Tanggapan Kejadian Gempabumi Di Timur Laut Maluku Barat Daya, Maluku, 20 Agustus 2019

Maluku 200819

I. Informasi Gempa bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 20 Agustus 2019, pukul 18:35 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 129,19° BT dan 7,42° LS, dengan magnitudo 5,1 pada kedalaman 128 km, berjarak 175 km timur laut Maluku Barat Daya, Maluku. Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 129,11° BT dan 7,46° LS, dengan magnitudo 4,8 pada kedalaman 126 km. Berdasarkan The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 129,129° BT dan 7,292° LS, dengan magnitudo M 5,0 pada kedalaman 130,6 km. 

 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

 Pusat gempa bumi berada di laut. Wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gempa pada umumnya disusun oleh batuan vulkanik berumur Kuarter, serta batuan Sedimen berumur Kuarter dan Tersier yang dapat bersifat urai, lepas, dan belum kompak (unconsolidated) sehingga memperkuat efek guncangan gempabumi.

 

III. Penyebab gempa bumi

 Berdasarkan posisi dan kedalamannya, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas zona subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

 

IV. Dampak gempa bumi

 Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini. 

 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.