Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Dan Banjir Bandang Di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim tanggap darurat bencana gerakan tanah dan banjir bandang di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat sebagai berikut :

 1. Lokasi Bencana dan Waktu Kejadian

Bencana gerakan tanah dan banjir bandang terjadi di Jorong Bancah Anak Lolo, Jorong Batang Lolo Atas, Jorong Batang Lolo Batu Kulambai dan Jorong Batang Lolo, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, secara geografis terletak pada koordinat : 001° 26' 14.4" LS 100° 59' 16.4" BT sampai 001° 25' 37.6" LS 101° 00' 23.0" BT.  Bencana banjir bandang ini terjadi pada Kamis, 14 September 2017, sekitar jam 20.30 Waktu Indonesia Barat. Gerakan tanah dan banjir bandang terjadi setelah hujan deras semalam, mengakibatkan 138 rumah yang berada ditepi sungai dan di sekitar jalan rusak, 1 turbin PLTMH rusak, dan 1 cekdam PDAM hancur  terlanda material bahan rombakan.

 

2. Kondisi Bencana dan Akibat Yang Ditimbulkan

Bencana berupa banjir bandang yang didahului terjadinya gerakan tanah (di bagian hulu), terjadi pada aliran Sungai Batang Lolo  dan Anak Sungai Batang Lolo dibagian hilirnya dimana materialnya bergerak sangat cepat dan menerjang  4 Jorong di Nagari Pakan Rabaa Tengah yang berada  pada bagian hilir Sungai Batang Lolo. Banjir bandang ini membuat kondisi Sungai Batang Lolo menjadi lebih lebar dari sebelumnya karena gerusan banjir bandang.

Dampak bencana di daerah ini menimbulkan :

  • 42 rumah rusak berat.
  • 6 rumah rusak sedang.
  • 90 rumah rusak ringan.
  • 6 Fasilitas Umum rusak berat
  • 1 Kantor Wali Nagari rusak ringan

 

3.   Kondisi Daerah Bencana

  • Morfologi, Morfologi wilayah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) yang terlanda banjir bandang terletak pada dataran yang diapit 2 lajur perbukitan di bagian barat dan timur. Morfologi perbukitan bagian barat ditempati oleh bukit Pangkur dan bukit Barjawat dengan sungai sungainya mengalir ke arah barat. Sedangkan perbukitan bagian timur ditempati oleh bukit Manderbiah, Kapur, Aro, Pagu dan bukit Laweh dengan sungai sungainya mengalir ke barat diantaranya adalah Sungai Batang Lolo. Pertemuan aliran sungai dari perbukitan barat dan timur ini membentuk pola aliran yang parallel menuju ke sungai utama Batang Suliti yang menempati morfologi dataran. Morfologi dataran juga ditempati oleh ibukota Kecamatan KPGD dan jalan raya Solok – Padang Aro dengan lebar sekitar 10 meter dengan pemukiman di kiri dan kanan badan jalan.
  • Geologi, Batuan penyusun lokasi bencana disusun oleh batuan dari 4 formasi antara lain : Lava dari Batuan Gununapi Tak Teruraikan (Qos), dan Satuan Lava (Qol) serta breksi tuf dari Formasi Batuan Oligo-Miosen Painan (Tomp) dan Aluvial (Qal). Lava dari 2 (dua) satuan tersebut diatas di lapangan tampak sama, tersingkap di lereng tengah dan atas, berwarna abu abu – abu abu kehitaman, keras, sebagian lapuk mengulit bawang (conchoidal weatering) dan sebagian lagi telah mengalami pelapukan kuat berupa lanau pasiran, berkerikil ukuran halus hingga kasar, tebal 1 – 2 meter. Sedangkan breksi tuf Formasi Batuan Oligo-Miosen Painan (Tomp) berwarna abu abu kecoklatan, agak keras, kurang kompak dengan tanah pelapukan berupa lempung pasiran, coklat muda, sarang, porositas tinggi, gembur mudah menyerap air, tebal 2 – 3 meter.  Aluvial menempati lereng bawah dan dataran rendah terdiri dari pasir, kerikil, kerakal terdapat di lereng bagian bawah. Morfologi daerah Kecamatan KPGD terletak pada dataran yang diapit 2 lajur perbukitan di bagian barat dan timur, merupakan jalur sesar mendatar Sumatra (Sumatra slip fault) berarah barat laut - tenggara. Demikan pula di lereng bagian barat di hulu daerah longsoran juga merupakan jalur sesar mendatar berarah utara-selatan sepanjang 10 km yang melibatkan batuan Batuan Gununapi Tak Teruraikan (Qos) dan Satuan Lava (Qol)
  • Tataguna Lahan, Tataguna lahan daerah bencana, pada bagian atas lereng umumnya berupa hutan, bagian dari hutan TNKN (Taman Nasional Kerinci Seblat) beberapa bagian berupa kebun masyarakat, dengan tanaman berupa jagung, palawija dan padi. Pemukiman Nagari Pakan Rabaa Tengah menempati sekitar sungai, lereng bagian bawah yang merupakan di pusat kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) .
  • Keairan, Keairan di daerah ini sangat berlimpah baik dari sumur penduduk maupun dari sungai sungai yang selalu berair baik di musim hujan atau di musim kemarau. Digunakan unuk mengairi sawah dan juga dijadikan air baku PDAM dan dialirkan lewat pipa ke masyarakat dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum dan MCK.
  • Kerentanan gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan September 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi gerakan tanah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan berada pada zona kerentanan  gerakan tanah menengah, artinya daerah ini mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi/diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

  

4. Faktor Penyebab Terjadinya Banjir Bandang

Secara umum banjir bandang di daerah ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :

  • Kemiringan lereng yang cukup terjal di bagian hulu Sungai Batang Lolo
  • Sifat fisik tanah lapukan yang sarang, tebal, kurang kompakdan mudah menyerap air.
  • Adanya pembendungan sungai Batang Lolo di bagian hulu oleh material longsoran maupun oleh tumpukan kayu kayu hutan di bagian hulu dan membentuk danau
  • Kemungkinan adanya penebangan hutan di bagian hulu
  • Curah hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama di bagian hulu daerah aliran sungai ( DAS Batang Lolo ).

 

5.  Mekanisme Terjadinya Bencana Banjir Bandang

Curah hujan yang tinggi dan dalam waktu cukup lama di daerah bagian hulu daerah aliran sungai (DAS) Batang Lolo menyebabkan limpasan air permukaan pada lereng bagian atas melimpah dan menimbulkan beberapa longsoran tebing. Material longsoran tebing ini menutup dan membendung aliran sungai pada beberapa lokasi di bagian hulu sungai, sehingga membuat genangan air yang makin lama volumenya makin besar. Karena volume air terus bertambah sehingga tanggul genangan tidak kuat menahan dan terjadilah banjir dengan vulume cukup besar. Gerusan air banjir bandang tersebut akan menggerus tebing dan karena alirannya pekat dan kuat gerusnya tinggi, maka terjadilah banjir bandang yang bercampur dengan bongkah-bongkah batuan dan batang-batang pohon mengalir ke arah hilir dengan kecepatan tinggi. Panjang aliran bahan rombakan dari hulu sungai sekitar 9230 meter. Aliran bahan rombakan ini bergerak dengan kecepatan tinggi menggerus badan sungai, sehingga sungai yang awalnya berlebar 8 – 12 meter kini mencapai 15 – 20 meter, kemiringan lereng 450 pada bagian hulu hingga datar di bagian hilirnya. Karena kondisi aliran sungai yang berkelok-kelok, menyebabkan aliran banjir bandang meluap pada kelokan-kelokan sungai sehingga aliran banjir bandang melimpah menyapu permukiman dan menghancurkan beberapa rumah, sawah, ladang dan pekarangan.

 

6. Kesimpulan dan Rekomendasi

Beberapa hal yang perlu direkomendasikan dari hasil pemeriksaan ini adalah :

  • Masyarakat di daerah hilir sungai agar selalu waspada apabila di daerah hulu terjadi tanda-tanda hujan lebat dengan waktu cukup lama,  meskipun di daerah hilir tidak hujan dan masyarakat disarankan mengungsi ke lokasi yang aman karena lokasi ini masih berpotensi untuk terjadi banjir bandang susulan.
  • Penataan dan pengendalian air permukaan dengan membuat saluran drainase di atas lereng maupun di sekitar jalan raya
  • Melakukan penghijauan di daerah aliran sungai (DAS) dengan tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng.
  • Tidak membuat rumah/bangunan lainya pada tepi sungai, kelokan sungai dan muara sungai, karena berpotensi terlanda banjir bandang.
  • Membuat tanggul penahan luapan banjir bandang (pada lereng tebing sungai/tanggul sungai yang jebol) yang cukup kuat.
  • Segera bangun kembali/perbaiki 2 cekdam untuk keperluan PLTMH dan PDAM yang hancur dan dibuat paling tidak 2 cekdam baru di lereng bagian atasnya. Untuk jangka panjangnya perlu dibuat beberapa “cek dam” di sepanjang aliran sungai.
  • Tidak melakukan penebangan pohon pada lereng bagian atas.
  • Hindari penggundulan hutan dan perlu ditanami tanaman keras diantara tanaman palawija dan kebun masyarakat
  • Apabila masyarakat mengetahui terdapat genangan-genangan atau pembendungan sungai di bagian hulu agar segera melaporkan kepada aparat terdekat.
  • Perlu dilakukan sosialisasi kebencanaan (khususnya gerakan tanah dan banjir bandang) oleh Pemerintah Daerah setempat
  • Segera dibangun kembali/perbaiki 2 cekdam untuk keperluan PLTMH dan PDAM yang hancur dan dibuat paling tidak 2 cekdam baru di lereng bagian atasnya

 

 

LAMPIRAN

Solok 1 (121017)

Gambar - 1 : Peta lokasi petunjuk gerakan tanah di Nagari Pakan Rabaa Tengah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan

 

Solok 2 (121017)

Gambar - 2 : Peta geologi Nagari Pakan Rabaa Tengah dan Sekitarnya, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat

 

Solok 3 (121017)

Gambar - 3 : Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat

 

Solok 4 (121017)

Gambar - 4 : Peta situasi gerakan tanah dan banjir bandang di Nagari Pakan Rabaa Tengah dan Sekitarnya, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat

 

Solok 5 (121017)

Gambar -5: Penampang Situasi Morfologi Gerakan Tanah dan banjir Bandang di Nagari Pakan Rabaa Tengah dan Sekitarnya, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat

 

Solok 6 (121017)

Foto - 1 : Kondisi Sungai Batang Lolo di bagi Hulu setelah kejadian Banjir Bandang di Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kec. Koto Parik Gadang Diateh, Kab. Solok Selatan

 

Solok 7 (121017)

Foto – 2. longsoran tebing Sungai Batang Lolo yang di temukan di kawasan PLMTH Jorong Batang Lolo Atas

 

Solok 8 (121017)

Foto - 3 : Kondisi PLTMH Jorong Batang Lolo Atas yang rusak setelah banjir bandang

 

Solok 9 (121017)

Foto - 4 : Lokasi Cek Dam PDAM yang hancur terlanda banjir Bandang di Sungai Batang Lolo

 

Solok 10 (121017)

Foto - 5 : Endapan aliran lava dan breksi tuff (Qou dan Qol) yang di jumpai di Sungai Batang Lolo

 

Solok 11 (121017)

Foto - 6. Pemukiman, Sawah dan Ladang Pertanian yang terdampak Luapan Banjir Bandang di Sungai Batang Lolo

 

Solok 12 (121017)

Foto - 7. Pemukiman di bantaran sungai bagian hilir yang terdampak Banjir Bandang di Sungai Batang Lolo

 

Solok 13 (121017)

Foto - 8 : Limpasan di Kelokan Sungai Batang Lolo yang melanda pemukiman dan ladang pertanian di bagian tengah Sungai Batang Lolo (Foto dari Drone)

 

Solok 14 (121017)

Foto - 9 : Luapan di Sungai Batang Lolo dan cabang Sungai Batang Lolo di bagian atas yang melanda pemukiman dan ladang pertanian (Foto dari Drone)

 

Solok 15 (121017)

Foto - 10 : Koordinasi Tim Badan Geologi dengan BPBD Kab. Solok Selatan dan pemerintah setempat di Posko Bencana Kantor Camat Koto Parik Gadang Diateh