dengan bertambahnya beban akibat dibangunnya pemukiman di daerah ini dapat menyebabkan terjadinya gerakan tanah terutama karena berbatasan dengan daerah yang berkemiringan sangat terjal. Gerakan tanah dapat terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan erosi kuat.

Dari hasil pengamatan di lapangan ditemukan adanya gawir gawir yang berpotensi terjadinya longsor.

 

b. Kampung Sampora, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi

A.  Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dengan mempertimbangkan aspek morfologi, geologi dan kerentanan gerakan tanah di calon lahan relokasi dapat disimpulkan antara lain, bahwa: Calon lahan relokasi terukur seluas 37.000 m2 (tiga puluh tujuh ribu meter persegi) termasuk kedalam zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah dengan kemiringan yang landai sehingga dapat digunakan untuk lahan relokasi pemukiman dengan memperhatikan beberapa saran teknis. 

B.  Rekomendasi

Untuk memelihara kestabilan tanah di lokasi calon lahan relokasi ini kami rekomendasikan hal – hal sebagai berikut, antara lain:

  1. Lereng-lereng yang berada di pinggir saluran air (selokan) dan lereng yang terjadi akibat pengupasan/pengurugan yang dilakukan perlu diperkuat dengan dinding penahan (retaining wall) yang kokoh yang memenuhi syarat teknis;
  2. Sistem aliran air permukaan dan buangan air limbah dari perumahan, serta jalan yang akan dibangun harus dikendalikan supaya air tidak menjenuhi lahan pemukiman. Saluran air harus kedap air dan dibuang langsung ke sungai;
  3. Hindari kemungkinan adanya genangan air pada lahan pemukiman dan sekitarnya; Lahan yang dikupas sebagai dampak dari pematangan lahan dan pembangunan baru perlu ditanami kembali dengan tanaman penutup untuk mengurangi aliran air permukaan serta penanaman pepohonan yang berakar kuat dan dalam untuk menjaga stabilitas tanah;

 

 

LAMPIRAN

Cisompet 1 (121017)

Gambar 1. Peta petunjuk lokasi rencana lahan relokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

 

Cisompet 2 (121017)

Gambar 2. Peta geologi lokasi rencana lahan relokasi dan sekitarnya di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

 

Cisompet 3 (121017)

Gambar 3. Peta sketsa situasi lokasi rencana lahan relokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

 

Cisompet 4 (121017)

Gambar 4. Penampang rencana lahan relokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

 

Cisompet 5 (121017)

Gambar 5. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Lokasi rencana lahan relokasi terletak pada Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.

 

Cisompet 6 (121017)

Gambar 6. Peta petunjuk lokasi rencana lahan relokasi di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

 

Cisompet 7 (121017)

Gambar 7. Peta geologi lokasi rencana lahan relokasi dan sekitarnya di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

 

Cisompet 8 (121017)

Gambar 8. Peta sketsa situasi lokasi rencana lahan relokasi di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

 

Cisompet 9 (121017)

Gambar 9. Penampang rencana lahan relokasi di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

 

Cisompet 10 (121017)

Gambar 10. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Lokasi rencana lahan relokasi terletak pada Zona Kerentanan Gerakan Tanah Sangat Rendah

 

Cisompet 11 (121017)

Foto 1. Jalan beton berada di punggungan bukit dapat dilalui kendaraan roda 2.

 

Cisompet 12 (121017)

Foto 2. Calon lahan relokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet berada pada lereng berkemiringan terjal

 

Cisompet 13 (121017)

Foto 3. Calon lahan relokasi di Desa di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi berada pada daerah datar sampai landai

 

Cisompet 14 (121017)

Foto 4. Jalan aspal dan pemukiman berbatasan dengan calon lahan relokasi