Tanggapan Gempa Pacitan, Jawa Timur - 5.0 Sr - 25 September 2014

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempabumi di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), United States Geological Survey (USGS),dan Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Potsdam, Jerman, sebagaiberikut:

1. Gempabumi terjadi pada hari Kamis, 25 September 2014 pada pukul 16:06:11 WIB, dengan informasi pendukung:

  • BMKG: pusat gempabumi berada pada koordinat 8.86°LS dan 111.09°BT dengan magnitudo 5.0 SR pada kedalaman 30 km berada 83 km BaratDaya Pacitan, Jatim.
  • USGS: pusat gempabumi berada pada koordinat 8.860°LS dan 111.069°BT dengan magnitudo 4.9M pada kedalaman 82.6 km dengan jarak 75km BaratDaya Sukorejo, Indonesia
  • GFZ: menginformasikan bahwapusat gempabumi berada pada koordinat 8.83°LS dan 111.10°BT dengan magnitudo 4.9 mb pada kedalaman 94 km.

 

2. Kondisi geologi daerah terkena gempabumi:

Pusat gempabumi berada di laut. Daerah disekitar  pusat gempabumi tersusun oleh aluvium dan batuan vulkanik berumur Kuarter serta batuan sedimen berumur Tersier. Getaran gempabumi akan terasa pada batuan aluvium dan batuan vulkanik Kuarter yang sifat lepas, urai, dan belum terkompaksi dengan baik sehingga bersifat memperkuat efek guncangan gempabumi.

 

3. Dampak gempabumi:

Sampai tanggapan ini dibuat, BMKG memberitakan tentang laporan dirasakannya gempa ini di Yogyakarta dengan skala II-III MMI.Namun belum ada laporan tentang kerusakan atau pun korban jiwa. Diambil dari tautan berikut, http://www.tempo.co/read/news/2014/09/25/206609724/Gempa-di-Pacitan-Warga-Berhamburan-Keluar-Rumah, dilaporkan warga Desa Sukoharjo, Pacitan merasakan bumi bergoyang selama dua-lima detik. Sekitar lima detik kemudian, goyangan bumi sudah tidak lagi terasa. Warga yang sempat keluar dari rumahnya, masuk kembali dan melihat lampu gantung di ruang tamu masih bergoyang.

 

4. Penyebab gempabumi:

Dilihat dari posisi dan kedalamannya, gempabumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktifitas zona Subduksi yang terjadi akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia di sebelah selatan pulau Jawa.

 

5. Rekomendasi:
  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
  • Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun pusat gempabumi berada di laut, daya gempanya tidak cukup kuat untuk membangkitkan tsunami.