Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Banjarmanggu, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah

Laporan singkat hasil kajian geologi terhadap bencana gerakan tanah di Desa Prendengan, Kecamatan Banjarmanggu, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan surat No 360/85/BPBD/2017 tentang Permohonan Bantuan Kajian Geologi untuk lahan relokasi. mengacu pada laporan singkat Badan Geologi No. 2734/45/BGL /2017 tertanggal 28 April 2017. Hasil pemeriksaan sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah :

Pada Jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Prendengan dengan Desa Sijeruk di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmanggu, Kabupaten Banjarnegara. Secara geografis terletak pada koordinat 1090 42’ 29,3” BT dan 0070 19’ 02.6” BT. Gerakan tanah terjadi pada Maret 2017.

 

2. Kondisi Bencana dan Dampaknya :

Jenis gerakan tanah adalah rayapan, nendatan dan longsoran bahan rombakan yang memotong badan jalan. Nendatan pada badan jalan mengalami penurunan sedalam 1-3 meter dan panjang mahkota nendatan sebesar  60 meter dengan arah pergerakan N 350o E. Longsoran juga terjadi dengan material longsoran begerak sejauh 200 meter hingga mencapai Kali Urang.

Dampak dari gerakan tanah ini menyebabkan :

  • Badan Jalan sepanjang 60 meter amblas sedalam 1-3 meter
  • Perkebunan salak yang rusak
  • Terjadi retakan berjarak 5 meter di atas mahkota longsoran.

3. Kondisi Daerah Gerakan Tanah :
  • Morfologi, Secara umum daerah gerakan tanah merupakan lereng perbukitan dimana pada bagian lembahnya mengalir anak Kali urang yang mengalir dari barat ke timur dengan aliran bersifat permanen. Kemiringan lereng tergolong agak terjal-terjal dengan kemiringan lereng diatas 300. Lokasi gerakan tanah berada pada ketinggian lebih dari 700 meter diatas permukaan laut.
  • Batuan penyusun, Di lapangan terlihat adanya tanah pelapukan terdiri dari lempung pasiran ketebalan 3-5 meter, gembur dengan fragmen kerikil-kerakal. Tersingkap pula batulempung masif pada bagian bawah. Pada lokasi longsoran dilewati sesar yang berarah barat – timur. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Banjarnegara dan Pekalongan, Jawa (W. H Condon dkk, P3G, 1996) batuan penyusun daerah bencana termasuk Batuan Formasi Rambatan yang terdiri dari serpih, napal dan batupasir gampingan.
  • Tata guna lahan, Tata guna lahan pada lereng bagian atas berupa kebun salak, pada lereng bagian tengah berupa badan jalan  dan pada bagian bawah lereng berupa kebun campuran.
  • Keairan, Kondisi keairan di lokasi bencana berupa beberapa mata air  yang terletak pada lereng bagian atas yang dimanfaatkan penduduk untuk keperluan sehari-hari dan bagian tengah terdapat mata air kecil yang membentuk kolam dan terbentuk paska longsoran. Selain itu terdapat pula air permukaan (run off) yang terjadi terutama pada musim hujan serta adanya aliran sungai yang mengalir sepanjang tahun.

 

4. Kerentanan Gerakan Tanah :

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei 2017 (Badan Gegologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Banjarmanggu termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah-tinggi artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor Penyebab Gerakan Tanah :
  • Secara geologi batuan tersingkap pada lokasi longsor adalah batulempung masif dan tebal.
  • Kemiringan lereng yang terjal  yang menyebabkan tanah mudah bergerak.
  • Tanah pelapukan yang gembur, lapuk dan mudah retak
  • Adanya perbedaan sifat fisik batuan dasar yang kedap air dengan tanah pelapukan yang gembur.
  • Curah hujan yang tinggi dan lama pada saat dan sebelum terjadinya gerakan tanah
  • Tidak adanya saluran kedap air pada sisi jalan sehingga air hujan langsung melimpas ke badan jalan dan lereng bagian bawah

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

Kemiringan lereng yang terjal dan tersusun dari tanah pelapukan yang tebal dan gembur menimbulkan retakan retakan akibat gravitasi di lereng bagian atas baik di daerah pemukiman maupun di badan jalan. Batulempung masif yang berada dibawah tanah lapukan sebagai bidang gelincirnya. Adanya hujan deras dalam waktu lama, selain membuat limpasan air permukaan,  sebagian air hujan meresap ke dalam tanah melalui ruang antar butir dan retakan-retakan, sehingga batuan dan tanah pelapukan menjadi jenuh air mengakibatkan  bobot masanya bertambah. Kemiringan lereng yang terjal disertai bobot masa batuan dan tanah pelapukan yang semakin berat, maka batuan dan tanah menjadi tidak stabil dan mudah bergerak menyebabkan terjadinya gerakan tanah.

 

7. Rekomendasi Teknis :

  • Untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan maka masyarakat pengguna jalan di daerah tersebut agar waspada terutama saat terjadi hujan lebat.
  • Jalan yang terancam putus agar segera dilakukan penimbunan dengan tanah urug dan di tahan dengan tembok penahan atau bronjong.
  • Membuat pengaturan dan penataan air permukaan dengan saluran permanen yang kedap air, agar air permukaan dapat terkendali dan tidak meresap ke dalam tanah.
  • Membuat tembok penahan atau bronjong batu pada mahkota longsoran.
  • Kepada masyarakat di sekitar lokasi bencana agar selalu waspada apabila terjadi hujan lebat yang cukup lama, disarankan untuk mengungsi ke lokasi yang aman.
  • Segera menutup retakan dengan tanah liat (lempung) dan dipadatkan agar air limpasan (air hujan) tidak masuk ke dalam dan menjenuhi tanah. 

Khusus untuk pembangunan jalan sementara disarankan:

  • Membuat tembok penahan pada mahkota longsoran.
  • Pengaturan drainase jalan
  • Perlandaian pemotongan lereng hingga bagian retakan dengan sudut <15o atau perbandingan lereng 1 : 4.
  • Tidak dilewati kendaraan yang berbeban berat.

 

 

LAMPIRAN

 

Jalan Banjarnegara 1

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah

 

Jalan Banjarnegara 2

Gambar 2. Peta Situasi Gerakan Tanah

 

Jalan Banjarnegara 3

Gambar 3. Penampang Dusun Cijeruk

 

Jalan Banjarnegara 4

Gambar 4. Peta Geologi Desa Sijeruk

 

Jalan Banjarnegara 5

Gambar 5. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Banjarnegara

 

Jalan Banjarnegara 6

Gambar 6. Peta Prakiraan Potensi Gerakan Tanah di Kabupaten Banjarnegara Bulan Mei 2017

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KAB. BANJARNEGARA - PROVINSI JAWA TENGAH

 BULAN MEI 2017

Jalan Banjarnegara 7

Keterangan :

Jalan Banjarnegara 8

 

Jalan Banjarnegara 9

Foto 1. Kerusakan jalan dan lahan salak akibat pergerakan tanah

 

Jalan Banjarnegara 10

Foto 2. Retakan 12 cm terlihat 5 m dari mahkota longsoran

 

Jalan Banjarnegara 11

Foto  3. Batulempung yang tersingkap pada dasar longsoran

 

Jalan Banjarnegara 12

Foto 4. Jalan disekitar area lokasi yang tidak dilengkapi oleh saluran drainase

 

Jalan Banjarnegara 13

Foto 5. Koordinasi dengan Kepala Desa dan BPBD kab. Banjarnegara