Tanggap Darurat Gempa Bumi Gayo Lues

Gempa bumi berkekuatan M 5,0 terjadi di wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada hari Senin (29/5), pukul 04.54 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi pada kedalaman dangkal (10 km) dan berlokasi pada koordinat 4,15° LU dan 97,20° BT atau sekitar 23 km sebelah baratlaut Kota Blangkejeren. Sebagian besar masyarakat Gayo Lues yang pada saat itu tengah bersiap-siap untuk melaksanakan shalat subuh, sempat kaget dan panik akibat guncangan gempa bumi tersebut yang intensitasnya mencapai IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity). Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas Sesar Besar Sumatera. Berdasarkan katalog gempa bumi merusak dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), pada tahun 1990 pernah terjadi juga gempa bumi dengan sumber dari Sesar Besar Sumatera segmen Tripa, yang berkekuatan M 6,8 dan mengakibatkan terjadinya bencana di Kabupaten Gayo Lues, terutama di Blangkejeren.

Terkait gempa bumi Gayo Lues 29 Mei 2017, Badan Geologi KESDM, melalui PVMBG menugaskan empat personil Tim Tanggap Darurat (TD) guna melakukan pemetaan dampak kejadian gempa bumi, analisis sumber gempa bumi, sosialisasi langsung kepada masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah daerah. Setibanya di Gayo Lues, Tim TD gempa bumi Gayo Lues yang dikepalai oleh Amalfi Omang dan beranggotakan Akhmad Solikhin, M. Fathoni, dan Noviardi Titis Praponco, langsung melakukan pemetaan dampak gempa bumi, diantaranya mengamati kerusakan di SMA Negeri 1 Pantan Cuaca dan di Desa Suri Musara, Kecamatan Pantan Cuaca, yang mengalami dampak terparah. Di kompleks SMAN 1 Pantan Cuaca terdapat empat bangunan (Kelas-kelas, aula, laboratorium dan ruang guru) yang mengalami kerusakan ringan berupa retakan plester dinding dan beberapa eternit yang terlepas ketika  diguncang gempa. Selain itu terdapat bangunan mesjid di SMAN 1 Pantan Cuaca yang mengalami kerusakan sedang. Di Desa Suri Musara gempa bumi mengakibatkan 1 rumah rusak sedang, dan 29 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Berdasarkan pemeriksaan, kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh guncangan yang cukup kuat karena dekat dengan pusat gempa bumi dan didukung oleh konstruksi bangunannya yang kurang baik.
Kerusakan bangunan akibat gempa bumi di Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues Â
Kerusakan bangunan akibat gempa bumi di Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues

Tim TD Badan Geologi melakukan pemeriksaan di lokasi-lokasi lain di Gayo Lues, dengan menelusuri area Sesar Besar Sumatra, khususnya segmen Tripa, yang diduga menjadi sumber gempa bumi Gayo Lues. Dari hasil penelusuran dan berdasarkan kenampakan morfologi, terdapat manifestasi adanya indikasi sesar aktif yang diantaranya ditunjukkan dari keberadaan air terjun di Desa Rerebe, serta morfologi Sungai Kuala Tripe di Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Dari kenampakan manifestasi segmen tripa tersebut ditemukan adanya sesar mendatar kanan (stike slip) yang relatif berarah tenggara-baratlaut. Tim TD juga melakukan wawancara mengenai dampak gempa bumi dan sekaligus mensosialisasikan upaya-upaya mitigasi gempa bumi kepada masyarakat setempat. Secara keseluruhan, guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah Kabupaten Gayo Lues dengan intensitas sebesar III – V MMI. Di banyak wilayah di Kab. Gayo Lues khususnya di pedesaan, tidak terjadi kerusakan akibat gempa bumi dikarenakan adanya kearifan lokal dimana masyarakat menerapkan struktur bangunan tradisional yang terbuat dari kayu, yang lebih tahan terhadap guncangan gempa bumi.
Air terjun Rerebe (kiri) dan morfologi Sungai Kuala Tripe (kanan) di Kecamatan Tripe Jaya, sebagai manifestasi Sesar Besar Sumatera Segmen Tripa.

Air terjun Rerebe (kiri) dan morfologi Sungai Kuala Tripe (kanan) di Kecamatan Tripe Jaya, sebagai manifestasi Sesar Besar Sumatera Segmen Tripa.


Dalam rangkaian kegiatan tanggap darurat, Tim TD berkunjung ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues, guna melakukan koordinasi dan bertukar informasi. Tim TD diterima oleh kepala pelaksana BPBD Gayo Lues, Zakaria dan kepala bidang rehabilitasi dan rekonstruksi, Win Ansharullah. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai perlunya sosialisasi/diseminasi kepada masyarakat mengenai mitigasi gempa bumi serta penataan ruang atau pembangunan yang berbasis kebencanaan, mengingat wilayah Kabupaten Gayo Lues yang rawan terhadap bencana gempa bumi karena dilewati oleh sumber gempa bumi. Pada kesempatan tersebut Tim TD Badan Geologi menyerahkan beberapa peta kawasan rawan bencana (KRB) gempa bumi Provinsi Aceh serta leaflet mitigasi gempa bumi sebagai bahan informasi publik untuk wilayah Gayo Lues. Selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan selama tanggap darurat, tim TD akan melakukan kajian data dan segera menyusun serta menyampaikan laporan yang meliputi rekomendasi teknis terkait mitigasi gempa bumi di Gayo Lues.
Koordinasi dan diskusi Tim TD Badan Geologi bersama BPBD Kabupaten Gayo Lues, serta penyerahan peta KRB gempa bumi Provinsi Aceh dan leaflet mitigasi gempa bumi.
Koordinasi dan diskusi Tim TD Badan Geologi bersama BPBD Kabupaten Gayo Lues, serta penyerahan peta KRB gempa bumi Provinsi Aceh dan leaflet mitigasi gempa bumi.