Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Dukuh Tingkil Desa Banaran Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur

Tanggapan bencana gerakan tanah di Dukuh Tingkil Desa Banaran Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, berdasarkan informasi Media Online, BPBD dan BNPB : 

  1. https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-3462341/longsor-terjadi-di-ponorogo-pencarian-korban-tengah-berlangsung
  2. http://m.metrotvnews.com/jatim/peristiwa/Rb1leEzN-ponorogo-longsor-belasan-orang-jadi-korban
  3. http://m.madiunpos.com/2017/04/01/tanah-longsor-terjang-belasan-rumah-di-ponorogo-3-orang-hilang-806443
  4. http://madiunraya.com/2017/04/01/longsor-parah-terjang-ponorogo-bpbd-sebut-ada-korban-jiwa/
  5. http://koranmemo.com/tebing-longsor-belasan-warga-dari-4-rt-tertimbun/
  6. BPBD dan Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB) 

sebagai berikut: 

1. Lokasi dan waktu kejadian:

Gerakan tanah terjadi di  RT 002/RW 001 dan RT 003/RW 001 Dukuh Tangkil, Desa Banaran Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Gerakan tanah terjadi pada hari Sabtu, tanggal 1 April  2017 pukul 06.00 WIB.

 

2. Jenis gerakan tanah:

Jenis gerakan tanah berupa Longsoran aliran bahan rombakan.

 

3. Dampak gerakan tanah:
  • Rumah yang terdampak sekitar 25-30 unit rumah
  • 22 rumah warga tertimbun,
  • 24 orang selamat
  • 17 orang masih dinyatakan hilang.
  • 11 orang masih tertimpun longsor (BNPB)
  • Panjang tanah yang longsor diperkirakan mencapai 800 meter dan ambles ke bawah hingga 10 meter
  • mengancam 200 jiwa dari 50 keluarga

Ponorogo 1 (040417)

 

 4. Kondisi daerah bencana :

  • Morfologi, Secara umum daerah gerakan tanah merupakan lereng perbukitan bergelombang sedang dengan ketinggian diatas 500 m di atas permukaan laut dengan kemiringan 15 – 500.
  • Geologi, Berdasarkan pengamatan di lapangan, batuan dasar penyusun daerah gerakan tanah berupa breksi dan tufa pasiran, dimana bagian permukaan lapuk lanjut – lapuk sempurna berupa lempung pasiran, coklat, lunak, tebal (> 4 m) dan sarang. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Madiun ( Udi Hartono, dkk., Puslitbang Geologi, 1992) batuan penyusun daerah tersebut termasuk Morfoset Jeding-Patukbanteng (Qj) yang terdiri dari lava andesit piroksen, breksi gunungapi dan sisipan tuf dan batuapung. Struktur geologi baik berupa patahan (sesar) maupun lipatan (fold) tidak terdapat pada daerah tersebut.
  • Tata guna lahan, Tata lahan pada lereng bagian atas berupa hutan pinus dan kebun campuran, pada bagian tengah berupa kebun campuran dan belukar setempat rumah-rumah penduduk, sedangkan bagian bawah berupa kebun campuran, tegalan/lading  dan pemukiman yang tersebar.
  • Keairan, Berupa aliran air permukaan (run off) pada waktu hujan dan air permukaan melalui alur sungai yang mengalir pada lereng bagian tengah (hanya berair
  • Kerentanan Gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan April 2017 Kabupaten Ponorogo (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi gerakan tanah berada pada zona kerentanan  gerakan tanah Menengah sampai Tinggi, artinya daerah ini mempunyai potensi menengah - tinggi untuk terjadi gerakan tanah apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi/diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

  

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:
  • Sifat fisik tanah pelapukan yang gembur, bersifat lepas dan sarang sehingga air hujan cepat masuk kedalam tanah menyebabkan tanah menjadi njenuh sehingga bobot masa dan tekanan air pori tanah meningkat
  • Kurangnya tanaman keras berakar kuat dan dalam yang berfungsi menahan lereng
  • Adanya zona lemah berupa bidang lincir antara tanah pelapukan dan batuan dasar (batu pasir tufa dan tuf).
  • Kemiringan lereng yang terjal ( > 450 )
  • Adanya perubahan fungsi lahan menjadi lading/tegalan dan perumahan.

 

6. Tim Tanggap Darurat segera dikirim ke lapangan untuk:
  • Melakukan pemeriksaan detail pada lokasi kejadian gerakan tanah.
  • Menganalisis tingkat kerawanan terkait potensi terjadi gerakan tanah susulan.
  • Memberi arahan dan rekomendasi teknis.

 

 

LAMPIRAN

 

Ponorogo 2 (040417)

Gambar 1. Peta Petunjuk lokasi Gerakan Tanah

 

Ponorogo 3 (040417)

Gambar 2. Peta Geologi Daerah Gerakan Tanah

 

Ponorogo 4 (040417)

 

Ponorogo 5 (040417)

Keterangan :

Ponorogo 6 (040417)

 

Ponorogo 7 (040417)

Gambar 3. Peta Prakiraan Gerakan Tanah di Desa Banaran, Ponorogo