Laporan Singkat Pemeriksaan Lahan Relokasi Di Kec. Pandanarum, Kab. Banjarnegara,provinsi Jawa Tengah

Laporan singkat hasil kajian geologi terhadap tempat relokasi untuk bangunan sekolah di Dukuh Sawangan, Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan surat No 360/85/BPBD/2017 tentang Permohonan Bantuan Kajian Geologi untuk lahan relokasi. Hasil pemeriksaan sebagai berikut:

1. Lokasi dan Dampak Gerakan Tanah

  1. Lokasi kejadian gerakan tanah yaitu pada koordinat 109° 36' 21.4" BT dan 07° 13' 44.9" LS
  2. Jenis gerakan tanah yang terjadi di Dukuh Sawangan berupa gerakan tanah tipe rayapan disertai terbentuknya retakan dan nendatan. Panjang nendatan 20 meter, lebar 7 meter dengan kedalaman 1.2 meter.  Arah gerakan tanah mengikuti arah lembah (Sungai Bantengan) dengan arah umum N 3200 E..
  3. Dampak gerakan tanah di Dukuh Sawangan, Desa Sirongge, menyebabkan 1 (satu) bangunan sekolah roboh , 20 (dua puluh) rumah amblas, jalan desa jalan rusak. 

2.  Rencana Relokasi

 Lokasi

Lokasi rencana relokasi terletak di Dukuh Sawangan, Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini terletak pada koordinat : 109° 36' 21.7" BT dan 07° 13' 45.9” LS, berada sebelah timur dari lokasi sekolah yang ambruk. Luas lahan calon relokasi adalah 1 ha dan di lokasi ini rencananya akan digunakan untuk merelokasi bangunan sekolah yang hancur.

b.  Kondisi daerah rencana relokasi

  • Morfologi

Lokasi calon lahan relokasi merupakan pedataran dengan kemiringan lereng antara 0° – 5°. Kemiringan lereng dengan kemiringan antara 5° - 30º dijumpai pada area longsor.

  • Geologi

Pada area longsor terdapat sesar/patahan yang memanjang barat-timur yang membuat adanya zona hancuran pada area longsor dan menyebabkan gerakan tanah di Desa Sirongge terjadi. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Banjarnegara dan Pekalongan (Condon, W.H., dkk, 1996), batuan penyusun daerah  rencana relokasi termasuk kedalam 3 formasi. Formasi Rambatan (Tmr) yang terdiri dari serpih, napal dan batupasir gampingan. Anggota breksi formasi Ligung yang berupa breksi gunungapi bersusun andesit, lava andesit hornblende, dan tuf. Diorit yang berupa batuan bersusunan diorit.

  • Tataguna lahan

Lahan daerah rencana relokasi dan sekitarnya berupa tanah lapang yang pada bagian atas terdapat lapangan sepakbola yang memiliki genangan air. Daerah sekitar lokasi merupakan pemukiman, tegalan dan persawahan.

  • Kondisi keairan

Kondisi keairan daerah bencana berupa air permukaan (run off) yang mengalir sepanjang lereng pada waktu hujan, selain itu air permukaan juga terdapat pada lahan sawah. Di bagian bawah terdapat anak Sungai Bantengan yang mengalir sepanjang tahun.

 

  • Kerentanan gerakan tanah

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Banjarnegara, daerah calon lahan relokasi terletak pada zona gerakan tanah menengah. Berdasarkan pengamatan lapangan kondisi calon lahan relokasi memiliki kemiringan lereng yang landai, daerah ini cukup aman terhadap kejadian gerakan tanah.

3. Kesimpulan dan Rekomendasi :

Dari hasil pemeriksaan lapangan dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  • Jenis gerakan tanah yang terjadi di daerah ini berupa tipe rayapan, dicirikan dengan terjadinya retakan dan nendatan, pada ujung perbukitan yang berlereng terjal terjadi longsoran bahan rombakan;
  • Daerah bencana dan lokasi relokasinya di Dukuh Sawangan, Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum didominasi oleh Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah;
  • Berdasarkan geologi, batuan tersingkap batulempung formasi rambatan dan struktrur sesar/patahan yang menyebabkan pergerakan tanah.
  • Berdasarkan analisis peta situasi lahan relokasi, lahan yang dapat digunakan untuk relokasi adalah seluas 180 m2 yang disediakan dan merupakan Tanah Bengkok Kepala Desa Sirongge yang berupa lahan pekarangan;
  • Pada lokasi ini memenuhi SYARAT menjadi lahan relokasi sesuai yang direkomendasikan.

Untuk menghindari terjadinya gerakan tanah dan mengurangi risiko akibat bencana gerakan tanah, maka direkomendasikan:

  • Penataan dan pengaturan drainase dengan saluran yang kedap air, dengan ditembok atau pemipaan, untuk menghindari peresapan air yang cepat sehingga dapat memicu terjadinya gerakan tanah. Terutama pada saluran air di sebelah timur lokasi.
  • Dibuat tembok penahan pada bagian belakang lapangan sepak bola dan area pohon pinus, karena berbatasan langsung dengan lahan relokasi.
  • Tidak mencetak lahan basah dan penampungan air (kolam) pada bagian atas dan bawah di dekat lahan relokasi.
  • Melakukan pelandaian lereng (<150 atau 1:3 ) dengan disertai perkuatan pada bagian yang berbatasan tebing
  • Untuk pencegahan, sebaiknya penataan drainase sesegera dilakukan baik di area SD lama, pemukiman desa, persawahan dan khususnya area relokasi untuk mencegah terjadinya pergerakan tanah semakin meluas.

 

banjarnegara mei

Gambar 1. Peta petunjuk lokasi

 

banjarnegara mei 1

Gambar 2. Peta geologi daerah Pandanarum dan sekitarnya

 

banjarnegara mei 2

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah


 

banjarnegara mei 3 

Gambar 4. Peta situasi lahan relokasi di Dukuh Sawangan, Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum

 

banjarnegara mei 4

Gambar 5. Penampang Lahan Calon Relokasi Dukuh Sawangan, Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum

 

banjarnegara mei 5

Gambar 6. Peta Prakiraan Potensi Gerakan Tanah di Kabupaten Banjarnegara Bulan Mei 2017

 

banjarnegara mei 6 banjarnegara mei 7

 

banjarnegara mei 8

Foto 1. Bangunan sekolah dan pemukiman yang terdampak bencana gerakan tanah

 

banjarnegara mei 9

Foto 2. Saluran air terbuka  yang masuk ke sekolah

 

banjarnegara mei 10

Foto 3. Lereng yang mengalami nendatan

 

banjarnegara mei 11

Foto 4. Jalan yang hancur karena pengaruh nendatan

 

banjarnegara mei 12

Foto 5. Jalan yang patah terkena gerakan tanah

 

banjarnegara mei 13

Foto 6. Batulempung formasi Rambatan yang tersingkap di area nendatan

 

banjarnegara mei 14

Foto 7. Lahan relokasi untuk bangunan sekolah yang ambruk

 

banjarnegara mei 15

Foto 8. Koordinasi sekaligus sosialisasi dengan Kepala Dukuh Sawangan, Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara