Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Dan Banjir Bandang Di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua

Tanggapan bencana banjir bandang di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, berdasarkan informasi Managemen PTFI dan berita dari:

  1. http://bisnis.liputan6.com/read/3059630/tambang-freeport-di-tembagapura-dihantam-banjir-dan-longsor
  2. https://tabloidjubi.com/artikel-8778-satu-korban-banjir-bandang-tembagapura-masih-terus-dicari.html
  3. https://finance.detik.com/energi/3601975/banjir-bandang-di-tembagapura-1-pekerja-tambang-freeport-hilang

pada hari Rabu, 16 Agustus 2017, sebagai berikut :

1. Lokasi dan waktu kejadian

Banjir bandang disertai gerakan tanah terjadi di kawasan Freeport Tembagapura, Papua. Gerakan tanah terjadi pada pukul 20.00 WIT di Mile 66-68 dan di Kampung Kimbeli di Banti Dua sekitar pukul 21.10 WIT. Banjir bandang dan gerakan tanah ini terjadi pada hari Selasa, 15 Juli 2017.

2. Dampak dari banjir bandang:

Banjir bandang dan gerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Mimika mengakibatkan :

  • 1 (satu) orang hilang;
  • Kerusakan jalan, jembatan, jalur air, dan sebagian besar pembangkit yang memasok listrik ke Tembagapura dan Hidden Valley;
  • Terputusnya jalan raya yang menghubungkan Tembagapura hingga Banti Dua.
3. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan dengan ketinggian lebih dari 852 m dpl.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Timika, Papua (E. Rusmana, dkk., 1995) batuan penyusun daerah bencana berupa Grup Kembelangan, yang terdiri dari lapis batudebu dan batulumpur karboniferus pada lapisan bawah batupasir kuarsa glaukonitik butiran-halus serta sedikit shale pada lapisan atas, dimana pada bagian atasnya di sebut Formasi Jass terdiri dari batupasir kuarsa dan batulempung karbonatan, dan Formasi Tipuma, yang terdiri dari batulempung dan batupasir.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Provinsi Papua bulan Agustus 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah - tinggi artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
4. Faktor penyebab terjadinya longsor dan banjir bandang :
  • Sifat tanah pelapukan yang sarang dan mudah luruh jika terkena air.
  • Curah hujan yang sangat lebat dan dalam waktu cukup lama di bagian hulu, sebelum dan pada saat kejadian banjir bandang.
  • Kemungkinan adanya pembendungan material longsor ke dalam alur sungai.
5. Rekomendasi Teknis:
  • Tidak beraktifitas disekitar lokasi gerakan tanah dan banjir bandang untuk menghindari potensi gerakan tanah susulan.
  • Membersihkan material banjir bandang di daerah permukiman yang terlanda.
  • Masyarakat agar waspada jika mengetahui adanya material longsor yang membendung alur sungai/bendung alam dan agar dilakukan pembobolan bendung alam tersebut secara perlahan.
  • Jika masyarakat mengetahui adanya gejala longsor dan banjir bandang tersebut agar melaporkan kepada aparat pemerintahan setempat dan BPBD Kabupaten.

Tanggapan ini dapat diunduh disini

 

LAMPIRAN

tembagapura1 (160817)

Gambar 1. Peta Lokasi  Gerakan Tanah

 

tembagapura2 (160817)

Gambar 2. Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah

 

TABEL WILAYAH POTENSI TERJADI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN MIMIKA

PROVINSI PAPUA

BULAN AGUSTUS 2017

 

No

Provinsi

Kabupaten

/Kota

Kecamatan

Potensi Terjadi Gerakan Tanah

1.

Papua

Mimika

Agimuga

Menengah-Tinggi

 

 

 

Jila

Tinggi

 

 

 

Jita

Menengah

 

 

 

Kualakencana

Menengah

 

 

 

Mimika Barat

Menengah-Tinggi

 

 

 

Mimika Barat Jauh

Menengah-Tinggi

 

 

 

Mimika Barat Tengah

Menengah-Tinggi

 

 

 

Mimika Baru

Menengah

 

 

 

Mimika Timur Jauh

Menengah

 

 

 

Tembagapura

Menengah-Tinggi

                                                                                 
                                                                              Keterangan :

 Menengah

Daerah yang mempunyai potensi Menengah untuk terjadi Gerakan Tanah. Pada Zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Tinggi

Daerah yang mempunyai potensi Tinggi untuk terjadi Gerakan Tanah. Pada Zona ini dapat terjadi Gerakan Tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Rendah

Daerah yang secara umum jarang terjadi gerakan tanah, kecuali jika mengalami gangguan pada lerengnya, terutama pada tebing sungai.

 

TABEL WILAYAH POTENSI TERJADI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN MIMIKA

PROVINSI PAPUA

BULAN AGUSTUS 2017

 

No

Provinsi

Kabupaten

/Kota

Kecamatan

Potensi Terjadi Gerakan Tanah

1.

Papua

Mimika

Agimuga

Menengah-Tinggi

 

 

 

Jila

Tinggi

 

 

 

Jita

Menengah

 

 

 

Kualakencana

Menengah

 

 

 

Mimika Barat

Menengah-Tinggi

 

 

 

Mimika Barat Jauh

Menengah-Tinggi

 

 

 

Mimika Barat Tengah

Menengah-Tinggi

 

 

 

Mimika Baru

Menengah

 

 

 

Mimika Timur Jauh

Menengah

 

 

 

Tembagapura

Menengah-Tinggi

 

 

 

  Keterangan :

 

 Menengah

Daerah yang mempunyai potensi Menengah untuk terjadi Gerakan Tanah. Pada Zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Tinggi

Daerah yang mempunyai potensi Tinggi untuk terjadi Gerakan Tanah. Pada Zona ini dapat terjadi Gerakan Tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Rendah

Daerah yang secara umum jarang terjadi gerakan tanah, kecuali jika mengalami gangguan pada lerengnya, terutama pada tebing sungai.