Tim Tanggap Darurat Badan Geologi Menenangkan Masyarakat Di Lokasi Terparah Gempa Poso

Kegiatan Tim Tanggap Darurat (TD) Gempa Poso Badan Geologi pada  1 Juni 2017 melanjutkan kajian kerusakan geologis pada lokasi bencana terparah di Lembah Napu dan menginap di lokasi ini karena lokasi yg jauh dari Kota Poso (sktr 6 jam).

Bongkahan batuan metasedimen longsor akibat gempa 29 Mei 2017 menutup jalan dari Kota Poso menuju lembah Napu.
Bongkahan batuan metasedimen longsor akibat gempa 29 Mei 2017 menutup jalan dari Kota Poso menuju lembah Napu.

 

Gerakan Tanah tipe sliding pada badan jalan dan  perbukitan antara Kota Poso menuju lembah Napu.

Gerakan Tanah tipe sliding pada badan jalan dan  perbukitan antara Kota Poso menuju lembah Napu.

 

Gerakan Tanah tipe sliding pada badan jalan dan  perbukitan antara Kota Poso menuju lembah Napu.

Retakan tanah di Desa Alitupu akibat gempa 29 Mei 2017.

 

Kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat terdampak bencana gempabumi dilaksanakan pada malam hari 1 Juni 2017 di aula Desa Wuasa. 

Kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat terdampak bencana gempabumi dilaksanakan pada malam hari 1 Juni 2017 di aula Desa Wuasa.

 

Kegiatan selanjutnya Tim TD Badan Geologi pada tanggal 2 Juni 2017, melakukan sosialisasi gempa di Desa Watumaeta yang didampingi Wakapolres Poso dan Muspika setempat. Kemudian melakukan pemeriksaan dampak gempa di Desa Wuasa kecamatan Lore Utara. Terdapat indikasi minor surface rupture berarah Utara - Selatan di RT 7 Dusun 3 Desa Wuasa yang mengakibatkan kerusakan 3 rumah penduduk. Ditemukan juga zona likuifaksi yg mengakibatkan kerusakan rumah penduduk di RT 6 dan RT 7 Dusun 3 Desa Wuasa. Sekaligus Tim TD juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat RT 6 dan RT 7 Dusun 3 Desa Wuasa

Fenomena likuifaksi yang terjadi akibat gempa mengakibatkan penurunan bangunan di Desa Wuasa.

Fenomena likuifaksi yang terjadi akibat gempa mengakibatkan penurunan bangunan di Desa Wuasa.

 

Tim TD ikut mendampingi Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Poso saat wawancara dengan media massa di Posko Utama Kecamatan Lore Utara.

Tim TD ikut mendampingi Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Poso saat wawancara dengan media massa di Posko Utama Kecamatan Lore Utara.

Pada tanggal 3 Juni 2017, Tim TD Badan Geologi melanjutkan pemeriksaan dampak gempa di daerah lembah Napu Kec Lore Utara yaitu Desa Alitupu, Winowega, Wuasa, dan Sedoa. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Poso, kejadian gempa tersebut mengakibatkan 4 orang luka berat dan 21 org luka ringan. Goncangan gempa terkuat terjadi di Desa Napu pada skala intensitas VI MMI. Tim TD juga Melakukan sosialisasi secara langsung yg diikuti sekitar 300 masyarakat di Desa Watumaeta. Kegiatan ini didampingi oleh muspika setempat dan dikawal oleh satuan Polres Poso.
Dampak gempa terparah yang ditemukan oleh Tim TD Badan Geologi terdapat di Desa Wuasa. Kerusakan bangunan di Desa Wuasa ini diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu : terletak dekat dengan sumber gempa, tersusun oleh endapan aluvial yg jenuh air dan muka air tanah (MAT) dangkal, retakan tanah dan proses likuifaksi. Untuk mendapatkan data lapangan, Tim TD juga melakukan pengukuran mikrotremor di Posko utama, Desa Wuasa dan Desa Watumaeta.

 

Tim TD Badan Geologi melakukan sosialisasi secara langsung yg diikuti sekitar 300 masyarakat di Desa Watumaeta. Kegiatan ini didampingi oleh muspika setempat dan dikawal oleh satuan Polres Poso.

Tim TD Badan Geologi melakukan sosialisasi secara langsung yg diikuti sekitar 300 masyarakat di Desa Watumaeta. Kegiatan ini didampingi oleh muspika setempat dan dikawal oleh satuan Polres Poso.

Tim TD Badan Geologi mendapat ucapan terimakasih dari Polres Poso atas upayanya menenangkan masyarakat dan memberikan pencerahan serta sosialisasi terhadap gempabumi yang mengguncang Poso.