Laporan Singkat Pemeriksaan Lokasi Rencana Relokasi Akibat Bencana Di Desa Banaran Kec. Pulung, Kab. Ponorogo, Prov. Jawa Timur

Laporan singkat hasil pemeriksaan lokasi rencana relokasi korban bencana gerakan tanah di wilayah Desa Banaran dan Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan  sebagai berikut : 

1.  Kondisi Umum Daerah Rencana Relokasi

  • Morfologi, Secara umum daerah rencana relokasi terletak pada lereng perbukitan bergelombang rendah sampai sedang dengan dengan kemiringan antara 2 sampai 150 setempat > 200,  berketinggian antara 340 -  829 m di atas permukaan laut (dpl).
  • Geologi, Berdasarkan pengamatan di lapangan, batuan penyusun daerah rencana relokasi berupa breksi dan tufa pasiran, dimana bagian permukaan lapuk lanjut – lapuk sempurna berupa lempung pasiran, warna coklat, lunak, tebal (> 4 m) dan sarang. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Madiun (Udi Hartono, dkk., 1992)  batuan penyusun daerah tersebut termasuk Morfoset Jeding-Patukbanteng (Qj) yang terdiri dari lava andesit piroksen, breksi gunungapi, sisipan tuf dan batuapung. Struktur geologi baik berupa patahan (sesar) maupun lipatan (fold) tidak terdapat pada daerah tersebut (Gambar – 2).
  • Tata guna lahan, Tata lahan daerah rencana relokasi umumnya berupa kebun campuran, belukar, setempat pemukiman dan sawah. Untuk lokasi 1 sampai lokasi 17 umumnya menempati tata lahan kebun campuran, belukar, setempat pemukiman, sedangkan untuk lokasi 18 dan 19 menempati tata lahan sawah.
  • Keairan, Berupa aliran air permukaan (run off) pada waktu hujan dan air permukaan melalui alur sungai yang mengalir pada lereng bagian tengah (hanya berair pada musim hujan), sedangkan untuk keperluan sehari-hari diambil dari mata air yang ada di sekitar lokasi.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan  Mei 2017 Kabupaten Ponorogo (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah rencana relokasi berada pada zona kerentanan  gerakan tanah Menengah sampai Tinggi, artinya daerah ini mempunyai potensi menengah - tinggi untuk terjadi gerakan tanah apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi/diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

2. Lokasi Rencana Relokasi

Lokasi pemeriksaan lokasi rencana relokasi korban bencana tanah longsor Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Kediri meliputi wilayah Desa Banaran dan Desa Singgahan. Adapun lokasi-lokasi tersebut adalah sebagai berikut (Gambar-1) :

a. Lokasi – 1 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 43.000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S:  070 50’ 53,0”  dan  E : 1110 40’ 15,9” dengan ketinggian ±  998,8 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal  25 - 450
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan tebal ( > 3 m), sarang dan gembur
  • Tanaman (vegetasi) gundul
  • Berpotensi terjadi longsor

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak Layak untuk relokasi

 

b. Lokasi – 2 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 10.000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 50’ 52,0” dan  E: 1110 40’ 26,8” dengan ketinggian ±  968,8 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal 25 - 450
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah pelapukan tebal ( > 3 m), sarang dan agak gembur
  • Tanaman (vegetasi) gundul
  • Berpotensi terjadi longsor

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak Layak untuk relokasi

 

c. Lokasi – 3 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 10.000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S:  070 51’ 01,3”  dan  E : 1110 40’ 33,1” dengan ketinggian ± 953,1 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

 

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal 22 - 320
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan tebal sarang dan mudah menyerap air
  • Berpotensi longsor
  • Lahan dengan tanaman (vegetasi) keras gundul

 

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak Layak untuk relokasi

 

d. Lokasi – 4 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 340 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 50’ 59,1”  dan  E : 1110 40’ 35,5”l

Hasil Pemeriksaan

 

  • Lokasi berada pada kemiringan relatif landai – agak terjal 0 - 150
  • Tanah lapukan tipis
  • Kondisi tanaman (vegetasi) cukup
  • Tidak berpotensi terjadi longsor

 

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk sekitar 2 rumah) dengan syarat :

  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir
  • Buat tembok penahan pada tebing terjal
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap

 

e. Lokasi – 5 (SAS-6) :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 140 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 50’ 53,4” dan  E: 1110 40’ 41,4” dengan ketinggian ±  955,4 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal 22 - 340
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan tebal sarang dan mudah menyerap air
  • Sudah dijumpai retakan tanah
  • Berpotensi terjadi longsor

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak layak untuk relokasi

 

f. Lokasi – 6 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 2000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 51’ 05,3” dan  E: 1110 40’ 32,0” dengan ketinggian ±  943,6 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal 10 - 420
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan tebal sarang dan mudah menyerap air
  • Sudah dijumpai retakan tanah padai lereng bagian atas
  • Berpotensi terkena longsor

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak layak untuk relokasi

 

g. Lokasi – 7 :

Lokasi rencana relokasi terletak di depan Posko BPBD/ Huntara Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 3000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat : S : 070 51’ 02,1”  dan  E : 1110 40’ 35,4”

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan relatif landai  8 - 120
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan relatif  tipis ( < 1,5 m)
  • Kondisi lahan cukup stabil dan tidak berpotensi longsor
  • Ancaman longsoran dari sekitarnya relatif kecil

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk sekitar 8 rumah) dengan syarat :

  • Lahan dijauhkan dari lereng/tebing terjal
  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir
  • Tanami dengan tanaman keras berakar kuat dan dalam
  • Buat tembok penahan pada tebing terjal/curam
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap air

 

h. Lokasi – 8 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 10.000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 51’ 05,3” dan  E: 1110 40’ 32,0” dengan ketinggian ±  968,8 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal 350
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan tebal, sarang dan agak gembur
  • Berpotensi terjadi longsor

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak layak untuk relokasi

 

i. Lokasi – 9 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 350 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 51’ 09,6” dan  E: 1110 40’ 32,4” dengan ketinggian ± 913 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal 0 - 120
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan relatif tipis ( < 1,5 m)
  • Kondisi tanaman (vegetasi) keras cukup banyak
  • Lahan dijauhkan dari lereng terjal

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk sekitar 2 rumah) dengan syarat :

  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir
  • Buat tembok penahan pada tebing terjal
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap

 

j. Lokasi – 10 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 200 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 51’ 09,6” dan  E: 1110 40’ 32,4” dengan ketinggian ± 913 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada relatif datar namun sangat dekat dengan lereng terjal 15 - 550
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan tebal ( >  3 m) sarang dan agak gembur
  • Kondisi tanaman (vegetasi) gundul
  • Berpotensi terjadi longsor

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak layak untuk relokasi

 

k. Lokasi – 11 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 1.200 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S:  070 50’ 58,4”  dan  E : 1110 40’ 19,3” dengan ketinggian ±  970 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang landai – agak terjal  5 - 120
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan relatif tipis ( < 1,80 m )
  • Kondisi tanaman (vegetasi) cukup baik/lebat
  • Tidak berpotensi longsor
  • Lahan perlu diterassering dan agak jauh dari lereng terjal

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk sekitar 6 rumah) dengan syarat :

  • Lahan dijauhkan dari lereng terjal
  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir
  • Buat tembok penahan pada tebing terjal (kaki lereng)
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap  air

 

l. Lokasi – 12 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 1.400 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S:  070 50’ 58,6”  dan  E : 1110 40’ 19,7” dengan ketinggian ±  970 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang landai – agak terjal 5 - 120
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan relatif tipis ( < 1,60 m)
  • Kondisi tanaman (vegetasi) keras cukup baik/lebat
  • Tidak berpotensi longsor
  • Lahan perlu “diterassering” dan agak jauh dari lereng terjal/curam

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk sekitar 6 rumah) dengan syarat :

  • Lahan dijauhkan dari lereng terjal
  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir
  • Buat tembok penahan pada tebing terjal (kaki lereng)
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap air
  • Tidak membuat kolam/genangan air

 

m. Lokasi – 13 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Daerah Bulu, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ±  1400 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S:  070 50’ 57,9”  dan  E : 1110 40’ 19,3” dengan ketinggian ±  970 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang landai – agak terjal 5 - 120
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan relatif tipis ( < 1,70 m )
  • Kondisi tanaman (vegetasi) keras cukup baik/lebat
  • Tidak berpotensi longsor
  • Lahan perlu “diterassering” dan agak jauh dari lereng terjal

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk sekitar 6 rumah) dengan syarat :

  • Lahan dijauhkan dari lereng terjal
  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir
  • Buat tembok penahan pada tebing terjal (kaki lereng)
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap

 

n. Lokasi – 14 :

Lokasi rencana relokasi terletak di daerah Bulu, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan naran, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 250 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 51’ 12,6” dan  E: 1110 40’ 29,7” dengan ketinggian ± 876 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal 15 - 330
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Lahan gundul (tanaman keras berakar kuat dan dalam) jarang
  • Tanah lapukan tebal ( > 3,5 m ) sarang dan agak gembur
  • Terletak di bawah tebing 4 meter dan berpotensi longsor

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak layak untuk relokasi

 

o. Lokasi – 15 :

Lokasi rencana relokasi terletak di daerah Bulu, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan naran, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 400 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 51’ 33,2” dan  E: 1110 40’ 28,2” dengan ketinggian ± 861,8 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang terjal 20 - 320
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan tebal ( > 3,0 M ) sarang dan gembur
  • Dibawah tebing 4 meter berpotensi longsor

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak layak untuk relokasi

 

q. Lokasi – 16 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Huntara-A Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 800 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 51’ 09,6” dan  E: 1110 40’ 32,4” dengan ketinggian ± 913 m dpl (di atas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang datar – agak terjal 0 - 120
  • Batuan penyusun berupa breksi vulkanik lapuk
  • Tanah pelapukan relatif tipis ( < 2,0 meter)

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk sekitar 4 rumah) dengan syarat :

  • Lahan dijauhkan dari lereng terjal
  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir
  • Buat tembok penahan pada tebing terjal (kaki lereng)
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap

 

p. Lokasi – 17 :

Lokasi rencana relokasi (tanah bengkok 1) terletak di tanah bengkok Dusun Gondangsari, Desa Banaran, Kecamatan naran, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 20.000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat : S: 070 51’ 12,7” dan  E: 1110 40’ 26,1” dengan ketinggian ± 877 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang agak terjal 10 – 15, setempat > 450
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah lapukan tebal sarang dan mudah menyerap air
  • Lahan sawah
  • Kondisi tanaman keras gundul
  • Berpotensi terkena longsor dan banjir bandang

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Tidak layak untuk lokasi relokasi

 

r. Lokasi – 18 :

Lokasi rencana relokasi (tanah bengkok - 2) terletak di Dusun Slengokl, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 10.000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 51’ 09,6” dan  E: 1110 40’ 32,4” dengan ketinggian ± 913 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lokasi berada pada kemiringan lereng yang landai – agak terjal 2 - 150
  • Batuan penyusun berupa breksi vulkanik lapuk
  • Tanah pelapukan relatif tipis ( < 2,0 meter )
  • Tata lahan sawah
  • Ada air saluran (irigasi) dan air tanah tidak dalam ( <  7 meter)

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk lebih dari 20 rumah) dengan syarat :

  • Lahan dijauhkan dari lereng terjal dan buat “terassering” atau berundak
  • Lahan perlu dikeringkan dan dipadatkan
  • Penanaman pohon/tanaman keras berakar dalam dan kuat
  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir
  • Rumah yang aman adalah rumah dengan konstruksi ringan (rumah kayu)
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap air
  • Tidak membuat kolam/genangan air

 

s. Lokasi – 19 :

Lokasi rencana relokasi terletak di Dusun Cengkir, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, seluas ± 6.000 m2. Secara geografis lokasi rencana relokasi terletak pada koordinat: S: 070 52’ 27,1” dan  E: 1110 39’ 30,4” dengan ketinggian ± 651 m dpl (diatas permukaan laut)

Hasil Pemeriksaan

  • Lahan relatif datar berada pada kemiringan lereng yang landai – agak terjal  3 - 100
  • Batuan penyusun berupa breksi gunungapi lapuk
  • Tanah pelapukan relatif tipis ( < 2,0 meter )
  • Kondisi tanaman keras berakar dalam cukup baik/lebat
  • Rumah dibuat menjauhi tebing terjal/curam atau menjauhi alur sungai.
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap air

 

Rekomendasi

Lokasi tersebut dinilai Layak (bisa untuk lebih dari 20 rumah) dengan syarat :

  • Lahan dijauhkan dari lereng terjal
  • Rumah dibangun menjauhi tebing/gawir atau tepi sungai/alur sungai
  • Buat tembok penahan pada tebing terjal (kaki lereng)
  • Buat saluran pengering air permukaan dan limbah rumah tangga yang kedap

 

 

LAMPIRAN

 

Ponorogo 1 (070617)

Gambar -1 : Peta Petunjuk Lokasi Pemeriksaan Rencana Relokasi di Desa Banaran dan Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Kediri

 

Ponorogo 2 (070617)

Gambar - 2 : Peta Geologi Pemeriksaan Rencana Relokasi di Desa Banaran dan Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Kediri

 

Ponorogo 3 (070617)

Gambar - 3 : Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Dusun Tangkil dan Sekitarnya Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Kediri

 

Tabel – 1 :  Lokasi Rencana Relokasi

Ponorogo 4 (070617)

 

 

FOTO – FOTO  LAPANGAN

 

Ponorogo 5 (070617)

Foto – 1 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah Bulu, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung ( lokasi ini tidak layak untuk relokasi karena masih rawan bergerak )

 

Ponorogo 6 (070617)

Foto – 2 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah Bulu bagian bawah, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung ( lokasi ini layak untuk relokasi terbatas )

 

Ponorogo 7 (070617)

Foto – 3 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah depan Posko, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung ( lokasi ini layak untuk relokasi )

 

Ponorogo 8 (070617)

Foto – 4 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah bagian atas dari SAS-6, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung ( lokasi ini tidak layak untuk relokasi karena beberapa tahun lalu telah mengalami retakan/bergerak )

 

Ponorogo 9 (070617)

Foto – 5 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah SAS -6, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung ( lokasi ini tidak layak untuk relokasi karena terletak di atas tebing curam dan tidak stabil )

 

Ponorogo 10 (070617)

Foto – 6 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah Huntara A, Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung ( lokasi ini layak untuk relokasi )

 

Ponorogo 11 (070617)

Foto – 7 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah tanah bengkok-1 Kades Banaran, di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung ( lokasi ini tidak layak untuk relokasi )

 

Ponorogo 12 (070617)

Foto – 8 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah tanah bengkok - 2 Kades Banaran, di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung ( lokasi ini layak untuk relokasi )

 

Ponorogo 13 (070617)

Foto – 9 : Kondisi daerah rencana relokasi di daerah  Dusun Cengkir, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung ( lokasi ini layak untuk relokasi )