Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  Bencana Gerakan Tanah di Ruas Jalan Talok – Maribaya, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Surat Permohonan Kajian Geologi dari Bupati Brebes Yang Bernomor 600/00160. Hasil pemeriksaan sebagai berikut, sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di beberapa titik Ruas Jalan Talok – Maribaya, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada koordinat : 108° 59' 18,3012" BT dan 7° 13' 13,2996" LS;  108° 59' 13,5996" BT dan 7° 13' 7,7988" LS serta 108° 59' 11,9004" BT dan 7° 13' 6,8988" LS. Gerakan hampir setiap tahun terjadi pada jalur ini.

 

2,  Kondisi daerah bencana :

  • Morfologi, Secara umum daerah terkena longsor adalah lereng perbukitan bergelombang kuat dengan kemiringan lereng 15 - 25°. Arah longsoran umunya kea rah selatan jalan, mengikuti system hidrologi lereng yang ada.
  • Geologi, Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bencana batuan penyusun daerah bencana adalah batulempung dan napal (Formasi Kali Glagah). Batulempung dilokasi longsor sebagian besar menyerpih   dan pada kondisi kering terlihat pecah-pecah. Tanah pelapukan sangat tipis berkisar 20 cm – 75 cm.
  • Keairan, Kondisi keairan di daerah bencana untuk keperluan sehari-hari menggunanakan air dari mata air. Pada musim hujan rembesan air muncul pada batas antara tanah pelapukan dan batulempung.
  • Tata guna lahan, Pada lereng bagian atas, tengah dan bawah berupa tegalan dan ladang. Sedangkan pada bagian tengah merupakan jalan dan pemukiman dijumpai setempat-setempat.
  • Kerentanan gerakan tanah, Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Brebes bulan Februari 2017 (PVMBG-Badan Geologi), lokasi bencana terletak pada daerah potensi gerakan tanah tinggi artinya pada lokasi ini berpotensi tinggi terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

 

3. Situasi dan Dampak Bencana

Jenis gerakan tanah yang terjadi di Jalur Jalan Tonjong – Maribaya, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong berupa rayapan dan longsoran. Arah gerakan relatif ke arah barat daya. beberapa ruas jalan mengalami retakan dengan lebar 5 - 20 cm, dan penurunan 20 – 25 cm. Sedangkan longsoran dalam dimensi kecil dengan lebar mahkota 5 – 10 m, panjang 10 – 15 m. Tanah pelapukan sangat tipis berkisar 20 cm – 75 cm yang merupakan pelapukan dari batulempung Formasi Kaliglagah, namun di beberapa tempat batulempung tersebut tersingkap dipermukaan. Gerakan tanah pada lokasi ini terjadi sudah sejak lama.

 

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah:

  • Batuan dasar berupa batulempung dari Formasi Kaliglagah yang berjenis clay shale yang merupakan batuan dasar di daerah ini juga turut berperan dalam mengontrol terjadinya gerakan tanah dan merupakan tipe khas pengontrol gerakan tanah tipe lambat.
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama memicu terjadinya gerakan tanah, karena jenis clay shale sangat rentan terhadap perubahan iklim dan cuaca.
  • Saluran drainase yang kurang memadai menyebabkan pergerakan lereng semakin cepat.
  • Pada daerah-daerah yang terekspos secara langsung dengan udara mudah mengalami, pecah, muncul celah dan retakan.

 

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

Pada umumnya Formasi Kaliglagah batuan yang ada berjenis clay shale yang sangat rentan terhadap perubahan iklim dan cuaca. Hal ini mengakibatkan terjadinya celah atau rekahan dan pelapukan tanah (soil weathering) pada daerah-daerah yang terekspos secara langsung dengan udara. Proses ini secara otomatis mengakibatkan turunnya kuat geser tanah. Kuat geser yang menurun (strength degradation) yang berlangsung secara terus menerus akan menimbulkan potensi kelongsoran lereng nbaik jenis rayapan maupun longsoran. Kelongsoran lereng bisa dipicu pula oleh masuknya air permukaan maupun air hujan ke dalam lereng atau timbunan lereng yang akan menambah penurunan kuat geser.

 

6. Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  • Pada lokasi 1 dan 2 diperlukan pengendalian air permukaan (surface water drainage) dengan cara perencanaan tata saluran permukaan, pengendalian air rembesan (ground water drainage) serta pengaliran parit pencegat.
  • Pada lokasi 3 dan 4 diperlukan Pengendalian air rembesan (ground water drainage) dengan saluran terbuka, pengalir datar (horizontal drain), pengalir parit pencegat (interceptor drain) serta penambatan tanah dengan membangun ulang dinding penahan tanah (retaining wall) untuk mengurangi pergerakan tanah.
  • Pada lokasi 5 (terakhir) sebaiknya rencana perkerasan jalan digeser ke utara sedikit (+ 10 meter)
  • Retakan pada badan jalan dan tanah segera ditutup agar air hujan tidak masuk/meresap dan menjenuhi lereng.
  • Jalan utama Tonjong – Maribaya masih berpotensi terjadi gerakan tanah tipe lambat maupun longsoran.
  • Sedikit mungkin  melakukan pemotongan lereng yang membuat tersebut terekspos
  • Masyarakat yang berada/tinggal di lokasi bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama.
  • Mengalirkan sumbatan-sumbatan pada saluran air yang melintas jalan supaya tidak terjadi longsoran

 

 

LAMPIRAN

 

Brebes 1 (230217)

Gambar 1. Lokasi gerakan tanah di Ruas Jalan Talok - Maribaya, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

 

Brebes 2 (230217)

Gambar 2. Peta Geologi Lokasi Bencana di Desa Kalijurang, Brebes

 

TABEL WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

KABUPATEN BREBES, PROVINSI JAWA TENGAH

 BULAN FEBRUARI 2017

Brebes 3 (230217)

Keterangan : 

Brebes 4 (230217)

 

Brebes 5 (230217)

Gambar 3.  Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Brebes di Bulan Februari 2017

 

Brebes 6 (230217)

Gambar 4. Badan jalan yang tergerus akibat gerusan mata air (perlu perbaikan drainase bawah permukaan dan perkuatan lereng)

 

Brebes 7 (230217)

Gambar 5. Limpasan air permukaan yang menyebabkan terjadinya longsor pada badan jalan (perlu perbaikan aliran permukaan dan rembesan)

 

Brebes 8 (230217)

Gambar 6. gerakan tanah tipe rayapan yang disebabkan oleh kharakteristik batulempung Formasi Kaliglagah (Perlu dibuat perbaikan saluran air permukaan, bawah permukaan, perbaikan retaining wall dan penimbunan badan jalan)

 

Brebes 9 (230217)

Gambar 7. Kerusakan pada retaining wall sehingga perlu dibuat perbaikan saluran drainase permukaan dan bawah permukaan serta perbaikan retaining wall atau dilakukan beton semprot.

 

Brebes 10 (230217)

Gambar 8. Kerusakan pada retaining wall sehingga perlu dibuat perbaikan saluran drainase permukaan dan bawah permukaan serta perbaikan retaining wall atau dilakukan beton semprot.

 

Brebes 11 (230217)

Gambar 9. Retakan pada badan jalan yang merupakan calon mangkota

longsoran baru sehingga retakan-retakan yang muncul perlu segera ditutup agar air tidak masuk ke zona retakan tersebut.