Laporan Singkat Pemeriksaan Gempabumi Tanah Datar. Sumatra Barat - 11 September 2014

 

Bersama ini kami sampaikan laporan singkat hasil pemeriksaan gempa bumi di      Baratdaya TanahDatar, Sumatera Barat yang dilakukan oleh Tim Tanggap darurat (TTD) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, sebagai berikut:

 1. Waktu dan Lokasi Kejadian Gempabumi

 Gempa bumi utama terjadi pada hari Kamis, 11 September 2014,  pukul:00:46:19 WIB, lokasi episenter gempabumi di darat, adapun parameter gempabumi sebagai berikut:

Tabel 1. Parameter Gempabumi Baratdaya TanahDatar, Sumatera Barat

Institusi

Magnitudo

Pusat Gempa Utama

Koordinat

Kedalaman

Lokasi

BMKG

5.0 SR

0.57° LS- 100,530°BT

10 Km

14 Km Baratdaya TanahDatar, Sumatera Barat

GFZ

4.8 MB

0.47° LS – 100.39° BT

  1. km

-

 

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi:

Pusat gempa bumi berada di darat. Daerah yang terdekat dengan pusat gempa bumi terutama daerah Sicincin, Batu Sangkar, Padang Panjang. Sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan aluvium (lanau, pasir, dan kerikil, termasuk endapan rawa. (Qama) Andesit Gunung Marapi, yang berumur Kuarter, mengalami pelapukan yang cukup kuat. Aliran yang tak teruraikan berupa lahar, fonglomerat, dan endapan-endapan kolofium yang lainnya. Batu gamping dan malihan yang berumur Perem dan telah terlapukkkan kuat. Pada daerah yang disusun oleh endapan aluvium dan endapan gunung api atau sedimen yang telah terlapukkan diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

 

3. Penyebab gempa bumi:

Berdasarkan posisi dan kedalaman gempa utama dan gempa-gempa susulannya, sumber gempabumi diperkirakan berasosiasi dengan zona sesar aktif Semangko pada segmen Sumani yang berarah cenderung baratlaut –tenggara.

 

 

4.  Hasil Pemantauan dan Analisis:

Dampak Gempabumi Tanah Datar tanggal 11 September 2014 ini mengakibatkan beberapa kerusakan pada bangunan perumahan, kantor, fasilitas umum, dan sarana ibadah. Berdasarkan hasil survey Tim Tanggap Darurat PVMBG Kerusakan terpusat di Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Dan hanya beberapa kerusakan terjadi di daerah Padang Panjang. Kerusakan terparah akibat gempabumi terdapat di daerah Nagari Gunung Rajo, Kecamatan Batipuh.

 

Adapun data kerusakan berdasarkan hasil survey TIM Tanggap Darurat dan informasi tambahan dari Wali nagari Gunung Rajo adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Data Korban dan kerusakan Akibat Gempabumi 11 September 2014 di Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar

No.

Jenis Bangunan

Pemilik Aset

1.

Jalan Ruas Gunuang Rajo-Pincuran Tujuh

Pemda

2.

SDN 09 Batipuh

Pemda (DISDIK)

3.

Mushalla arau

Masyarakat

4.

Masjid Ikhwah

Masyarakat

5.

Jembatan Tibarau

Masyarakat

6.

Loneng Jembatan Lubuak Punago

Masyarakat

7.

Ruas Jalan Koto AlahBio Bio

Pemda

8.

Tali Bandar Sawah Baruah

-

9.

Tali Banda Payo

-

10.

Puskesmas Pembantu (Pustu) Gunuang Rajo

DINKES

11.

Puskesri Gantiang

DINKES

12.

TKI Gunuang Rajo

-

13.

Masjid Al Ishlah Gantiang

-

14.

Tali bandar Gantiang

-

15.

Tali bandar Basuang

-

16.

SDN 38 Batipuh

DISDIK

17.

SMPN1 Batipuh (4 unit kelas)

DISDIK

11.

Masjid Taufik

Masyarakat

12.

SMKN1 (3 unit kelas)

DISDIK

13.

135 rumah rusak ringan

Masyarakat

 

Berdasarkan informasi dari BPBD Sumatera Barat, tanggal 12 September 2014, jumlah kerusakan akibat Gempabumi Tanah Datar, 11 September 2014 meliputi:

1. Di Kabupaten Tanah Datar dampak gempabumi berupa: korban luka-luka 2 orang, 179 rumah rusak ringan, 15 rusak sedang, 27 sarana pendidikan dan kantor rusak ringan, 6 sarana ibadah rusak ringan.

2. Di Padang Panjang kerusakan berupa: korban luka-luka 2 orang, 4 unit rumah rusak ringan, 1 rusak sedang, 3 sekolah rusak ringan, 2 rumah sakit rusak ringan, 1 puskesmas rusak sedang, 64 orang pasien RSUD Padang Panjang sempat dievakuasi keluar ruangan, demikian juga 41 orang dari RS Ibnu Sina.

 

Berdasarkan pengamatan Tim Tanggap Darurat, dampak gempabumi TanahDatar 11 September 2014 sebagian besar berupa keretakan pada tanah serta lantai dan dinding bangunan dengan arah retakan dominan timurlaut-baratdaya. Mayoritas kerusakan berupa lepasnya plesteran dinding dan retakan dinding yang termasuk dalam kerusakan ringan. Hanya masjid Ikhwah yang mengalami kerusakan cukup berat karena retakan meliputi sebagian besar sisi dinding dan retakan bersifat dalam sampai patahnya susunan bata dinding yang dikhawatirkan menyebabkan dinding runtuh.

Bangunan yang mengalami keretakan bersifat tidak merata atau setempat-setempat. Kerusakan bangunan ini diperkirakan lebih diakibatkan karena kondisi bangunan yang tidak memenuhi kaidah bangunan tahan gempabumi atau bangunan sudah berumur tua. Di beberapa tempat juga terdapat bangunan yang sudah mengalami retak dinding akibat gempabumi 2007 dan pada gempabumi 2014 keretakan tersebut diperparah lagi.

Pada kasus amblasnya lantai kelas di SMKN1 Batipuh diperkirakan karena bangunan berdiri diatas tanah urugan yang belum kompak. Sehingga getaran gempabumi memicu terjadi amblasan dan keretakan lantai, dengan arah retakan barat-timur/ timurlaut-baratdaya.

Selain melakukan pemeriksaan kerusakan akibat Gempabumi Tanah Datar, Tim Tanggap Darurat juga melakukan sosialisasi pada masyarakat setempat, pengambilan data respon tanah di beberapa titik, dan mengumpulkan informasi gempa susulan baik melalui informasi dari BMKG setempat maupun dari Pos Pengamatan Gunung Api terdekat.

 

Tabel 3. Gempabumi Susulan Berdasarkan Informasi dari BMKG

(Pusat Gempabumi Regional IV, Stasiun Geofisika Padang Panjang)

No.

Tanggal/

waktu(WIB)

Mag.

(SR)

Pusat Gempa Susulan

Intensitas Gempabumi

(MMI)

Koordinat

Depth (km)

Lokasi

1.

11 Sep 2014

00:52:19

4.2

0.49° LS – 100.5° BT

10

8 Km Tenggara, Padang

II-III di Padang Panjang dan Batu Sangkar

 

2.

11 Sep 2014

00:56:08

4.2

0.51° LS- 100,500°BT

10

11 Km Baratdaya TanahDatar,

II-III di Padang Panjang dan Batu Sangkar

 

3.

11 Sep 2014

02:44:08

3.1

0.62° LS- 100.61°BT

21

16 Km Tenggara TanahDatar

I-II  diPadang Panjang

4.

11 Sep 2014

04:51:26

2.9

0.50° LS- 100,50°BT

10

10 Km Baratdaya TanahDatar

I-II di Sumpur

5.

11 Sep 2014

05:07:43

3.4

0.49° LS – 100.4° BT

10

8 Km Tenggara Padang Panjang

II-III di Padang panjang

6.

11 Sep 2014

21:41:02

3.4

0.51° LS- 100,460°BT

10

7 Km Tenggara Padang Panjang

BatuSangkar, Sumpur, Padang Panjang, dan Bukit Tinggi

7.

12 Sep 2014

17:59:40

3.3

0.49° LS – 100.5° BT

10

10 Km Tenggara Padang Panjang

III-IV di Padang Panjang dan BatuSangkar

 

Tabel 4. Data hasil rekaman Seismograf Pos pengamatan Gunung Api Marapi

No.

Tanggal

Waktu

Amplituda

(mm)

Lama gempa

(detik)

Intensitas

1

11-09-2014

00.46.10

30

231

IV MMI

2

11-09-2014

00.52.22

30

215

III MMI

3

11-09-2014

00.56.24

30

171

II

4

11-09-2014

00.59.13

20

72

II

5

11-09-2014

01.04.55

28

30

II

6

11-09-2014

01.15.49

27

35

II

7

11-09-2014

01.25.04

8

12,5

II

8

11-09-2014

01.28.09

32

30

II

9

11-09-2014

01.29.11

4

12,5

II

10

11-09-2014

01.32.37

33

45

II

11

11-09-2014

01.33.41

26

26

II

12

11-09-2014

02.25.14

6

12.5

II

13

11-09-2014

02.39.16

4

15

II

14

11-09-2014

02.42.19

4

12

II

15

11-09-2014

02.44.12

34

85

II

16

11-09-2014

04.51.30

35

66

II

17

11-09-2014

05.07.47

34

101

II

18

11-09-2014

20.41.10

5

31

II

19

11-09-2014

21.41.04

36

110

II

20

12-09-2014

01.13.47

6

17

II

21

12-09-2014

10.13.56

30

110

II

22

11-09-2014

11.43.02

26

27

II

23

11-09-2014

13.36.27

16

15

II

24

11-09-2014

16.27.02

6

130

II

25

12-09-2014

17.41.22

1

22

II

26

12-09-2014

17.59.43

35

65

II

Gempabumi-gempabumi susulan yang terjadi mempunyai kekuatan dan energi yang semakin menurun yang menandakan adanya proses menuju kesetimbangan energi.  Intensitas gempabumi semakin kecil dan tidak membahayakan.

 

 5. Kesimpulan

 1.  Gempabumi di Baratdaya Tanah Datar, Sumatera Barat terjadi akibat aktivitas sesar aktif Semangko yang diperkirakan pada segmen Sumani.

2. Gempabumi ini menghasilkan goncangan cukup kuat terutama di Daerah Gunung Rajo dan menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan.

3. Gempabumi Baratdaya Tanah Datar ini memiliki intensitas II-VI skala MMI. Kerusakan parah terjadi pada daerah yang paling dekat dengan pusat gempabumi dan jalur sesar aktif.

4. Faktor utama yang menyebabkan terjadinya kerusakan bangunan akibat gempabumi Tanah Datar adalah faktor jarak daerah terdampak gempabumi dengan sumber gempabumi, dan kondisi bangunan yang umumnya tidak sesuai dengan kaidah tahan gempabumi.

 

6. Rekomendasi:

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta  informasi dari petugas Satlak PB. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami
  • Gempa bumi susulan akan lebih kecil dari gempabumi utama, namun masyarakat diharapkan agar tetap waspada.
  • Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan ringan agar segera memperbaiki dan menggunakannya kembali.
  • Bangunan stategis vital, dan mengundang konsentrasi banyak orang serta pemukiman yang berada di daerah rawan gempabumi agar dibangun mengikuti kaidah bangunan konstruksi tahan gempabumi.
  • Hindari membangun pada tanah timbunan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan lereng terjal di wilayah rawan gempabumi.
  • Perlu lebih ditingkatkan kegiatan sosialisasi tentang bencana gempabumi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah daerah setempat kepada masyarakat di daerah rawan gempabumi, untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan tentang bencana gempa bumi.

Gambar 1. Peta Pusat Gempa Bumi Tanah Datar - 11 September 2014

 

Gambar 2. Peta Intensitas Gempa Bumi Tanah Datar - 11 September 2014

 

 

Gambar 4. Foto Dampak Kerusakan Gempa Bumi Tanah Datar - 11 September 2014