Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim tanggap darurat bencana gerakan tanah di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur sebagai berikut : 

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah :

Lokasi bencana gerakan tanah terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kec. Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur pada hari Minggu 9 April 2017 pukul 14.00 WIB.

 

2. Kondisi Bencana dan Dampaknya :

Jenis gerakan tanah adalah berupa longsoran bahan rombakan (rotasional) pada tebing setinggi 150 meter dan lebar mahkota 60 meter. Panjang landaan longsoran mencapai 1500 meter. Gerakan Tanah ini mempunyai arah N 1350 E, kemudian berbelok ke arah N 800 E melalui lembah Kali Mundeng.

Dampak gerakan tanah ini :

  • 5 (lima) orang tertimbun material longsor

3. Kondisi Daerah Gerakan Tanah :
  • Morfologi, Secara umum daerah gerakan tanah merupakan lereng perbukitan dimana pada bagian lembahnya mengalir Kali Mundeng yang mengalir dari barat ke timur dengan aliran bersifat permanen. Kemiringan lereng tergolong terjal dengan kemiringan lereng diatas 600. Lokasi gerakan tanah berada pada ketinggian lebih dari 400 meter diatas permukaan laut.
  • Batuan penyusun, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Madiun, Jawa (U. Hartono, dkk,  P3G, 1992), daerah bencana tersusun oleh  Morfoset Pawonsewu (Qp) yang terdiri dari : breksi gunungapi, tuf aglomerat, dan lava andesit. Berdasarkan temuan di lapangan didapat breksi gunungapi bersifat kompak di bagian bawah dan ditutupi oleh tufa terubahkan serta bongkah-bongkah lava dan lapisan tanah (soil) di bagian paling atas.
  • Tata guna lahan, Tata guna lahan pada lereng bagian atas berupa kebun campuran (tanaman cengkeh dan mangga), pada lereng bagian tengah dan bawah berupa kebun campuran (tanaman mangga, rambutan, durian, jati) dan sawah.
  • Keairan, Kondisi keairan di lokasi bencana berupa beberapa mata air  yang terletak pada lereng bagian atas yang dimanfaatkan penduduk untuk keperluan sehari-hari yang disalurkan melalui pipa-pipa dan bagian tengah terdapat mata air kecil yang membentuk kolam dan terbentuk paska longsoran. Pada bagian lembahnya mengalir Kali Mundeng yang mengalir dari barat ke timur dengan aliran bersifat permanen.

 

4. Kerentanan Gerakan Tanah :

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Provinsi Jawa Timur pada bulan April 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Ngetos termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah-tinggi artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor Penyebab Gerakan Tanah :
  • Sifat fisik tanah pelapukan yang tebal, gembur dan sarang serta batuan vulkanik yang kurang padu.
  • Kemiringan lereng yang terjal > 600 yang menyebabkan tanah mudah bergerak.
  • Adanya retakan pada bagian atas tebing yang terus berkembang, sehingga air dengan mudah masuk dan menjenuhi tanah.
  • Curah hujan yang tinggi pada saat dan sebelum terjadinya longsor.
  • Kurangnya tanaman keras berakar kuat dan dalam yang berfungsi untuk meningkatkan kestabilan lereng.

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

Pada awalnya di daerah lereng yang berkemiringan lebih dari 600 terjadi beberapa retakan. Retakan ini berkembang dan jika terjadi hujan deras dengan waktu cukup lama air permukaan (air hujan) masuk ke dalam tanah melalui retakan-retakan dan ruang antar butir, sehingga batuan dan tanah pelapukan menjadi jenuh air dan menyebabkan bobot masanya bertambah dan kuat gesernya menurun. Kemiringan lereng yang curam, kurangnya tumbuhan berakar kuat, adanya mata air pada lerengnya, serta bobot masa batuan dan tanah pelapukan, menyebabkan  ketidak stabilan lereng sehingga terjadilah gerakan tanah yang menimbun aliran Kali Mundeng dan lahan pertanian di sekitarnya.

 

7. Rekomendasi Teknis :

  • Agar melakukan pemantauan terhadap perkembangan retakan yang berpotensi menjadi longsor susulan.
  • Membersihkan secara bertahap material longsoran yang mengendap di daerah aliran sungai.
  • Mencegah terjadinya kolam kolam air pada endapan hasil longsoran.
  • Menanami daerah bekas longsoran dan lereng lereng lainnya dengan pohon berakar kuat dan dalam yang berfungsi menahan lereng.
  • Menampung mata air di tempat yang kedap air dan menyalurkannya melalui saluran kedap air.
  • Membuat dinding penahan atau bronjong batu pada daerah berpotensi terjadinya erosi sungai.
  • Kepada masyarakat di sekitar lokasi bencana agar selalu waspada apabila terjadi hujan lebat yang cukup lama, disarankan untuk mengungsi ke lokasi yang aman.
  • Segera menutup retakan dengan tanah liat (lempung) dan dipadatkan agar air limpasan (air hujan) tidak masuk ke dalam dan menjenuhi tanah.
  • Apabila terjadi retakan-retakan baru dan terus berkembang masyarakat disarankan segera mengungsi dan dilaporkan kepada aparat setempat.
  • Masyarakat yang masih bermukim di daerah aliran sungai agar selalu waspada terhadap ancaman banjir bandang akibat endapan material longsoran. Dan dipertimbangkan untuk dilakukan relokasi.

 

LAMPIRAN

 

Nganjuk 1 (190417)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah

 

Nganjuk 2 (190417)

Gambar 2. Peta Geologi Daerah Kepel dan sekitarnya

 

Nganjuk 3 (190417)

Gambar 3. Peta Situasi Gerakan Tanah

 

Nganjuk 4 (190417)

Gambar 4. Penampang Gerakan Tanah

 

Nganjuk 5 (190417)

Gambar 5. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Nganjuk

 

Nganjuk 6 (190417)

Gambar 6. Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur Bulan April 2017

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KAB. NGANJUK - PROVINSI JAWA TIMUR

 BULAN APRIL 2017

Nganjuk 7 (190417)

Keterangan :

Nganjuk 8 (190417)

 

Nganjuk 9 (190417)

Foto 1. Berkoordinasi dengan Tim BNPB sebelum meninjau lapangan

 

Nganjuk 10 (190417)

Foto 2. Kenampakan longsoran di Dusun Dlopo

 

Nganjuk 11 (190417)

Foto 3. Mahkota longsoran di Dusun Dlopo

 

Nganjuk 12 (190417)

Foto 4. Longsoran menutupi aliran Kali Mundeng

 

Nganjuk 13 (190417)

Foto 5. Tim BPBD melakukan pencarian korba

 

Nganjuk 14 (190417)

Foto 6. Retakan yang berada diatas mahkota longsoran

 

Nganjuk 15 (190417)

Foto 7. Kolam yang terbentuk pasca longsoran di Dusun Dlopo

 

Nganjuk 16 (190417)

Foto 8. Penyampaian informasi serta sosialisasi bencana kepada masyarakat Dusun Dlopo bersama Bupati Kabupaten Nganjuk