Tanggapan Kejadian Gempabumi Di Tenggara Ondong, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, 6 Agustus 2019

Ondong 060819

I. Informasi Gempa bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 6 Agustus 2019, pukul 10:51 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 126,47° BT dan 2,2° LU, dengan magnitudo 5,3 pada kedalaman 10 km, berjarak 137 km tenggara Ondong, Kep. Sitaro, Sulawesi Utara. Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,65° BT dan 2,25° LU, dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,514° BT dan 2,165° LU, dengan magnitudo M 5,2 pada kedalaman 32,1 km. 

 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

 Pusat gempa bumi berada di laut. Wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gempa pada umumnya disusun oleh batuan vulkanik berumur Kuarter yang dapat bersifat urai, lepas, dan belum kompak (unconsolidated) sehingga memperkuat efek guncangan gempabumi.

 

III. Penyebab gempa bumi

 Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi Punggungan Mayu yang berada di Laut Maluku.

 

IV. Dampak gempa bumi

 Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Gempa bumi ini juga dirasakan dengan skala I MMI di Pos Pengamatan G. Karangetang.Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini. 

 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.