Tanggapan Gempa Barat Daya Seram Bagian Timur, Maluku 5.1 Sr - 12 Juni 2017

TANGGAPAN GEMPA BARAT DAYA SERAM BAGIAN TIMUR, MALUKU
5.1 SR - 12 JUNI 2017

Bersama ini, kami sampaikan tanggapan kejadian gempa bumi di Barat Daya Seram bagian Timur, Maluku, berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, sebagai berikut:

1. Gempa bumi terjadi pada tanggal 12 Juni 2017, pukul 22:46:44 WIB, dengan informasi sebagai berikut:
• BMKG : pusat gempa bumi 248 km dari di Barat Daya Seram bagian Timur, Maluku pada koordinat 5,61°LS dan 129,76°BT dengan magnitudo 5,2 SR pada kedalaman 10 km.
• USGS : pusat gempa bumi berada pada koordinat 5.609°LS dan 129,688°BT dengan magnitudo 5,0 mb pada kedalaman 34,1 km.
• GFZ : pusat gempa bumi berada pada koordinat 5,6°LS dan 129,77°BT dengan magnitudo 5,0 mw pada kedalaman 10 km.

 

Seram bagian timur 12062017


2. Kondisi geologi daerah terdampak gempa bumi:
Gempabumi berada di laut (baratdaya seram timur). Daerah di sekitar pusat gempabumi yaitu Pulau Seram tersusun oleh batuan malihan berumur Pra Tersier yang relatif solid dan padat, sedangkan Pulau Ambon didominasi oleh batuan gunungapi berumur Tersier yang cukup kompak, namun endapan aluvium di sepanjang pantai yang bersifat urai, lepas, dan belum kompak akan memperkuat efek getaran, sehingga rawan terhadap goncangan gempabumi.


3. Penyebab gempa bumi:
Berdasarkan posisi sumber gempabumi dan kedalamannya, gempabumi ini diduga berasosiasi dengan sesar aktif di Laut Banda. Berdasarkan analisis Focal Mechanism GFZ, gempa tersebut mempunyai mekanisme sesar mendatar dengan N 75ºE / 81º.


4. Dampak gempa bumi:
Hingga tanggapan ini di buat belum ada laporan mengenai kerusakan atau pun korban jiwa.


5. Rekomendasi:
• Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.
• Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
• Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami karena kedalaman pusat gempa yang dalam dan magnitudo gempa yang relatif kecil.